4 Jobdesk Account Receivable dan Skill yang Wajib Dimiliki
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Account Receivable atau biasa disingkat AR merupakan posisi penting dalam perusahaan, khususnya di departemen keuangan. Ada beberapa jobdesk Account Receivable yang wajib dipahami dengan baik sebelum memutuskan untuk mengisi posisi ini.
Selain itu, ada beberapa skill atau kemampuan yang wajib dimiliki ketika menduduki posisi ini. Skill tersebut akan sangat membantu dalam menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab.
4 Jobdesk Account Receivable
Dikutip dari buku Accounts Receivable Management Best Practices, John G. Salek (2006), Account Receivable adalah bagian dari departemen keuangan. Account Receivable juga dikenal sebagai staf piutang.
Pekerjaan ini memiliki beberapa tanggung jawab, salah satunya yang paling penting adalah memastikan perusahaan menerima pembayaran atas penjualan barang atau jasa. Fokus utama posisi ini adalah mengelola piutang perusahaan dan memantau proses penagihan.
Berikut adalah beberapa jobdesk Account Receivable atau staf piutang dalam sebuah perusahaan.
1. Pemantauan Faktur dan Penagihan
Jobdesk pertama adalah melakukan pemantauan faktur dan penagihan. Posisi ini harus memastikan faktur dikirim tepat waktu dan proses penagihan berjalan sesuai jadwal.
2. Pengelolaan Dokumen Keuangan
Mengorganisir catatan transaksi, seperti faktur, laporan rekening, dan surat tagihan, sesuai standar prosedur perusahaan.
3. Penetapan Tenggat Waktu Pembayaran
Tugas lainnya adalah menentukan batas waktu pembayaran serta melakukan follow-up jika terjadi keterlambatan.
4. Penyusunan Laporan Keuangan
Posisi ini harus membuat laporan periodik (mingguan, bulanan, triwulanan, atau tahunan) terkait status penagihan dan pembayaran.
3 Skill yang Wajib Dimiliki oleh Seorang Account Receivable
Agar bisa menekuni bidang pekerjaan ini, berikut adalah skill yang wajib dimiliki.
1. Kemampuan Akuntansi Dasar
Memahami prinsip akuntansi, seperti pencatatan debit-kredit dan pembuatan laporan keuangan, menjadi fondasi utama.
2. Ketelitian dan Analisis Data
Kesalahan kecil dalam pencatatan dapat berdampak besar. Kemampuan menganalisis data piutang membantu mengidentifikasi pola keterlambatan pembayaran.
3. Komunikasi Efektif
Interaksi dengan pelanggan atau departemen lain membutuhkan komunikasi yang jelas dan profesional, terutama saat melakukan penagihan.
Baca juga: 5 Pekerjaan untuk Dominan Otak Kiri yang Cenderung Berpikir Logis
Jobdesk Account Receivable dalam sebuah perusahaan berhubungan dengan pengelolaan piutang. Hal tersebut menuntut skill, seperti kemampuan dasar akuntansi hingga komunikasi. (WWN)