4 Persiapan Menjelang Pensiun yang Perlu Dipersiapkan dengan Matang
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berpikir dapat melakukan persiapan terhadap masa depan termasuk masa pensiun. Persiapan menjelang pensiun merupakan proses penting supaya dapat menjalani hari tua dengan nyaman.
Persiapan tersebut membantu pensiunan untuk tetap produktif dan menikmati hidup, meskipun sudah usia lanjut atau 58 tahun ke atas. Produktivitas dan kenikmatan hidup sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik serta mental manusia.
4 Persiapan Menjelang Pensiun yang Penting
Pensiun merupakan kondisi ketika pekerja sudah tidak lagi bekerja di perusahaan (kantor) karena masa tugasnya telah selesai, yakni mencapai usia pensiun 58 tahun ke atas. Beberapa orang menantikan masa pensiun karena ingin istirahat dan menikmati hari tua.
Namun, ada pula orang yang tidak siap menghadapi masa tersebut karena merasa sudah tidak produktif. Padahal masa pensiun tidak sepenuhnya hampa. Masa pensiun dapat terasa lebih nyaman jika pekerja mempersiapkannya dengan baik.
Berikut ini adalah empat persiapan menjelang pensiun yang penting agar masa tua dapat terasa lebih nyaman.
1. Persiapan Keuangan
Persiapan keuangan sangat penting karena manusia tetap membutuhkan uang, meskipun sudah tidak bekerja (pensiun). Pensiunan dapat mempersiapkan keuangan dengan cara:
Menabung selama masih aktif bekerja.
Membuat anggaran pengeluaran bulanan untuk masa pensiun.
Melakukan investasi, baik saham, reksa dana, maupun emas.
Mempersiapkan usaha di masa pensiun, seperti rumah kos, bisnis kuliner, dan sebagainya.
2. Persiapan Fisik
Persiapan fisik juga penting agar masa pensiun lebih nyaman, yakni tidak sibuk bolak-balik rumah sakit karena kondisi kesehatan yang menurun. Pekerja yang masih muda serta pekerja yang akan memasuki masa pensiun kurang dari 5 tahun perlu olahraga.
Pekerja dapat mulai dan rutin olahraga sejak dini (masih muda) dengan frekuensi yang sesuai dengan kemampuan tubuh masing-masing. Selain olahraga, pekerja juga perlu menjaga pola makan agar tidak mengalami penyakit akibat pola makan yang buruk.
3. Persiapan Mental
Persiapan mental sama pentingnya dengan persiapan fisik. Salah satu gejala kejiwaan yang dapat muncul pada pensiunan adalah post power syndrome.
Dikutip dari buku Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun, Jelitawati dan Nita (2023: 2), post power syndrome adalah gejala kejiwaan seseorang yang hendak menanggalkan kekuasaan atau jabatan yang diembannya sekian lama. Kondisi tersebut dapat menimbulkan perasaan rendah diri.
Calon pensiunan dapat mempersiapkan mental dengan melakukan konsultasi dengan ahli, seperti psikolog atau psikiater. Selain itu, pensiunan juga perlu menata pola pikir bahwa pensiun bukan akhir segalanya. Setiap orang bisa tetap aktif, meskipun sudah pensiun.
4. Rencana Aktivitas di Masa Pensiun
Rencana aktivitas di masa pensiun membantu calon pensiunan untuk mewujudkan kehidupan yang tetap aktif serta produktif di masa tua. Rencana aktivitas di masa pensiun dapat berupa:
Rencana usaha;
Rencana pekerjaan sampingan;
Rencana wisata; atau
Rencana kegiatan sosial.
Baca juga: 6 Usaha setelah Pensiun di Desa, Masa Tua Tetap Produktif dan Aktif
Calon pensiunan dapat menerapkan empat cara di atas atau cara lain sebagai persiapan menjelang pensiun. Hal yang utama adalah menjaga kesehatan fisik serta mental agar tetap dapat menikmati hidup dengan baik di masa tua, bahkan hingga tutup usia. (AA)