5 Alasan Cuti Kerja yang Masuk Akal dan Dapat Diterima
Artikel yang membahas info seputar karier.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengajukan cuti sering kali menimbulkan rasa kekhawatiran akan penilaian dari atasan. Padahal cuti adalah hak setiap pekerja yang sudah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan. Oleh sebab itu, penting mengetahui alasan cuti kerja yang masuk akan dan dapat diterima.
Alasan cuti yang jelas, lebih mudah diterima oleh perusahaan. Ini juga minim kesan negatif.
5 Alasan Cuti Kerja yang Masuk Akal agar Diterima
Dikutip dari Buku Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Pemerintah dari Teori ke Praktik, Angga Pratama, S.E., M.M, (2022: 236), cuti adalah hak pekerja yang berarti pembebasan dari semua kewajiban yang berkenaan dengan tanggung jawab pekerjaannya sesuai kesepakatan dengan pihak pemberi pekerjaan.
Ketentuan cuti bisa terbatas dalam jangka waktu harian, mingguan, atau bulanan. Mengetahui jenis alasan cuti yang dianggap masuk akal sangat bermanfaat untuk menjaga hubungan baik dengan atasan maupun untuk tetap menjalankan tanggung jawab profesional.
Berikut adalah alasan cuti kerja yang masuk akal yang dapat diterima oleh perusahaan.
1. Kondisi Kesehatan
Ini adalah alasan paling umum dan dapat diterima. Apabila sakit, memaksakan diri bekerja justru bisa memperparah kndisi hingga mengganggu produktivitas di tempat kerja.
Cuti karena sakit, apalagi yang disertai surat dokter, biasanya langsung disetujui tanpa banyak pertanyaan.
2. Urusan Keluarga yang Mendesak
Ada kalanya karyawan harus menghadiri acara penting, seperti ada anggota keluarga meninggal yang mendesak. Alasan cuti seperti ini biasanya dapat dipahami sebagai bagian dari kehidupan sosial karyawan.
3. Mengurus Dokumen Resmi
Mengurus dokumen resmi seperti memperpanjang paspor, mengurus KTP, atau urusan perbankan tentunya tidak dapat diwakilkan. Hal ini juga merujuk pada keterbatasn jam layanan instansi pemerintah, maka perusahaan memahami jika cuti diambil untuk keperluan ini.
4. Keluarga Inti Sakit
Menemani pasangan, anak, atau orang tua yang sedang dirawat adalah bentuk tanggung jawab keluarga yang bisa menjadi pertimbangan bagi atasan. Asalkan disampaikan dengan jujur, alasan ini termasuk salah satu yang bisa dimaklumi.
5. Cuti untuk Rekreasi atau Istirahat
Ini adalah jenis cuti yang memang menjadi hak karyawan. Cuti untuk rekreasi atau istirahat dengan jadwal yang jelas dan tidak mengganggu operasional, maka bisa alasan yang sah.
Baca juga: Cuti Kerja Maksimal Berapa Hari? Ini Penjelasan Selengkapnya
Lima alasan cuti kerja yang masuk akan dan dapat diterima atasan bisa dijadikan gambaran untuk tetap profesional dan tahu kapan waktu yang tepat untuk diambil. (ERI)