Konten dari Pengguna

5 Alasan Cuti Kerja yang Masuk Akal dan Dapat Diterima

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

alasan cuti kerja yang masuk akal. Foto Hanya Ilustrasi Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash/LYCS Architecture
zoom-in-whitePerbesar
alasan cuti kerja yang masuk akal. Foto Hanya Ilustrasi Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash/LYCS Architecture

Mengajukan cuti sering kali menimbulkan rasa kekhawatiran akan penilaian dari atasan. Padahal cuti adalah hak setiap pekerja yang sudah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan. Oleh sebab itu, penting mengetahui alasan cuti kerja yang masuk akan dan dapat diterima.

Alasan cuti yang jelas, lebih mudah diterima oleh perusahaan. Ini juga minim kesan negatif.

5 Alasan Cuti Kerja yang Masuk Akal agar Diterima

alasan cuti kerja yang masuk akal. Foto Hanya Ilustrasi Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash/Israel Andrade

Dikutip dari Buku Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Pemerintah dari Teori ke Praktik, Angga Pratama, S.E., M.M, (2022: 236), cuti adalah hak pekerja yang berarti pembebasan dari semua kewajiban yang berkenaan dengan tanggung jawab pekerjaannya sesuai kesepakatan dengan pihak pemberi pekerjaan.

Ketentuan cuti bisa terbatas dalam jangka waktu harian, mingguan, atau bulanan. Mengetahui jenis alasan cuti yang dianggap masuk akal sangat bermanfaat untuk menjaga hubungan baik dengan atasan maupun untuk tetap menjalankan tanggung jawab profesional.

Berikut adalah alasan cuti kerja yang masuk akal yang dapat diterima oleh perusahaan.

1. Kondisi Kesehatan

Ini adalah alasan paling umum dan dapat diterima. Apabila sakit, memaksakan diri bekerja justru bisa memperparah kndisi hingga mengganggu produktivitas di tempat kerja.

Cuti karena sakit, apalagi yang disertai surat dokter, biasanya langsung disetujui tanpa banyak pertanyaan.

2. Urusan Keluarga yang Mendesak

Ada kalanya karyawan harus menghadiri acara penting, seperti ada anggota keluarga meninggal yang mendesak. Alasan cuti seperti ini biasanya dapat dipahami sebagai bagian dari kehidupan sosial karyawan.

3. Mengurus Dokumen Resmi

Mengurus dokumen resmi seperti memperpanjang paspor, mengurus KTP, atau urusan perbankan tentunya tidak dapat diwakilkan. Hal ini juga merujuk pada keterbatasn jam layanan instansi pemerintah, maka perusahaan memahami jika cuti diambil untuk keperluan ini.

4. Keluarga Inti Sakit

Menemani pasangan, anak, atau orang tua yang sedang dirawat adalah bentuk tanggung jawab keluarga yang bisa menjadi pertimbangan bagi atasan. Asalkan disampaikan dengan jujur, alasan ini termasuk salah satu yang bisa dimaklumi.

5. Cuti untuk Rekreasi atau Istirahat

Ini adalah jenis cuti yang memang menjadi hak karyawan. Cuti untuk rekreasi atau istirahat dengan jadwal yang jelas dan tidak mengganggu operasional, maka bisa alasan yang sah.

Baca juga: Cuti Kerja Maksimal Berapa Hari? Ini Penjelasan Selengkapnya

Lima alasan cuti kerja yang masuk akan dan dapat diterima atasan bisa dijadikan gambaran untuk tetap profesional dan tahu kapan waktu yang tepat untuk diambil. (ERI)