Konten dari Pengguna

5 Cara Menjadi Leader yang Empati tetapi Tetap Disegani

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Menjadi Leader yang Empati. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Hunters Race
zoom-in-whitePerbesar
Cara Menjadi Leader yang Empati. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Hunters Race

Empati merupakan bagian penting dari leadership. Pemimpin perlu mempunyai empati agar dapat mengetahui sisi terbaik dari karyawan yang ada di bawah kepemimpinannya. Cara menjadi leader yang empati mencakup banyak langkah.

Langkah-langkah untuk menjadi pemimpin yang empati umumnya mempunyai kaitan dengan kemampuan komunikasi dan mengelola emosi. Pemimpin perlu mampu mendengarkan karyawan atau bawahannya agar dapat memahami pesan dengan baik.

5 Cara Menjadi Leader yang Empati, tetapi Tetap Disegani oleh Karyawan

Cara Menjadi Leader yang Empati. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/LinkedIn Sales Solutions

Leader atau pemimpin dalam dunia kerja merupakan orang yang mengemban tanggung jawab untuk memimpin, mengarahkan, serta membawa perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin juga bekerja untuk membuat keputusan terbaik bagi perusahaan.

Ketika membuat keputusan dan mengerahkan karyawan (di bawah kepemimpinannya), pemimpin perlu mempunyai empati. Empati menjadi bagian penting agar pemimpin dapat memahami karyawan, lingkungan sekitar, dan potensi terbaik dari karyawan.

Dikutip dari buku Learn to Be a Leader, Mentee Mentoring Leader HA - IPB (2021: 81), empati dapat diartikan sebagai memahami kebutuhan dan perasaan orang lain seperti diri sendiri yang merasakan langsung hal orang lain rasakan.

Manusia secara umum mempunyai rasa empati, tetapi ada yang empatinya besar dan ada pula yang minim empati. Pemimpin dapat mengasah sisi empatinya dengan berbagai macam cara. Berikut ini adalah lima contoh cara menjadi leader yang empati.

1. Membayangkan Posisi Orang Lain yang Bersangkutan

Salah satu nilai dasar empati adalah mampu memahami kebutuhan dan perasaan orang lain. Pemimpin dapat membayangkan posisi orang lain yang bersangkutan dengan kebijakan atau keputusan yang akan dibuat, seperti:

  • Posisi karyawan di bawahnya;

  • Posisi pelaksana keputusan; serta

  • Posisi orang yang akan menerima keputusan tersebut.

2. Memberi Respons dengan Penyampaian Tegas

Pemimpin yang berempati tetap dapat disegani oleh karyawan bila keputusannya secara umum memberi dampak baik. Ketika menyampaikan respons terhadap pertanyaan atau memberi instruksi, pemimpin perlu menggunakan penyampaian yang tegas, yaitu:

  • Volume suara yang pas;

  • Artikulasi yang jelas; serta

  • Keputusan yang bulat (tidak terkesan ragu-ragu).

3. Memfokuskan Diri pada Solusi Objektif

Walaupun berempati, pemimpin tetap perlu fokus pada solusi objektif. Pemahaman terhadap kondisi orang lain merupakan bahan petimbangan. Jadi, pemimpin tetap mengutamakan solusi objektif yang paling potensial untuk memberi dampak baik bagi banyak orang.

4. Mendengarkan Karyawan dengan Saksama

Mengutip dari buku yang sama karya Mentee Mentoring Leader HA - IPB (2021: 81), salah satu cara empati membangun kepemimpinan menurut Lolly Daskal adalah empati memberikan pemahaman melalui proses mendengarkan aktif.

Pemimpin dapat mendengarkan karyawan dengan saksama agar memahami pesan karyawan dengan baik. Pesan tersebut nantinya dapat menjadi tambahan informasi sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan yang tetap objektif.

5. Mengutamakan Kepentingan Bersama

Pemimpin juga dapat memiliki sikap empati dengan cara selalu berusaha memahami dan mengutamakan kepentingan bersama. Kepentingan bersama adalah unsur krusial dalam menjalani organisasi, termasuk perusahaan.

Baca juga: 5 Cara Menjadi Leader yang Baik dalam Dunia Kerja

Pemimpin dapat menerapkan upaya selain lima cara menjadi leader yang empati dalam uraian di atas. Hal penting adalah mencoba untuk menjadi pemimpin yang memahami serta mampu mencapai tujuan bersama. (AA)