Konten dari Pengguna

6 Cara Bangun Personal Branding untuk Karier Profesional

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Bangun Personal Branding. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Ben Rosett.
zoom-in-whitePerbesar
Cara Bangun Personal Branding. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Ben Rosett.

Bagi pekerja, personal branding untuk karier profesional penting dimiliki. Cara bangun personal branding dapat membuat peluang baru dalam meniti karier.

Personal branding secara umum adalah cara seseorang membuat reputasi diri. Reputasi diri yang baik dan sesuai dengan diri adalah reputasi yang baik, sehingga orang tersebut tidak perlu berpura-pura.

Cara Bangun Personal Branding untuk Dunia Profesional

Cara Bangun Personal Branding. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/ThisisEngineering.

Cara bangun personal branding dapat membuat portofolio karier profesional nampak baik. Membentuk personal branding juga bisa jadi gambaran bagaimana seseorang harus memposisikan diri ketika mengejar karier profesional.

Berikut cara yang bisa dilakukan dalam membentuk personal branding. Informasinya berdasarkan buku Personal Branding: Bagaimana Mendefinisikan Diri dan Membangun Citra untuk Kehidupan yang Lebih Baik, Dr. Hj. Rosnaini Daga, SE., MM., CPHCM. (2025:29-31).

1. Identifikasi Sasaran Karier

Mengidentifikasi sasaran karier dalam membangun personal branding penting dilakukan. Hal ini agar personal branding yang dibentuk tepat sasaran.

Misalnya, seorang ahli digital marketing, ingin membangun personal branding, maka perlu mengerucutkan kembali profesi spesifiknya. Hal ini agar orang lain, khususnya bagian HRD paham profesi serta deskripsi pekerjaan yang dikerjakan.

2. Lakukan Penelitian Mendalam mengenai Profesi

Untuk menjadi seorang yang sesuai dengan profesi, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai personal branding.

Dengan melakukan riset mendalam, pekerja akan mengerti profesi tertentu memiliki aktivitas yang sering dilakukan itu seperti apa, etos kerjanya bagaimana, prestasi, dan lain sebagainya. Pekerja juga dapat memilih role model yang tepat dengan cara ini.

3. Pilih Karakteristik yang ingin Ditonjolkan

Karakteristik seseorang dapat dilihat melalui foto hingga profil media sosial. Karakteristik yang ingin ditonjolkan dapat dipilih sesuai dengan kepribadian.

Hal ini juga diselaraskan dengan karier dan pekerjaan yang diimpikan. Apakah seorang yang ramah, tegas, baik, ceria, dan lain sebagainya.

4. Jujur dan Jadi Diri Sendiri

Meskipun personal branding dapat dibentuk, tapi membohongi diri sendiri, tidak akan membuat personal branding terlihat baik. Tetap jujur dan jadi diri sendiri menjadi cara terbaik membentuk personal branding, sehingga tidak perlu berpura-pura.

5. Buat Portofolio dan Bagikan

Personal branding yang telah dibentuk, perlu diabadikan dalam bentuk portofolio. Portofolio yang dibuat bisa berupa hasil kerja, prestasi, atau ingin ditunjukan dalam keseharian di media sosial.

6. Mulai dari Sekarang

Personal branding yang kuat tidak dibentuk secara instan. Personal branding harus dibentuk segera dan harus tetap dilakukan terus menerus. Oleh karenanya, kejujuran dan jadi diri sendiri penting, agar tidak berubah-ubah di tengah jalan.

Baca Juga: 4 Contoh Kalimat Personal Branding Diri Sendiri yang Efektif di Era Digital

Cara bangun personal branding untuk karier profesional dapat dijadikan referensi untuk membentuk reputasi diri yang kuat. Personal branding yang tepat akan membantu perjalanan karier semakin baik. (Fitri A)