Konten dari Pengguna

6 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sok Kuasa Padahal Jabatannya Sama

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sok Kuasa. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Christin Hume
zoom-in-whitePerbesar
Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sok Kuasa. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Christin Hume

Keberadaan rekan kerja yang sok kuasa merupakan salah satu masalah dalam dunia kerja. Cara menghadapi rekan kerja yang sok kuasa mencakup banyak pilihan.

Keberagaman pilihan tersebut terjadi karena banyaknya faktor yang membuat rekan kerja menjadi ‘sok kuasa’. Salah satu di antaranya adalah merasa lebih senior, tetapi takut tersaingi oleh pegawai baru.

6 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sok Kuasa

Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sok Kuasa. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Bench Accounting

Dunia kerja merupakan tempat para profesional mengerahkan keahliannya untuk mencapai tujuan perusahaan serta memenuhi kebutuhan diri sebagai makhluk ekonomi. Walaupun merupakan tempat para profesional, tidak semua orang bersikap profesional.

Contoh sikap tidak profesional yang kerap menimbulkan masalah di tempat kerja adalah rekan yang sok kuasa, padahal jabatannya sama. Berikut adalah enam contoh cara menghadapi rekan kerja yang sok kuasa.

1. Jangan Terpancing Tindakan Provokatif

Orang yang sok kuasa memungkinkan untuk memancing tindakan provokatif sehingga membuat orang lain tampak tidak profesional. Oleh karena itu, cara menghadapi orang tersebut adalah mencoba untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan tindakan provokatifnya.

2. Tanggapi Seperlunya

Cara lain untuk menghadapi rekan kerja yang sok kuasa adalah menanggapi seperlunya. Maksud seperlunya, yaitu mencoba untuk menanggapi hal-hal yang terkait dengan pekerjaan saja. Tindakan ini penting agar diri tidak terpancing hasutannya.

3. Jalin Komunikasi Profesional

Dikutip dari buku Etiket Bekerja: Menjadi Likeable Person di Tempat Kerja, Saraswardini (2024:61), mampu menjalin komunikasi dengan rekan kerja merupakan salah satu bentuk profesionalisme. Contoh komunikasi yang profesional, antara lain:

  • Menjaga sopan santun saat berbicara dengan rekan kerja.

  • Memberi ide atau pendapat tanpa menjatuhkan orang lain.

  • Menjaga diri dari obrolan yang merugikan pihak lain, termasuk obrolan yang melibatkan kata-kata kasar.

4. Amati Perilakunya

Seseorang dapat memiliki perilaku tertentu karena ada faktor yang melatarbelakanginya, demikian pula dengan orang yang sok kuasa. Diri sebagai rekan kerja dapat mencoba mengamati perilaku orang yang sok kuasa.

Tujuannya adalah agar memahami penyebab orang tersebut memiliki perilaku yang seperti itu sehingga lebih mudah untuk menghadapinya. Contohnya, mencoba melakukan pendekatan agar rekan kerja tidak merasa terancam dengan adanya pegawai baru.

5. Tetapkan Batasan

Setiap manusia tidak memiliki kuasa untuk mengendalikan kehendak manusia lain. Namun, manusia dapat menetapkan batasan untuk dirinya sendiri. Ketika menghadapi orang yang sok kuasa, seseorang perlu menetapkan batasan. Beberapa contoh, yaitu:

  • Menetapkan batasan hubungan profesional dan personal.

  • Menetapkan batasan pembahasan untuk selalu fokus tentang pekerjaan saja.

  • Menetapkan batasan tentang perilaku orang tersebut. Misalnya, mendokumentasikan dan melaporkan ketika ada bentuk ancaman atau tindak kekerasan.

6. Tetap Fokus Bekerja

Tempat kerja atau kantor adalah tempat manusia dewasa menjalin relasi profesional dan memperoleh pendapatan (gaji). Jadi, tetap fokus bekerja dapat membantu untuk meminimalkan diri merasa sakit hati atau marah kepada orang yang sok kuasa.

Baca juga: Apa Itu Kaizen dan Contohnya dalam Kehidupan? Ini Jawabannya

Enam cara menghadapi rekan kerja yang sok kuasa dalam uraian di atas hanya merupakan referensi. Setiap orang dapat memilih upaya lain yang bijaksana serta tidak merugikan orang lain. (AA)