Konten dari Pengguna

6 Financial Planning untuk First Jobber agar Kondisi Keuangan Stabil

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Financial Planning untuk First Jobber. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: www.pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Financial Planning untuk First Jobber. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: www.pexels.com/Pixabay

Financial planning atau perencanaan keuangan untuk yang baru memulai karier sangat penting agar menjadi kebiasaan positif. Selain untuk kebiasaan positif, financial planning untuk first jobber juga dapat menciptakan kestabilan finansial.

Karena kondisi keuangan yang stabil, maka akan membantu ketenangan pikiran dan meminimalisir permasalahan dalam hidup.

Financial Planning untuk First Jobber yang Mudah Dipelajari untuk Keuangan yang Stabil

Financial Planning untuk First Jobber. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber www.pexels.com/Lukas

Dikutip dari buku Semua Bisa Kaya, Marviarum Eka Ramdiati (2023:6), perencanaan keuangan adalah suatu rencana, cara, metode, atau strategi untuk mengelola keuangan dengan optimal untuk mencapai tujuan di masa depan.

Merencanakan pengaturan keuangan sangat penting dilakukan terutama bagi yang baru pertama kali bekerja dan sedang membangun karier. Kebiasaan merencanakan keuangan dengan seksama akan membangun habit positif dalam mengelola keuangan.

Saat sudah terbiasa menjalani kebiasaan positif dalam mengelola keuangan, maka akan mudah mencapai masa depan dan kondisi keuangan yang stabil.

Berikut financial planning untuk first jobber agar dapat menjadi kebiasaan positif yang membantu mencapai kestabilan kondisi keuangan dan masa depan.

1. Membuat Anggaran

Membuat anggaran belanja bulanan sangat penting dilakukan. Saat membuat anggaran, sudah pasti juga harus memasukan sumber pendapatan.

Dari catatan, langsung buat catatan anggaran semua kebutuhan utama, mendesak, dan kebutuhan yang bisa ditunda.

Bisa menggunakan metode persen umum, yaitu 50% kebutuhan utama, 30% kebutuhan hiburan, atau keinginan dan 20% investasi, dana darurat atau menabung. Bisa juga menggunakan metode pembagian yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

2. Sisihkan Tabungan di Awal

Tetapkan dan sisihkan tabungan di awal untuk mencapai target keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Beberapa contoh antara lain tabungan untuk uang muka KPR, dana darurat, dana pensiun, daftar haji, dan lain-lain.

3. Merencanakan Dana Darurat

Salah satu yang paling penting dalam perencanaan keuangan adalah membuat dan mengumpulkan dana darurat. Dana yang diperuntukan bagi kebutuhan tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan karena berbagai alasan, sakit, dan sebagainya. Idealnya minimal 6 hingga 12 bulan pengeluaran rutin bulanan.

4. Hindari Utang Konsumtif

Utang konsumtif adalah hutang yang timbul dan digunakan untuk keperluan gaya hidup yang tidak terlalu penting, serta utang yang bila tidak diambil, maka tidak memengaruhi kondisi utama kebutuhan hidup. Sehingga sangat disarankan untuk menghindari utang konsumtif yang tidak perlu.

5. Belajar Literasi Keuangan

Dengan kemudahan mencari informasi saat ini, akan sangat mudah juga mencari dan mempelajari tentang literasi keuangan.

Dengan mempelajari literasi keuangan, akan mudah memutuskan apakah memerlukan bantuan financial planner, konsultasi tentang investasi, kebutuhan asuransi, dan sebagainya.

6. Evaluasi Berkala

Evaluasi kondisi keuangan berkala akan memudahkan pencapaian target keuangan, apabila ada tidak sesuai akan dengan mudah diatasi dan dikoreksi. Termasuk jika ada perubahan target, akan lebih mudah membuat rencana baru yang sesuai.

Baca juga: 4 Tips Menjalani Masa Pensiun dengan Bahagia dan Bebas Masalah Finansial

Inilah tahapan financial planning untuk first jobber yang mudah dipelajari dan dijalankan dengan bertahap untuk mencapai kondisi keuangan dan masa depan yang stabil. (ICL)