9 Cara Menjadi Kandidat Idaman HRD, Berpeluang Diterima Bekerja
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada proses rekrutmen, pelamar kerja perlu menarik perhatian HRD, bahkan mulai dari curriculum vitae (CV) yang dikirimkan. Seperti dikatakan, cara menjadi kandidat idaman HRD, dimulai dari CV yang dikirimkan hingga proses lamaran lainnya berlangsung.
Menjadi idaman HRD, akan memperluas peluang diterima bekerja di perusahaan yang dilamar. Selain itu, cara-cara yang ditempuh untuk menjadi kandidat pelamar yang diidamkan HRD juga dapat membangun personal branding yang baik.
Cara Menjadi Kandidat Idaman HRD: Mulai dari CV hingga Sikap saat Wawancara
Cara menjadi kandidat idaman HRD dapat dipelajari dan dilatih ketika pelamar kerja siap mencari pekerjaan di perusahaan. Kandidat idaman HRD perlu memiliki nilai yang positif dan sikap yang profesional.
Berikut cara yang dapat ditempuh pelamar kerja untuk disukai dan menarik perhatian HRD dalam proses melamar pekerjaan. Beberapa informasinya dikutip dari Buku Sakti Wawancara Kerja, Byzka Wibisono (2023:96).
1. CV Menarik dan Sesuai
Pelamar kerja perlu membuat CV yang menarik. Bukan dari isi CV yang penuh, tetapi CV yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilamar tentu menjadi sumber perhatian penting HRD.
Selain itu penggunaan font profesional, seperti Calibri, Helvetica, atau Arial, juga akan membuat CV terlihat rapi dan mudah dibaca.
2. Merespon Email atau Chat HRD dengan Baik
Ketika HRD tertarik dengan CV yang dikirimkan, HRD akan menghubungi pelamar kerja baik melalui email atau chat menggunakan aplikasi sesuai dengan informasi pribadi yang dicantumkan.
Ketika menerima email atau chat tersebut, pelamar kerja perlu bersikap profesional dalam menanggapi dan membalas pesan tersebut. Usahakan jangan menggunakan bahasa gaul dan mencecar HRD pertanyaan yang tidak terlalu penting.
3. Perhatikan Jejak Digital di Media Sosial
Sebagian besar HRD di perusahaan saat ini, mencari pekerja yang memiliki reputasi baik di media sosial. Oleh karenanya, pelamar kerja perlu memerhatikan jejak digital yang pernah dibuat.
Baik komentar, cuitan, konten foto, dan video harus dicek kembali agar tidak menimbulkan kesan negatif, ketika dilihat HRD perusahaan. Berhati-hati berkomentar dan hindari komentar kebencian saat menggunakan media sosial.
4. Riset Mengenai Perusahaan
Setelah dihubungi HRD perusahaan dan dijadwalkan menghadiri wawancara kerja, pelamar kerja perlu melakukan riset mengenai perusahaan. Hal ini untuk membekali pelamar kerja seputar perusahaan.
5. Berpenampilan Rapi saat Wawancara Kerja
Persiapkan diri dengan baik sebelum mendatangi wawancara kerja, termasuk pakaian dan penampilan. Berpenampilan rapi dan sopan adalah anjuran untuk datang ke wawancara kerja. Hal ini akan disukai oleh HRD dan tercermin citra yang baik sebagai pelamar kerja.
6. Berperilaku Sopan dan Profesional saat Wawancara Kerja
Selain penampilan, perhatikan pula perilaku yang tercermin saat wawancara kerja. Berlaku sopan dan santun ketika sampai di tempat wawancara kerja adalah hal yang wajib dilakukan. Bersikap profesional saat menjawab pertanyaan juga penting.
7. Tunjukan Soft Skill yang Dimiliki
Pelamar kerja biasanya terlihat dari hard skill dan kemampuan menguasai aplikasi hingga bahasa. Tunjukan jika pelamar kerja memiliki kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, serta adaptasi yang baik selama wawancara berlangsung.
Soft skill yang telah dimiliki pun tidak boleh dihilangkan. Bahkan setelah diterima bekerja di perusahaan.
8. Bertanya pada Sesi Pertanyaan Mengenai Perusahaan atau Pekerjaan
Ketika HRD memberikan sesi pertanyaan, pastikan pelamar kerja memiliki pertanyaan mengenai perusahaan maupun deskripsi pekerjaan. Tanyakan hal-hal yang mungkin tidak ditampilkan dalam profil perusahaan.
Hal ini akan menumbuhkan citra bahwa pelamar kerja tertarik dan telah mengetahui beberapa hal mengenai perusahaan.
9. Jujur dan Jadilah Diri Sendiri
Meskipun selama proses melamar kerja berlangsung, pelamar kerja membangun citra yang baik, tetapi tetap jujur dan menjadi diri sendiri adalah hal yang terbaik untuk dilakukan.
HRD yang profesional dan telah menghadapi puluhan bahkan ratusan pelamar kerja, akan mengetahui jika ada kebohongan yang disembunyikan oleh pelamar kerja. Tentu saja hal ini menjadi nilai negatif bagi pelamar kerja.
Baca Juga: 3 Contoh Perkenalan Diri yang Dilirik HRD agar Terkesan Baik dan Menarik
Bila dipelajari dan dikuasai dengan baik, cara menjadi kandidat idaman HRD, mampu memberi peluang besar bagi karier pelamar kerja. Tidak hanya sebagai peluang diterima kerja, juga panilaian HRD akan peningkatan jabatan di masa depan. (Fitri A)