Apa itu Career Pivot? Ini Jawaban serta 5 Pertimbangan sebelum Melakukannya
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kejenuhan dalam karier dapat berdampak besar bagi seorang pekerja. Banyak orang melakukan career pivot sebagai bentuk solusi dari kejenuhan tersebut. Lantas, apa itu career pivot?
Meskipun terdengar sama, career pivot dengan career switch itu berbeda. Oleh karenanya, pekerja yang terpikirkan career pivot sebagai solusi kejenuhan karier perlu memahaminya lebih dalam.
Apa Itu Career Pivot? Ini Penjelasannya
Apa itu career pivot? Pengertian career pivot terkadang serupa dengan career switch. Padahal career pivot tidak serumit career switch, yang mengharuskan pekerja terjun ke dunia yang baru dan berbeda dengan pekerjaan sebelumnya.
Berdasarkan buku Pivot: The Only Move That Matters Is Your Next One, Jenny Blake (2016:13), istilah pivot juga ada dalam permainan bola basket.
Pivot dalam permainan bola basket mengacu pada pemain yang menjaga satu kaki tetap di tempatnya, sambil menggerakkan kaki lainnya ke segala arah untuk mengeksplorasi opsi operan.
Istilah ini serupa juga untuk bidang karier. Career pivot memiliki arti sebagai pengalihan bidang pekerjaan yang dilakukan seseorang. Namun, career pivot dilakukan masih dalam lingkup industri yang sama dengan bidang yang berdekatan dengan karier sebelumnya.
Career pivot dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan karier seseorang. Dalam hal ini, kemampuan yang telah dimiliki juga tetap menjadi modal utama dalam proses career pivoting seseorang.
Misalnya, seorang social media officer yang telah bekerja bertahun-tahun, ingin mengembangkan diri dan kariernya menjadi seorang content marketing manager. Kedua bidang ini saling berkaitan, namun memiliki landasan kemampuan yang serupa.
Pertimbangan sebelum Melakukan Career Pivot
Tentu melakukan career pivot tidak semudah itu. Ada proses yang perlu dilakukan hingga siap terjun ke dunia pekerjaan yang mungkin baru, meskipun berada di industri pekerjaan yang sama.
Oleh karenanya, pekerja perlu memerhatikan beberapa pertimbangan sebelum melakukan career pivot. Berikut pertimbangan yang perlu diperhatikan, informasinya berdasarkan buku The Pivot Playbook: How to Reinvent Your Career and Thrive, Adam Wild.
1. Pertimbangkan Keuangan
Sebelum melakukan career pivot, ada baiknya pertimbangkan kondisi keuangan terlebih dulu. Pasalnya, untuk melakukan career pivot, pekerja perlu mengasah keterampilan dan mempersiapkan diri dan membutuhkan waktu dan keuangan yang kuat.
2. Pertimbangkan Kedua Jalur Karier yang Ditempuh
Meskipun terpikirkan untuk career pivot, pekerja bisa memikirkan kedua jalur karier yang akan ditempuh. Pikirkan jenjang ke depan atas pilihan karier yang dipilih sebagai pemikiran jangka panjang serta keuntungannya.
3. Pertimbangkan Toleransi Risiko setelah Career Pivot
Ketika menentukan pilihan untuk melakukan career pivot, pekerja juga perlu mempertimbangkan toleransi risiko setelah menjatuhkan pilihan. Apakah pekerjaan tersebut memiliki risiko tinggi akan kegagalan atau tidak? Tentu menjadi pertimbangan pekerja.
Pastikan bekerja pada level risiko yang nyaman. Dengan begitu, kesehatan fisik dan mental dapat dipelihara dengan baik sebagai output pemilihan pekerjaan yang sesuai dengan level risiko yang mungkin dihadapi.
4. Pertimbangkan Hal Terburuk dan Rencana Cadangan
Jika dalam proses career pivot menghadapi hal terburuk atau ketidakcocokan, pastikan pekerja memiliki rencana cadangan.
Jika berkenan, pada masa awal career pivot, pekerja dapat melakukannya bersamaan dengan karier yang tengah dijalani. Hal ini dapat menjadi “rencana cadangan” jika career pivot tidak berjalan baik.
5. Pertimbangkan Juga Hubungan dengan Orang Terdekat setelah Career Pivot
Ketika memilih career pivot, pertimbangkan juga hubungan dengan orang-orang terdekat. Jika pada proses atau melakukan career pivot memiliki risiko untuk mengurangi kuantitas berjumpa dengan orang terdekat, diskusikan terlebih dulu.
Kembali lagi, jika memungkinkan lakukan career pivot dengan takaran level risiko yang sesuai dan mampu untuk dihadapi.
Baca Juga: 4 Cara Switch Career Non-IT ke IT yang Penting untuk Dipahami
Penjelasan mengenai career pivot tadi telah membantu menjawab pertanyaan “apa itu career pivot?”. Penjelasannya juga dilengkapi dengan pertimbangan yang perlu dipikirkan matang-matang oleh pekerja yang akan melakukan career pivot. (Fitri A)