Apa Kepanjangan DRCAB dalam Konteks Medis? Ini Penjelasannya
Artikel yang membahas info seputar karier.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DRCAB merupakan sebuah istilah yang biasa digunakan dalam dunia medis. Istilah ini berhubungan erat dengan CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation. Pertanyaannya adalah apa kepanjangan DRCAB?
Untuk memahami kepanjangan dan maksud dari istilah tersebut, pemahaman mengenai CPR perlu didahulukan. Hal ini bertujuan agar pemahaman mengenai istilah ini lebih mendalam dan tidak terjadi kesalahan.
Apa Kepanjangan DRCAB dalam Konteks Medis? Ini Penjelasannya untuk Menambah Wawasan dan Pengetahuan
Dikutip dari Buku Cardiac Life Support, Muhammad Ridlo dkk. (2025), Cardiopulmonary Resuscitation adalah tindakan dalam dunia medis yang bertujuan untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien yang mengalami kondisi darurat akibat henti jantung dan paru.
Tindakan ini termasuk ke dalam bagian basic life support yang dapat dipelajari oleh masyarakat umum. Tujuannya adalah untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi hal tersebut.
Tujuan utama CPR adalah memulihkan fungsi bernapas dan sirkulasi darah dalam tubuh. Dalam CPR terdapat istilah DRCAB. Pertanyaannya adalah apa kepanjangan DRCAB? DRCAB merupakan singkatan dari danger, response, compression, airway, dan breathing.
DRCAB merupakan kerangka kerja CPR mulai dari persiapan hingga tindakan yang dapat dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.
1. Danger
Langkah pertama adalah melakukan penilaian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Prioritas utama adalah memastikan keamanan penolong dan pasien dari potensi bahaya.
2. Response
Setelah kondisi sekitar aman, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan responsivitas pasien. Hal ini dapat dilakukan dengan memanggil atau menepuk bahu secara perlahan.
3. Compression
Tahap ini merupakan tahapan yang bertindak sebagai pijat jantung secara eksternal. Caranya dengan membaringkan pasien pada permukaan yang datar dan keras, kemudian memberikan penekanan pada area dada.
4. Airway
Setelah kompresi, jalan napas pasien harus dibuka. Caranya adalah dengan mendongakkan kepala dengan satu tangan di dahi dan tangan lainnya mengangkat dagu pasien secara perlahan.
5. Breathing
Napas buatan diberikan jika pasien masih tidak bernapas. Teknik ini dapat dilakukan dari mulut ke mulut (dengan menjepit hidung pasien) atau mulut ke hidung. Dalam satu siklus CPR, pemberian napas buatan dilakukan setelah 30 kali kompresi dada, dengan rasio 30:2.
Baca juga: 5 Cara Menentukan Passion Karier agar Hidup Lebih Bermakna
Jadi, jawaban atas pertanyaan apa kepanjangan DRCAB adalah danger, response, compression, airway, dan breathing. Ini merupakan proses tindakan pada CPR. (ARD)