Arti Daily Worker, Contoh Pekerjaan, dan Perbedaannya dengan Freelancer
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daily worker adalah istilah yang populer di dunia kerja. Namun, masih banyak pencari kerja yang tidak mengetahui arti daily worker.
Padahal, jenis profesi tersebut dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam industri hospitality.
Penjelasan Arti Daily Worker dan Perbedaannya dengan Freelancer
Dikutip dari buku Cara Cerdas Pembibitan Sengon (Paraserianthes falcataria [L] Nielsen), Duladi (2021:19), menurut jenisnya, tenaga kerja dibedakan menjadi tenaga kerja bulanan, tenaga kerja harian tetap, tenaga kerja harian lepas, dan tenaga kerja kontraktor.
Salah satu yang populer di dalam industri hospitality adalah daily worker. Arti daily worker dalam bahasa Indonesia adalah pekerja harian lepas atau pekerja paruh waktu. Jenis profesi yang satu ini sangat dibutuhkan, terutama saat perusahaan memiliki “load” kerja yang sedang tinggi.
Sesuai dengan namanya, daily worker bekerja sesuai dengan kebutuhan proyek atau perusahaan. Pekerja lepas dipekerjakan dalam jangka waktu tertentu dan bayarannya akan dihitung berdasarkan jumlah hari kerja.
Sayangnya, pekerja harian lepas tidak memiliki kontrak kerja jangka panjang. Kendati demikian, pekerja harian tetap memiliki hubungan kerja tidak tetap dengan perusahaan dan biasanya tercatat serta lebih formal.
Lantas, apa perbedaannya dengan freelancer? Freelancer adalah orang yang bekerja secara mandiri dan tidak terikat pada satu perusahaan. Freelancer mendapatkan bayaran berdasarkan kontrak per proyek dan kesepakatan dengan klien. Freelancer juga tidak memiliki hubungan kerja tetap dan lebih independen.
Perbedaan lainnya juga terdapat pada tipe pekerjaan. Daily worker bisanya hanya dibutuhkan pada acara, proyek, atau musim tertentu. Sementara freelancer dapat dipekerjakan kapan pun.
Contoh Pekerjaan Daily Worker
Industri yang biasanya membutuhkan pekerja harian lepas bergerak dalam bidang pelayanan. Seperti hotel, restoran, EO, warehouse, pengantaran barang, dan lain sebagainya. Berikut contoh-contoh pekerjaan daily worker.
1. Kru Event Organizer (EO)
Pekerja harian lepas dalam Event Organizer biasa berperan menjadi kru panggung, staf teknis, pemasang dekorasi, dan lainnya. Event Organizer adalah industri musiman, sehingga membutuhkan tenaga pekerja harian lepas.
2. Staf Perhotelan atau Restoran
Saat musim liburan atau acara khusus, hotel dan restoran biasanya membutuhkan tenaga pekerja harian lepas. Pekerja harian lepas memiliki tugas sebagai pelayan, staf dapur, hingga housekeeping.
3. Pekerja Konstruksi
Sektor konstruksi juga membutuhkan pekerja harian lepas. Daily worker kerap ditugaskan sebagai buruh angkut, tukang bangunan, supir truk, hingga pengawas proyek skala kecil.
Baca juga: 4 Cara Mendapatkan Klien Internasional untuk Freelancer yang Aplikatif
Arti daily worker adalah pekerja harian lepas yang dipekerjakan oleh perusahaan atau organisasi untuk jangka waktu tertentu. Daily worker kebanyakan dibutuhkan dalam industri di bidang pelayanan. (FAR)