Konten dari Pengguna

Berapa Hari Kerja di Jepang? Ini Jumlah Hari dan Jam Kerjanya

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berapa Hari Kerja di Jepang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Andrew Leu
zoom-in-whitePerbesar
Berapa Hari Kerja di Jepang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Andrew Leu

Jepang merupakan negara Asia yang terkenal dengan semangat kerja tinggi. Masyarakat Jepang umumnya sangat produktif dan disiplin dalam bekerja. Jika benar demikian, lantas berapa hari kerja di Jepang?

Jumlah hari kerja di Jepang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan negara-negara di dunia, bahkan sama dengan Indonesia. Namun, ada salah satu kota di Jepang yang mempunyai hari kerja lebih sedikit daripada hari kerja di Indonesia.

Berapa Hari Kerja di Jepang? Ini Kisaran Waktunya

Berapa Hari Kerja di Jepang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Kanchan Raj Pandey

Bekerja merupakan kebutuhan manusia dewasa, baik untuk eksistensi diri maupun untuk mencukupi kebutuhan hidup (mendapat penghasilan). Kegiatan tersebut umum terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Jepang.

Negara dengan julukan Negeri Matahari Terbit tersebut bahkan pernah memiliki budaya gila kerja. Bekerja selama 60 jam per minggu pernah menjadi kondisi normal di Jepang. Namun, keadaan itu sudah berubah.

Jepang memiliki ketentuan khusus tentang hari kerja. Berapa hari kerja di Jepang? Jumlah hari kerja di Jepang saat ini adalah 5 hari kerja.

Dikutip dari buku Be The Winner, Yusuf (2005: 200), para pekerja Jepang bekerja 8 jam sehari. Hal itu berarti bahwa pekerja di Jepang bekerja selama 40 jam per minggu.

Kota Tokyo Punya 4 Hari Kerja di Tahun 2025

Berapa Hari Kerja di Jepang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/BREAKIFY

Jepang sebagai negara maju di dunia terus melakukan adaptasi dalam berbagai macam sektor. Jepang pun relatif terbuka untuk memikirkan kebutuhan masyarakat. Salah satu contoh adalah rencana penerapan empat hari kerja di tahun 2025.

Dikutip dari kumparanBISNIS, kumparan.com, Tokyo sebagai ibu kota Jepang akan memberlakukan kebijakan empat hari kerja dalam seminggu. Kebijakan tersebut berlaku untuk pegawai negeri mulai bulan April 2025.

Kebijakan tersebut bukan semata-mata untuk memperbanyak hari libur. Kebijakan empat hari kerja memiliki fokus utama agar perempuan dapat menyeimbangkan antara tanggung jawab karier dengan keluarga.

Hal itu menjadi penting karena tingkat kesuburan Jepang telah mengalami penurunan yang drastis. Oleh karena itu, pemerintah mengupayakan diri untuk mendorong generasi menikah serta mempunyai keluarga.

Baca juga: Kisaran Biaya Hidup di Jepang untuk TKI dalam Satuan Rupiah dan Yen

Jawaban dari pertanyaan berapa hari kerja di Jepang adalah lima hari. Namun, khusus pegawai negeri di Tokyo memiliki empat hari kerja. Jumlah hari kerja dapat mengalami perubahan seiring dengan kebijakan pemerintah setempat. (AA)