Direct Selling: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya dalam Bisnis
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Direct selling adalah salah satu metode penjualan harus dikuasai saat menjalankan bisnis. Teknik ini dinilai efektif untuk menarik pelanggan lebih banyak.
Metode ini cukup populer di dunia bisnis karena terbukti dapat memaksimalkan keuntungan. Ini bukan metode baru karena sudah ada sejak abad ke-19.
Pengertian Direct Selling Adalah Apa?
Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia, direct selling adalah penjualan langsung. Jadi produk dari konsumen akan langsung dijual kepada konsumen tanpa melalui perantara baik melalui presentasi langsung maupun secara daring.
Metode ini umumnya dilakukan oleh perusahaan non ritel. Salah satu contoh perusahaan yang menerapkan metode ini adalah Oriflame. Produknya langsung dijual kepada konsumen melalui konsultan kecantikan yang sudah terdaftar.
Di Indonesia, perusahaan yang ingin beroperasi harus mendaftar ke Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Menurut https://www.apli.or.id/, pendaftaran dilakukan agar perusahaan bisa beroperasi sesuai regulasi dan terhindar dari praktik ilegal.
Kelebihan dan Kekurangan Direct Selling
Sebelum menerapkan metode ini dalam bisnis, ketahui terlebih dulu apa saja kelebihan dan kekurangannya. Ini penting agar bisa menentukan langkah penanganan yang tepat jika terjadi masalah.
1. Kelebihan
Karena penjualan dilakukan dengan pendekatan personal, pemilik bisnis lebih memahami keinginan calon konsumen. Ini merupakan peluang untuk memperluas jangkauan penjualan dan menarik konsumen baru.
Dengan metode ini, produk langsung dijual lake konsumen. Ini membuat perusahaan bisa memangkas biaya pemasaran dan operasional.
Saat melakukan komunikasi langsung, perusahaan bisa menyesuaikan penawaran sesuai kebutuhan konsumen. Penawaran yang lebih personal terbukti dapat membuat pelanggan lebih loyal.
Setelah bertemu langsung, perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan feedback mengenai produk yang dijual. Masukan ini bisa dimanfaatkan untuk perbaikan produk atau layanan di kemudian hari.
2. Kekurangan
Bila menggunakan metode ini, maka penjual harus bisa membangun jaringan sendiri. Proses ini tidak bisa berlangsung dan perlu banyak tenaga penjual untuk memperluas pasar.
Direct selling baru akan terlihat hasilnya jika dilakukan dengan konsisten dan dalam jangka waktu lama. Karena itu, dibutuhkan dedikasi dan komitmen terutama ketika baru mulai menjalankan bisnis.
Baca Juga: AIDA: Pengertian dan Fungsinya dalam Pemasaran
Setelah paham direct selling adalah apa, pelaku usaha pun bisa menilai apakah metode ini cocok dengan usaha yang dijalankan saat ini atau tidak. Pertimbangkan semua faktor risiko agar bisa dicari strategi penyelesaian masalah yang tepat. (MFR)