Konten dari Pengguna

Kenapa Gaji UMR Setiap Daerah Berbeda? Ini Penjelasan Lengkapnya

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Gaji UMR Setiap Daerah Berbeda? Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Gaji UMR Setiap Daerah Berbeda? Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun

UMR atau Upah Minimum Regional merupakan patokan bagi para pencari kerja terkait dengan kompensasi yang harus diterima ketika bekerja di perusahaan. Namun, ada satu pertanyaan yang menarik untuk dibahas, yaitu kenapa gaji UMR setiap daerah berbeda.

Jika dilihat pada daftar UMR tahun 2025, setiap daerah besarannya berbeda-beda. Ternyata hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang harus dipahami bersama oleh pekerja maupun perusahaan.

Kenapa Gaji UMR Setiap Daerah Berbeda? Ini Penjelasannya

Kenapa Gaji UMR Setiap Daerah Berbeda? Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun

Dikutip dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 3 Tahun 1997 tentang Upah Minimum Regional, UMR merupakan upah minimum yang harus diberikan perusahaan kepada karyawan di daerah tersebut.

Namun, sejak tahun 2000 istilah UMR telah diganti menjadi UMK dan UMP atau Upah Minimum Kabupaten/Kota dan Upah Minimum Provinsi. Meski begitu, istilah UMR masih banyak digunakan oleh masyarakat hingga saat ini.

UMK bisa diartikan sebagai standar pengupahan yang telah ditetapkan oleh kabupaten atau kota. Sedangkan UMP merupakan upah minuman atau standar pengupahan yang ditetapkan oleh provinsi.

Lalu, kenapa gaji UMR setiap daerah berbeda? Saat ini ada beberapa hal yang menyebabkan UMK dan UMP besaran nilainya berbeda-beda. Hal tersebut tergantung pada kondisi ekonomi dan biaya hidup di masing-masing daerah. Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhinya.

1. Kondisi Ekonomi Daerah

Setiap wilayah memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tambah produksi yang berbeda, sehingga memengaruhi kemampuan perusahaan dalam membayar upah.

2. Kebutuhan Hidup Layak (KHL)

KHL menjadi acuan utama dalam menetapkan UMK dan UMP, karena mencerminkan standar kebutuhan dasar seorang pekerja lajang untuk hidup layak dalam satu bulan. Survei KHL dilakukan secara berkala oleh Dewan Pengupahan.

3. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah pusat dan daerah menetapkan kenaikan upah minimum setiap tahun berdasarkan pertimbangan ekonomi dan sosial. Kebijakan ini memaksa perusahaan untuk menyesuaikan struktur pengupahan.

4. Peran Serikat Pekerja

Diskusi dan perjanjian kerja bersama (PKB) dengan serikat pekerja dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam menyesuaikan upah, termasuk kenaikan UMK dan UMP.

Baca juga: 4 Cara Memanfaatkan LinkedIn untuk Karier dengan Optimal

Itulah beberapa hal yang bisa menjawab pertanyaan kenapa gaji UMR setiap daerah berbeda. Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan ketika pemerintah menetapkan besaran UMK dan UMP. (ARD)