Konten dari Pengguna

Pekerjaan Casual: Definisi dan Perbedaannya dengan Pekerjaan Paruh Waktu

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

[Pekerjaan casual adalah] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Lous Hansel
zoom-in-whitePerbesar
[Pekerjaan casual adalah] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Lous Hansel

Pekerjaan casual adalah jenis pekerjaan yang banyak diminati oleh masyarakat, terutama kawula muda. Pekerjaan ini dinilai fleksibel, sehingga cocok dilakukan ketika sudah memiliki aktivitas padat, tetapi ingin menambah pendapatan.

Biasanya, pekerjaan ini dilakukan sesuai kebutuhan atau sementara saja. Jika ingin mengambil peluang kerja ini, penting sekali mengetahui definisi dan perbedaannya dengan pekerjaan paruh waktu.

Pekerjaan Casual adalah Pekerjaan Fleksibel, Ini Definisinya

[Pekerjaan casual adalah] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Lous Hansel

Pekerjaan casual adalah jenis pekerjaan yang bisa dilakukan dengan fleksibel dan umumnya dilakukan tanpa adanya kontrak jangka panjang. Mengutip buku Berlibur, Beasiswa, Belajar, Bekerja, dan Bermukim di Australia Barat, Novi Wilkinson (2017), pekerja casual umumnya hanya bekerja sesuai kebutuhan proyek tertentu.

Dalam berbagai kasus, pekerja ini tidak memperoleh jaminan waktu kerja yang konsisten, sehingga pendapatan yang dihasilkan bervariasi. Contoh pekerjaan casual antara lain:

  • Freelancer yang mengambil proyek sesuai dengan permintaan.

  • Pekerja event (Contohnya, kru konser dan kru pameran).

  • Pekerja lepas harian di kafe atau restoran.

  • Pekerja gudang yang bekerja pada saat terdapat lonjakan permintaan.

Perbedaan Pekerjaan Casual dengan Paruh Waktu

[Pekerjaan casual adalah] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Lous Hansel

Ciri khas pekerjaan casual adalah ketidakpastian dari segi jam kerja. Sewaktu-waktu, pekerja dapat dipanggil secara mendadak atau hanya bekerja pada periode tertentu.

Selain itu, hak-hak pekerja casual umumnya berbeda dengan pekerja paruh waktu atau pekerja tetap. Contohnya, tidak memperoleh cuti berbayar, tunjangan kesehatan, atau pesangon apabila yang kontrak berakhir.

Sementara itu, pekerjaan paruh waktu atau part time merupakan pekerjaan yang jam kerjanya lebih sedikit dibandingkan pekerja penuh waktu atau full time.

Hanya saja pekerjaan part time tetap memiliki jadwal kerja yang lebih teratur dibandingkan pekerjaan casual. Biasanya, pekerja paruh waktu mempunyai kontrak dengan jumlah jam kerja yang telah ditetapkan, seperti 4 jam sehari. Beberapa contoh pekerjaan paruh waktu, yaitu:

  • Barista yang bekerja 3 hari dalam seminggu

  • Kasir minimarket yang bekerja 5 jam per hari

  • Pegawai bioskop yang bekerja pada sift malam.

Adapun perbedaan utama dari pekerja casual dan paruh waktu yaitu dari segi hak-hak tenaga kerja dan jam kerja. Pekerja paruh waktu cenderung lebih stabil dibandingkan pekerja casual dan umumnya memperolah beberapa tunjangan. Hal ini tergantung dengan kebijakan masing-masing perusahaan.

Baca juga: Arti Part Time, Manfaat, dan Kekurangannya

Secara umum, pekerjaan casual adalah pekerjaan yang cocok dipilih bagi individu yang menginginkan fleksibilitas tinggi tanpa terikat jangka panjang. Adapun pekerjaan part time lebih cocok dipilih bagi individu yang menginginkan penghasilan lebih stabil. (DLA)