Konten dari Pengguna

Perbedaan Janitor dan Cleaning Service: Lingkup Kerja dan Tanggung Jawab

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan janitor dan cleaning service. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/ Giorgio Trovato.
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan janitor dan cleaning service. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/ Giorgio Trovato.

Pekerjaan membersihkan suatu lingkungan atau tempat sering kali dianggap sama. Padahal pada pekerjaan itu terdapat dua skill yang berbeda, yaitu antara janitor dan cleaning service. Perbedaan janitor dan cleaning service terletak pada tanggung jawab kerja dan karakteristiknya.

Meskipun secara langsung pekerjaan ini terlihat mirip, pekerjaan keduanya berbeda dalam karakteristiknya. Memahami dua pekerjaan ini penting untuk memastikan pekerjaan yang tepat dan dilakukan oleh orang yang tepat.

Apa Perbedaaan Janitor dan Cleaning Service?

Perbedaan janitor dan cleaning service. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/ CDC.

Pekerjaan sebagai petugas kebersihan juga bisa menjadi batu loncatan menuju karier yang lebih maju di bidang pemeliharaan dan perbaikan gedung.

Banyak petugas kebersihan yang kemudian menjadi teknisi listrik, tukang ledeng, dan teknisi HVAC. Jadi, apa perbedaan janitor dan cleaning service?

1. Janitor

Mengutip dari buku Leading for Legacy, Eddy Supriyadinata (2022:22), janitor adalah para profesional yang bermartabat dan harus dihargai setara.

Janitor biasanya disebut sebagai petugas kebersihan gedung. Ia memiliki tanggung jawab untuk memelihara lingkungan kerjanya, termasuk kebersihan dan kenyamanan. Lingkup kerja janitor meliputi perawatan dan pemeliharaan suatu fasilitas secara rutin.

Tugas janitor adalahb menjaga lingkup kerjanya tetap berfungsi dengan baik. Mereka bekerja di suatu lingkup yang membutuhkan jadwal kerja rutin dan teratur, seperti sekolah, rumah sakit, kantor, maupun pusat perbelanjaan.

Pekerjaan janitor biasanya meliputi:

  • Rutin membuang sampah pada lingkup kerja

  • Menyapu dan mengepel area lobi, koridor, dan tempat umum lainnya

  • Membersihkan kamar mandi, dan mengisi ulang perlengkapan sanitasi

  • Memperbaiki lampu yang sudah mati dan menggantinya

  • Melakukan perbaikan kecil pada keran bocor

  • Memastikan alat dan perlengkapan kebersihan terjaga

2. Cleaning Service

Berbeda dengan janitor, cleaning service mengerjakan suatu pembersihan secara spesifik dan lebih mendalam. Mereka lebih fokus terhadap pekerjaan membersihkan sesuatu secara detail (deep cleaning).

Pekerjaan ini biasanya membutuhkan alat khusus dan dikerjakan oleh orang-orang tertentu dan disewa, sehingga mereka tidak terikat pada satu lokasi saja.

Pekerjaan cleaning service biasanya meliputi:

  • Mengelap dan membersihkan kaca pada gedung bertingkat

  • Mencuci karpet, pelapis sofa menggunakan mesin, atau alat tertentu

  • Membersihkan area dan tempat setelah renovasi atau pembangunan

  • Membersihkan dapur restoran secara keseluruhan dan mendalam

  • Membersihkan area sanitasi pada rumah sakit

Baca juga: 6 Profesi dengan Jam Kerja Fleksibel dan Tidak Terikat

Perbedaan janitor dan cleaning service terletak pada sifat pekerjaan dan tanggung jawab. Janitor bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan harian yang bersifat berkelanjutan. Sementara cleaning service berfokus pada pekerjaan pembersihan mendalam sesuai karakter, spesifik, dan sering kali dilakukan secara berkala atau satu kali. (KIA)