Stipend: Pengertian dan Cara Menghitungnya
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stipend adalah istilah yang ada dalam dunia kerja dan pendidikan. Terkadang banyak yang menyalahartikan sama dengan gaji. Padahal secara mendasar, stipend dengan gaji merupakan dua bentuk kompensasi yang berbeda.
Perbedaan keduanya bisa dilihat dari tujuan dari pemberian kompensasi ini. Bagi sebuah perusahaan, tentunya wajib mengetahui cara menghitung stipend yang tepat.
Pengertian dan Cara Menghitung Stipend adalah Sebagai Berikut
Dikutip dari buku Berburu Beasiswa. Prof. Elfindri, pengertian stipend adalah uang atau kompensasi tunai yang diberikan kepada orang tertentu dengan jumlah yang tetap untuk suatu keperluan.
Misalnya adalah untuk biaya pendidikan, biaya perawatan kesehatan, hingga biaya perjalanan untuk kepentingan bisnis. Inilah yang membuat stipend berbeda dengan gaji yang diberikan perusahaan kepada karyawan.
Gaji merupakan kompensasi yang diberikan kepada perusahaan sebagai bentuk imbalan atas karya yang dilakukan oleh karyawan. Gaji akan diberikan setiap bulan kepada masing-masing karyawan.
Contoh dari stipend adalah ada mahasiswa yang sedang magang di perusahaan dan mendapatkan kompensasi selama magang untuk keperluan hidup. Jika dalam konteks pekerjaan dan perusahaan, stipend biasanya diberikan dalam bentuk non tunai.
Misalnya, stipend diberikan kepada karyawan dalam bentuk jaminan kesehatan, keanggotaan gym, atau voucher untuk makan di restoran tertentu.
Lalu, bagaimana cara menghitung stipend? Cara menghitung besarannya adalah dengan memperhatikan beberapa faktor, berikut addalah di antaranya.
1. Biaya Hidup
Faktor pertama yang harus menjadi pertimbangan adalah biaya hidup. Jika perusahaan atau organisasi berada di kota besar, maka secara otomatis biaya hidup akan lebih besar, sehingga stipend yang diberikan harus sesuai.
2. Durasi Waktu
Lama atau durasi program juga bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan besaran stipend yang akan diberikan. Semakin lama, maka besaran stipen juga harus naik.
3. Kualifikasi dan Pengalaman
Beberapa program menyesuaikan stipend berdasarkan kualifikasi atau pengalaman sebelumnya. Mahasiswa pascasarjana atau individu dengan pengalaman relevan mungkin menerima stipend lebih tinggi.
Baca juga: Jurusan Ilmu Politik Bisa Kerja Apa? Ini 3 Pilihan Kariernya
Demikian adalah ulasan mengenai stipend. Jadi, stipend adalah upah dengan jumlah tetap yang dibayarkan kepada tenaga kerja, peserta magang, peserta pelatihan, sukarelawan, dan lain sebagainya. (WWN)