Konten dari Pengguna

Akuakultur: Pengertian dan Jenis-jenisnya

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi akuakultur. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi akuakultur. Foto: Pixabay

Akuakultur atau budi daya perikanan semakin dikenal masyarakat seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan laut dan air tawar. Kegiatan ini menjadi strategi penting dalam memenuhi permintaan protein hewani yang terus bertambah. Pemahaman tentang akuakultur, mulai dari definisi hingga jenis-jenisnya, akan membantu siapa pun yang ingin terlibat atau mengetahui lebih jauh tentang sektor ini.

Pengertian Akuakultur

Akuakultur merupakan salah satu metode utama dalam produksi sumber pangan air. Menurut buku Teknologi Akuakultur karya Waode Munaeni dkk., akuakultur merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memelihara organisme akuatik, seperti ikan, crustacea (udang dan kepiting), kerang, serta berbagai spesies air lainnya. Tahapan dalam budi daya, meliputi pembenihan atau pembibitan, pendederan, dan pembesaran.

Definisi Akuakultur Menurut Para Ahli

Masih berdasarkan buku Teknologi Akuakultur, Tacon & Halwart menyatakan bahwa akuakultur mencakup kegiatan yang melibatkan sebagian besar atau seluruh siklus hidup spesies akuatik dalam berbagai jenis sistem budi daya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kontrol atas produksi dan kualitas produk.

Sementara itu, Boyd & Tucker mendefinisikan akuakultur sebagai usaha untuk memelihara dan mengelola organisme akuatik dengan tujuan komersial, rekreasi, atau peningkatan stok alami. Kegiatan ini mencakup pengelolaan air, pemberian pakan, pengendalian penyakit, dan perbaikan genetika spesies.

Perbedaan Akuakultur dan Perikanan Tangkap

Akuakultur berfokus pada pembesaran organisme air secara terencana di kolam, tambak, atau keramba. Sedangkan perikanan tangkap mengandalkan hasil laut atau perairan bebas terbuka yang tidak dikelola secara khusus. Dengan demikian, akuakultur memberi kepastian hasil panen yang lebih stabil.

Tujuan dan Manfaat Akuakultur

Kegiatan akuakultur bertujuan meningkatkan produksi pangan air, memperluas lapangan kerja, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Selain menyediakan produk pangan, akuakultur juga mendukung ekonomi lokal dan memperkaya ragam komoditas ekspor.

Jenis-Jenis Akuakultur

Terdapat berbagai jenis akuakultur yang dikategorikan berdasarkan lingkungan budi daya maupun komoditas yang dibudidayakan. Setiap jenis memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri.

Berdasarkan Lingkungan Budi Daya

Akuakultur air tawar biasanya dilakukan di kolam atau danau, mengutamakan ikan konsumsi seperti lele, nila, dan gurami. Sementara itu, akuakultur air payau banyak ditemukan di tambak dekat pesisir, cocok untuk udang dan bandeng. Adapun akuakultur air laut meliputi budi daya di laut lepas, terutama untuk kerang, rumput laut, dan ikan laut.

Berdasarkan Komoditas yang Dibudidayakan

Budi daya ikan menjadi jenis paling umum dengan ragam spesies yang mudah dipelihara. Selain ikan, budi daya udang juga sangat diminati karena nilai ekonomisnya tinggi. Ada pula budi daya kerang dan moluska yang banyak dilakukan di pesisir, serta budi daya rumput laut yang menjadi komoditas ekspor andalan.

Contoh Penerapan Akuakultur di Indonesia

Di Indonesia, penerapan akuakultur sangat beragam. Pembudidaya lokal banyak mengembangkan tambak udang di pesisir, kolam ikan air tawar di pedesaan, hingga budi daya rumput laut di kawasan pesisir Indonesia. Ragam praktik ini mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Melansir laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi lahan akuakultur di Indonesia mencapai 18 juta hektare. Adapun komoditas unggulan sektor budi daya perikanan, seperti udang, rumput laut, nila, lobster, dan kepiting.

Kesimpulan

Akuakultur terus berkembang sebagai solusi strategis dalam penyediaan pangan berbasis air. Pengelolaan yang baik dan pemilihan jenis akuakultur yang sesuai dapat meningkatkan hasil panen dan mendukung ekonomi masyarakat. Dengan memahami akuakultur secara menyeluruh, peluang pengembangan sektor perikanan di Indonesia menjadi semakin terbuka lebar.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)