Konten dari Pengguna

Amplang Ikan: Pengertian dan Jenis Ikan yang Digunakan

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi amplang ikan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi amplang ikan. Foto: Pexels

Amplang ikan merupakan salah satu camilan khas dari Kalimantan Timur yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat amplang digemari banyak kalangan. Tak heran, amplang kerap dijadikan oleh-oleh atau teman bersantai di berbagai daerah.

Amplang Ikan: Definisi dan Asal-Usulnya

Sebagai camilan tradisional, amplang ikan memiliki sejarah yang cukup panjang dan erat kaitannya dengan budaya lokal. Amplang berkembang pesat di wilayah pesisir, seperti Samarinda dan Balikpapan.

Menurut jurnal Kajian Mutu Amplang Ikan Pipih, Bandeng dan Tenggiri yang Diproduksi di Kalimantan Timur karya Paluphy Eka Yustini dan Titik Nurwidayati, amplang ikan adalah produk olahan hasil perikanan dengan bahan baku lumatan daging ikan, udang, atau surimi minimum 30%. Lumatan daging ikan tersebut dicampur dengan tepung tapioka atau tepung sejenis lainnya, telur, dan bahan-bahan lain, lalu dicetak dan digoreng.

Apa yang Dimaksud dengan Amplang?

Amplang adalah makanan ringan berbahan dasar ikan yang diolah bersama tepung dan bumbu. Proses pembuatannya umumnya melalui pencampuran daging ikan, tepung, dan rempah, lalu dibentuk kecil-kecil dan digoreng hingga kering.

Hasil akhirnya berupa camilan yang ringan, renyah, dan memiliki aroma ikan yang khas. Dari bentuknya, amplang biasanya menyerupai batang atau bulatan kecil.

Sejarah dan Asal Usul Amplang

Pada awalnya, amplang dibuat oleh masyarakat pesisir untuk mengawetkan hasil tangkapan ikan. Seiring waktu, camilan ini menjadi ikon kuliner Kalimantan Timur dan berkembang dengan variasi rasa.

Proses Pembuatan Amplang Secara Umum

Pembuatan amplang dimulai dari pemilihan ikan segar, penghalusan daging, pencampuran dengan tepung, pembentukan adonan, hingga tahap penggorengan. Proses ini bertujuan menjaga tekstur dan rasa ikan tetap terasa pada hasil akhir.

Karakteristik Amplang sebagai Camilan Tradisional

Ciri khas amplang terletak pada aroma ikan dan sensasi gurih yang kuat. Selain itu, tekstur renyah dan tidak berminyak menjadi daya tarik utama bagi penikmatnya.

Amplang Terbuat dari Ikan Apa Saja?

Pemilihan jenis ikan sangat memengaruhi mutu dan cita rasa amplang ikan. Di Kalimantan Timur, terdapat beberapa jenis ikan utama yang digunakan dalam pembuatan amplang.

Ikan Pipih sebagai Bahan Baku Amplang

Ikan pipih sering dipilih, karena dagingnya lembut, tidak berbau amis, dan mudah diolah. Amplang dari ikan pipih biasanya menghasilkan tekstur yang ringan dan renyah.

Penggunaan Ikan Bandeng dalam Pembuatan Amplang

Ikan bandeng juga banyak digunakan, karena rasanya gurih dan kandungan proteinnya tinggi. Amplang dari bandeng dikenal memiliki aroma yang khas dan warna yang menarik.

Ikan Tenggiri untuk Amplang: Kelebihan dan Kekhasannya

Tenggiri menjadi favorit, karena menghasilkan amplang dengan rasa lebih kuat dan tekstur yang padat. Selain gurih, amplang tenggiri juga dianggap lebih awet.

Perbandingan Mutu Amplang dari Berbagai Jenis Ikan

Mutu amplang dipengaruhi oleh jenis ikan yang digunakan. Setiap ikan memberikan karakteristik tekstur, rasa, dan aroma yang berbeda, sehingga konsumen bisa memilih sesuai selera.

Kualitas dan Ciri Amplang Ikan yang Baik

Kualitas amplang ikan dipengaruhi oleh pemilihan bahan baku dan proses pengolahannya. Amplang berkualitas umumnya memiliki tekstur garing, rasa gurih seimbang, dan kandungan gizi yang cukup.

Standar Mutu Amplang Berdasarkan Jenis Ikan

Mutu amplang biasanya ditentukan dari warna, aroma, dan rasa. Amplang ikan pipih cenderung lebih cerah, sedangkan tenggiri menghasilkan warna lebih pekat dan rasa lebih kuat.

Berdasarkan laporan Pembuatan Amplang Berbahan Dasar Tiram dari Lajari Kabupaten Barru oleh Achmad Rizal, mutu dan keamanan amplang diukur melalui berbagai parameter kimia dan mikrobiologi. Kadar air dalam amplang tidak boleh melebihi 4%, kadar abu maksimal 5%, kadar lemak maksimal 35%, dan kadar protein minimal 7%.

Tekstur, Rasa, dan Kandungan Gizi Amplang

Amplang ideal sebaiknya renyah, tidak keras, dan tidak mudah hancur. Rasa ikan yang terasa alami dan kandungan proteinnya juga menjadi nilai tambah.

Tips Memilih Amplang Ikan Berkualitas

Pilihlah amplang dengan kemasan rapat, aroma segar, dan tidak tengik. Cermati juga label komposisi serta tanggal kedaluwarsa untuk memastikan mutu dan keamanan produk.

Kesimpulan

Amplang ikan merupakan camilan khas Kalimantan Timur yang dibuat dari berbagai jenis ikan, seperti ikan pipih, bandeng, dan tenggiri. Pilihan jenis ikan sangat memengaruhi rasa, tekstur, dan kualitas amplang yang dihasilkan. Dengan mengenali ciri amplang ikan yang baik, masyarakat dapat menikmati camilan tradisional ini dengan rasa terbaik dan mutu terjamin.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)