Konten dari Pengguna

Apa itu Edible Coating? Pengertian dan Bahan Penyusun Edible Coating

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas edible coating terbuat dari apa. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas edible coating terbuat dari apa. Foto: Pexels

Edible coating merupakan salah satu inovasi di bidang pangan yang semakin populer beberapa tahun terakhir. Lapisan tipis ini digunakan untuk melapisi makanan, dengan tujuan menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan. Penggunaannya kini banyak dijumpai pada produk hasil laut, buah-buahan, hingga olahan daging.

Pengertian Edible Coating

Edible coating adalah lapisan tipis yang bisa dimakan, dibuat dari bahan pangan alami, dan diaplikasikan pada permukaan makanan. Edible coating tidak hanya melindungi makanan dari kerusakan fisik, tetapi juga membantu menghambat pertumbuhan mikroba.

Menurut jurnal Kitosan Kulit Udang Vaname sebagai Edible Coating pada Bakso Ikan Tuna karya Kartika Wulandari dkk., edible coating merupakan lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan. Edible coating dapat dibuat dari berbagai bahan termasuk polisakarida, protein, dan lipid.

Definisi Edible Coating

Secara sederhana, edible coating berarti pelapis makanan yang aman dikonsumsi. Lapisan ini biasanya tidak mengubah rasa produk, sehingga kualitas pangan tetap terjaga. Keunggulannya terletak pada kemampuannya untuk menjaga kelembapan, aroma, hingga warna asli makanan.

Fungsi Edible Coating dalam Industri Pangan

Dalam industri pangan, edible coating berfungsi sebagai penghalang alami yang memperlambat penurunan mutu makanan. Selain itu, lapisan ini mampu mengurangi penggunaan bahan pengawet sintetis, sehingga produk menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan. Penggunaan edible coating juga membantu menjaga tampilan makanan tetap segar selama distribusi.

Edible Coating Terbuat dari Apa?

Bahan dasar edible coating berasal dari sumber alami yang sudah terbukti aman bagi kesehatan. Setiap jenis bahan memiliki karakteristik tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan produk makanan.

Bahan Dasar Pembuatan Edible Coating

Polisakarida

Polisakarida seperti pati, selulosa, atau kitosan kerap digunakan untuk membuat edible coating. Bahan ini dikenal mampu membentuk lapisan yang kuat dan fleksibel, serta efektif menghambat masuknya oksigen.

Protein

Protein dari susu, kedelai, atau gelatin juga sering menjadi pilihan. Lapisan berbahan protein mampu menjaga kelembapan sekaligus memperbaiki tekstur permukaan makanan.

Lipid

Lipid, misalnya lilin alami atau asam lemak, cenderung dipilih untuk melindungi makanan dari kehilangan air. Lapisan lipid biasanya digunakan untuk produk yang rentan mengering.

Contoh Edible Coating dari Kitosan Kulit Udang

Kitosan yang diekstrak dari kulit udang menjadi salah satu bahan edible coating yang banyak dikembangkan di Indonesia. Selain mudah didapat, chitosan efektif menghambat pertumbuhan mikroba pada makanan laut maupun produk olahan.

Manfaat dan Aplikasi Edible Coating

Keberadaan edible coating membawa sejumlah manfaat praktis di bidang pangan. Teknologi ini memberi solusi alami untuk memperpanjang daya simpan makanan tanpa mengurangi mutu.

Manfaat Edible Coating pada Produk Pangan

Edible coating membantu menjaga kesegaran, tekstur, dan kualitas gizi produk pangan. Lapisan ini juga memperlambat proses oksidasi, sehingga warna dan rasa makanan tetap terjaga. Tidak hanya itu, edible coating dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai pada pengemasan makanan.

Berdasarkan jurnal Pengaruh Penggunaan Edible Coating terhadap Susut Bobot, pH, dan Karakteristik Organoleptik Buah Potong pada Penyajian Hidangan Dessert karya Alsuhendra dkk., edible coating merupakan penghalang yang baik terhadap air dan oksigen. Selain itu, edible coating juga dapat mengendalikan laju respirasi, sehingga banyak digunakan untuk mengemas produk buah-buahan segar dan produk pangan lainnya.

Studi Edible Coating Kitosan pada Bakso Ikan Tuna

Penggunaan kitosan sebagai edible coating pada bakso ikan tuna mampu meningkatkan daya simpan produk dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri. Hal ini menunjukkan potensi edible coating untuk memperbaiki kualitas dan keamanan makanan secara alami.

Kesimpulan

Edible coating adalah lapisan pelindung berbahan alami yang aman dikonsumsi dan mampu menjaga mutu makanan. Dengan bahan dasar seperti polisakarida, protein, hingga lipid, edible coating digunakan secara luas pada aneka produk pangan, termasuk produk perikanan. Penerapan edible coating, termasuk yang berbahan kitosan, menjadi strategi efektif untuk memperpanjang masa simpan sekaligus mendukung pangan yang lebih sehat.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)