Apa itu Modified Atmosphere Packaging (MAP) dan Bagaimana Prinsip Kerjanya?
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemasan pangan kini berkembang pesat berkat inovasi teknologi. Salah satu metode yang kerap digunakan untuk menjaga kualitas makanan adalah modified atmosphere packaging (MAP). Proses ini memanfaatkan perpaduan gas tertentu dalam kemasan agar makanan tetap segar dan tahan lebih lama.
Pengertian Modified Atmosphere Packaging (MAP)
Modified atmosphere packaging atau MAP merupakan teknik pengemasan yang mengubah komposisi udara di dalam kemasan makanan. MAP banyak diterapkan pada produk berbahan segar, seperti daging, ikan, atau sayuran, karena dapat membantu menjaga tampilan, rasa, dan tekstur produk yang dikemas.
Menurut jurnal Pengaruh Metode Pengemasan Ikan Tongkol Asap Guna Menghambat Kemunduran Mutu pada Suhu Ruang karya Almalia Surya Gustiningrum dkk., prinsip metode MAP adalah pengemasan dengan menggunakan campuran gas yang telah ditentukan untuk menggantikan udara di dalam kemasan. Teknik pengemasan ini memanfaatkan gas karbon dioksida, nitrogen, dan oksigen.
Prinsip Kerja Modified Atmosphere Packaging
MAP bekerja dengan cara mengganti udara biasa di dalam kemasan dengan campuran gas tertentu. Setiap jenis gas memiliki peran penting dalam menjaga kualitas makanan selama penyimpanan. Dengan teknologi ini, produsen bisa menyesuaikan kebutuhan pengemasan sesuai karakteristik produk.
Komposisi Gas dalam MAP
Tiga gas utama yang digunakan dalam MAP adalah oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen. Oksigen biasanya dikontrol untuk menghambat pertumbuhan bakteri aerob dan menjaga warna pada makanan tertentu.
Kemudian, karbon dioksida berperan sebagai penghambat mikroba, sedangkan nitrogen digunakan untuk mencegah oksidasi dan menjaga kekenyalan kemasan. Proporsi masing-masing gas diatur agar sesuai dengan kebutuhan produk yang dikemas.
Metode Pengemasan MAP
Proses MAP dilakukan dengan menggantikan udara biasa di dalam kemasan plastik menggunakan alat khusus, seperti mesin pengisi gas. Teknologi ini mampu mengatur kadar gas dengan presisi.
Perbedaan utama MAP dibandingkan metode konvensional terletak pada perlindungan yang lebih optimal, sehingga produk lebih tahan lama dan kualitasnya lebih stabil selama penyimpanan.
Pengaruh MAP pada Produk Pangan
MAP terbukti efektif dalam memperlambat penurunan mutu produk pangan, termasuk ikan asap dan daging segar. Pengemasan dengan MAP membantu menjaga rasa, warna, dan tekstur produk, sehingga tetap layak konsumsi lebih lama pada suhu ruang. Penerapan teknik ini juga menurunkan risiko kontaminasi, sehingga makanan lebih aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian Putri Wullandari and Diini Fithriani dalam jurnal Aplikasi Pengemasan dengan Atmosfir Termodifikasi (MAP) pada Ikan Segar, penggunaan MAP yang dikombinasikan dengan penyimpanan beku dapat memperpanjang umur simpan whiting, mackerel, dan fillet salmon. Dengan MAP, fillet ikan kod memiliki umur simpan 20 hari, sedangkan umur simpan fillet whiting yang dikemas dalam 100% karbon dioksida dan disimpan pada suhu 4 derajat Celcius bisa mencapai 15 hari.
Kesimpulan
Modified atmosphere packaging (MAP) merupakan solusi pengemasan modern yang mampu memperpanjang umur simpan makanan dengan mengatur komposisi gas dalam kemasan. Prinsip kerja MAP memberikan perlindungan lebih baik terhadap kualitas dan keamanan produk pangan, terutama pada produk segar dan olahan, seperti ikan.
Dengan teknologi ini, produsen dapat menjaga mutu makanan hingga sampai ke tangan konsumen, sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat kerusakan produk.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)