Konten dari Pengguna

Apa itu Rekayasa Genetika Ikan? Metode, Manfaat, dan Perkembangannya

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rekayasa genetika ikan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rekayasa genetika ikan. Foto: Pexels

Rekayasa genetika ikan semakin banyak dibicarakan dalam dunia akuakultur. Inovasi ini menawarkan cara baru untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas ikan di sektor budi daya. Di balik peluang tersebut, ada berbagai metode, manfaat, hingga tantangan yang perlu dipahami sebelum teknologi ini diterapkan secara luas.

Pengertian Rekayasa Genetika pada Ikan

Rekayasa genetika ikan merupakan proses mengubah, menambah, atau mengurangi materi genetik ikan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan sifat tertentu pada ikan yang diinginkan.

Menurut Dwi Ulta Sari dalam dokumen berjudul Rekayasa Genetika pada Ikan Budidaya, prinsip umum dari modifikasi organisme secara genetika atau genetically modified organism (GMO) adalah mengubah materi genetika dari genom suatu organisme. Pada organisme akuatik, produksi transgenik ikan rainbow trout telah dilakukan oleh Maclean dan Talwar pada 1984 serta ikan mas oleh Zhu dkk. pada 1985.

Tujuan dan Manfaat Rekayasa Genetika Ikan

Penerapan rekayasa genetika ikan utamanya bertujuan memperbaiki sifat ikan agar lebih adaptif dan produktif. Manfaatnya meliputi peningkatan kualitas hasil panen, efisiensi pakan, dan ketahanan terhadap serangan penyakit.

Teknologi ini juga dapat menunjang ketahanan pangan dengan menghasilkan stok ikan yang lebih unggul dan stabil untuk kebutuhan masyarakat. Selain itu, rekayasa genetika membuka peluang pengembangan ikan baru yang lebih ramah lingkungan.

Metode Rekayasa Genetika Ikan

Seleksi Buatan (Selective Breeding)

Metode ini memanfaatkan pemilihan induk ikan berdasarkan sifat unggul tertentu. Melalui proses seleksi, keturunan ikan diharapkan mewarisi karakter yang diinginkan, seperti pertumbuhan cepat atau warna menarik.

Transgenesis pada Ikan

Transgenesis melibatkan penyisipan gen asing ke dalam genom ikan, sehingga ikan memperoleh sifat baru yang tidak dimiliki sebelumnya. Contohnya adalah ikan yang mampu tumbuh lebih cepat dibandingkan ikan biasa.

Marker Assisted Selection (MAS)

Teknologi MAS menggunakan penanda molekuler sebagai alat bantu seleksi genetik. Dengan metode ini, proses identifikasi ikan unggul menjadi lebih efisien dan akurat.

Genome Editing pada Ikan

Teknik genome editing, seperti Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR), memungkinkan perubahan gen secara spesifik dan presisi. Inovasi ini memudahkan pengembangan ikan dengan sifat tertentu sesuai kebutuhan industri perikanan.

Tantangan dan Perkembangan Rekayasa Genetika Ikan di Indonesia

Di Indonesia, rekayasa genetika ikan masih menghadapi beberapa hambatan. Regulasi yang ketat, keterbatasan teknologi, dan isu etika menjadi tantangan utama dalam implementasi.

Namun, perkembangan penelitian dan kolaborasi antarlembaga semakin membuka peluang untuk pemanfaatan teknologi ini di masa depan. Upaya edukasi dan penguatan regulasi juga terus dilakukan agar pemanfaatan rekayasa genetika dapat berjalan seimbang dan aman.

Menurut Eni Kusrini dalam jurnal Perkembangan Rekayasa Genetika dalam Budidaya Ikan Hias di Indonesia, Indonesia mulai melakukan penelitian dasar di bidang bioteknologi yang berkaitan dengan pembentukan ikan transgenik sejak 2006. Hingga kini, fokus komoditas yang digunakan dalam kegiatan rekayasa genetika ikan di Indonesia meliputi jenis-jenis ikan air tawar, yakni ikan mas, nila, lele, patin, dan gurami.

Kesimpulan

Rekayasa genetika ikan hadir sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas sektor perikanan. Dengan berbagai metode seperti seleksi buatan, transgenesis, dan genome editing, teknologi ini berpeluang besar mendukung ketahanan pangan serta efisiensi produksi. Meskipun masih ada tantangan, perkembangan rekayasa genetika ikan di Indonesia menunjukkan arah yang positif untuk masa depan budi daya perikanan.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)