Bandeng Presto: Pengertian dan Proses Pengolahannya
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bandeng presto merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang terkenal, karena teksturnya yang lembut hingga ke bagian duri. Proses pengolahannya memanfaatkan teknik tekanan tinggi, sehingga bandeng menjadi mudah dikonsumsi. Makanan ini banyak ditemukan di berbagai daerah dengan variasi bumbu yang kaya rasa.
Apa yang Dimaksud dengan Bandeng Presto?
Bandeng presto memiliki ciri khas pada tekstur ikan yang sangat empuk, termasuk pada bagian durinya. Makanan ini dibuat dengan cara memanfaatkan tekanan uap untuk melunakkan tulang ikan, sehingga aman dikonsumsi oleh segala usia.
Menurut laporan Proses Pembuatan Presto Ikan Bandeng (Chanos chanos) dan Pengolahan Limbah di CV. Fania Food, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Rizki Amba Artanto, bandeng presto adalah produk olahan hasil perikanan dengan bahan baku ikan utuh yang mengalami beberapa perlakuan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 4106.1-2009. Perlakuan ini mencakup penerimaan bahan baku, sortasi, penyiangan, pencucian, perendaman, pembungkusan, pengukusan, pendinginan, pengepakan, pengemasan, penandaan, dan penyimpanan.
Definisi Bandeng Presto
Secara sederhana, bandeng presto adalah ikan bandeng yang dimasak menggunakan teknik presto, yaitu pemasakan dengan tekanan tinggi. Metode ini membuat duri bandeng menjadi sangat lunak, sehingga dapat dimakan bersama dagingnya.
Sejarah Singkat Bandeng Presto
Bandeng presto mulai dikenal di Indonesia pada pertengahan abad ke-20. Idenya muncul sebagai solusi agar ikan bandeng lebih mudah dimakan tanpa khawatir duri. Seiring waktu, bandeng presto berkembang menjadi oleh-oleh khas dari beberapa daerah, seperti Semarang.
Berdasarkan buku Jelajah Juwana Kajian Budaya Lokal pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar karya Ika Oktavianti dkk., bandeng presto ditemukan pada 1977 oleh Hanna Budimulya yang lahir di Pati, Jawa Tengah. Pada awalnya, bandeng presto dibuat dalam skala kecil, tetapi kini semakin berkembang dan menjadi ikon oleh-oleh Kota Semarang.
Ciri Khas Bandeng Presto
Selain tekstur duri yang empuk, bandeng presto juga terkenal dengan bumbu rempah yang meresap ke dalam daging ikan. Aroma khas dari bumbu inilah yang membuat bandeng presto digemari banyak orang.
Bagaimana Proses Pengolahan Bandeng Presto?
Pengolahan bandeng presto membutuhkan teknik khusus agar hasilnya optimal. Proses ini dimulai dari pemilihan ikan segar hingga pengemasan agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.
Persiapan Bahan Baku
Tahap awal dimulai dengan memilih ikan bandeng segar serta membersihkannya dari sisik dan isi perut. Pemilihan ikan yang berkualitas sangat menentukan hasil akhir bandeng presto.
Teknik Presto pada Ikan Bandeng
Teknik presto menggunakan panci khusus bertekanan tinggi. Ikan yang sudah dibumbui dimasukkan ke dalam panci, lalu dipanaskan dalam waktu tertentu agar daging dan durinya melunak secara merata.
Tahapan Pengolahan Bandeng Presto
Pembersihan dan pemotongan: ikan dibersihkan, dibuang isi perutnya, dan dipotong sesuai kebutuhan.
Proses presto: ikan yang telah dibumbui dimasukkan ke dalam panci presto, kemudian diproses pada tekanan dan suhu tertentu hingga durinya lunak.
Pengemasan dan penyimpanan: setelah matang, bandeng presto didinginkan, lalu dikemas agar tetap awet sebelum dijual atau dikonsumsi.
Manfaat dan Keuntungan Proses Presto
Teknik presto memberikan banyak manfaat, di antaranya membuat duri bandeng menjadi lunak, sehingga tidak berbahaya saat dimakan. Selain itu, kualitas gizi tetap terjaga dan produk dapat bertahan lebih lama.
Kesimpulan
Bandeng presto adalah olahan ikan khas Indonesia yang dihasilkan melalui teknik presto agar durinya menjadi empuk dan mudah dikonsumsi. Proses pengolahan bandeng presto yang cermat memastikan rasa dan teksturnya tetap lezat. Dengan proses pengemasan yang baik, bandeng presto dapat menjadi pilihan makanan praktis dan bergizi untuk berbagai kalangan.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)