Konten dari Pengguna

Biomassa Ikan: Pengertian dan Cara Menghitungnya

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung biomassa ikan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung biomassa ikan. Foto: Pixabay

Biomassa ikan merupakan salah satu konsep penting dalam pengelolaan budi daya perikanan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan total bobot ikan yang dipelihara di suatu kolam atau area perairan. Memahami biomassa ikan membantu pembudidaya dalam memantau pertumbuhan dan menentukan langkah pengelolaan yang tepat, terutama dalam aspek pakan dan kepadatan ikan.

Apa itu Biomassa pada Ikan?

Dalam dunia perikanan, biomassa ikan kerap dijadikan acuan untuk menghitung total berat hidup seluruh ikan yang ada pada suatu sistem. Data ini sangat krusial, karena menjadi dasar utama dalam menentukan jumlah pemberian pakan agar pertumbuhan ikan berjalan optimal.

Berdasarkan laporan Pengaruh Hormon Pertumbuhan Rekombinan terhadap Sintasan dan Biomassa pada Pembesaran Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) oleh Gio Ferry Ramadhan, biomassa merupakan jumlah keseluruhan bobot ikan pada suatu populasi. Perhitungan biomassa dilakukan dengan menimbang semua ikan pada kolam perlakuan di setiap satu minggu hingga akhir pemeliharaan.

Definisi Biomassa Ikan

Biomassa ikan menggambarkan akumulasi berat seluruh individu ikan dalam satu unit habitat. Penghitungan ini biasanya dilakukan secara berkala untuk mengetahui laju pertumbuhan dan efektivitas sistem pemeliharaan.

Pentingnya Biomassa dalam Budi Daya Ikan

Biomassa berperan sebagai indikator produktivitas dan efisiensi budi daya. Selain itu, data biomassa juga penting untuk menentukan kebutuhan pakan dan mencegah stres akibat kepadatan yang berlebihan.

Cara Menghitung Biomassa Ikan

Penghitungan biomassa ikan umumnya dilakukan dengan metode sederhana, tetapi tetap harus akurat. Informasi ini sangat dibutuhkan agar pengelolaan kolam dapat berjalan optimal dan sesuai target produksi.

Rumus Perhitungan Biomassa

Rumus dasar yang sering digunakan adalah:

Biomassa = jumlah ikan x rata-rata berat per ekor

Contoh Penghitungan Biomassa Ikan

Misalkan terdapat 1.000 ekor ikan dengan rata-rata berat 200 gram, maka biomassa total adalah 1.000 x 200 gram = 200.000 gram atau 200 kilogram. Cara ini memudahkan pembudidaya dalam melakukan evaluasi dan perencanaan.

Faktor yang Memengaruhi Biomassa Ikan

Beberapa faktor memengaruhi perkembangan biomassa ikan, baik dari aspek internal maupun eksternal. Mengenali faktor-faktor ini membantu pembudidaya mengambil keputusan yang tepat dalam pengelolaan.

Faktor Internal dan Eksternal

Faktor seperti genetik, kualitas pakan, dan kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap biomassa. Selain itu, penggunaan hormon pertumbuhan juga dapat mempercepat peningkatan biomassa secara signifikan. Lingkungan yang stabil dan pemberian pakan yang seimbang menjadi kunci sukses dalam optimalisasi biomassa.

Berdasarkan jurnal Pengaruh Padat Tebar terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Keramba Jaring Apung di Perairan Terabrasi Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes karya Yogi Faisyal dkk., padat penebaran akan menentukkan tingkat intensitas pemeliharaan. Semakin tinggi padat penebaran, semakin banyak jumlah atau biomassa ikan per satuan luas.

Kesimpulan

Biomassa ikan adalah total berat hidup seluruh ikan dalam satu sistem, menjadi indikator utama dalam budi daya dan pengelolaan perikanan. Dengan memahami cara menghitung biomassa ikan dan faktor yang memengaruhinya, pengelolaan produksi dapat berjalan lebih terukur dan efisien. Penggunaan rumus sederhana dan pemantauan berkala akan membantu mencapai hasil panen yang optimal.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)