Konten dari Pengguna

Bioteknologi Perikanan: Pengertian dan Contohnya

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bioteknologi perikanan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bioteknologi perikanan. Foto: Pexels

Bioteknologi perikanan semakin banyak dimanfaatkan dalam proses pengolahan hasil perikanan di Indonesia. Teknologi ini mendukung pengembangan produk berkualitas dan bernilai tambah, sejalan dengan kebutuhan industri pangan yang terus berkembang. Agar lebih memahami manfaatnya, mari simak penjelasan lengkap mengenai pengertian, contoh, dan dampaknya.

Apa itu Bioteknologi Perikanan?

Bioteknologi perikanan menjadi salah satu cabang penting di dunia perikanan, karena mampu menggabungkan ilmu biologi dengan teknologi modern. Berdasarkan modul Profesional Aplikasi Bioteknologi pada Bidang Perikanan dan Kelautan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), penerapan bioteknologi dalam bidang perikanan sangatlah luas, mulai dari rekayasa media budi daya, ikan, hingga pascapanen.

Definisi Bioteknologi Perikanan

Secara umum, bioteknologi perikanan adalah penerapan teknologi yang berbasis biologi untuk mengoptimalkan proses produksi dan pengolahan hasil perikanan. Proses ini mencakup pemanfaatan mikroorganisme, enzim, hingga rekayasa genetik.

Tujuan dan Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Perikanan

Penerapan bioteknologi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas, dan memperpanjang daya simpan produk perikanan. Selain itu, bioteknologi juga membantu mengurangi limbah dan memperkenalkan inovasi produk baru yang lebih bernilai ekonomi.

Ruang Lingkup Bioteknologi Hasil Perikanan

Ruang lingkupnya meliputi pengolahan hasil tangkapan, pengawetan, serta penciptaan produk olahan baru yang lebih tahan lama dan sehat. Penerapan metode biologis ini juga mendukung efisiensi proses produksi di industri perikanan.

Contoh Penerapan Bioteknologi Perikanan

Di sektor perikanan, bioteknologi sudah banyak diterapkan dalam berbagai tahapan produksi. Beberapa contoh berikut menggambarkan peran penting bioteknologi dalam pengolahan hasil laut dan air tawar:

Fermentasi dalam Pengolahan Hasil Perikanan

Fermentasi merupakan salah satu teknik bioteknologi yang digunakan untuk menghasilkan produk olahan, seperti terasi dan kecap ikan. Proses ini memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah bahan baku menjadi produk yang lebih tahan lama dan lezat.

Menurut buku Bioteknologi Hasil Perikanan karya Grace Sanger, proses pembuatan kecap ikan selama ini dilakukan secara tradisional. Selain cara tradisional yang hanya menggunakan ikan dan garam, produksi kecap ikan juga dapat memanfaatkan enzim proteolitik sebelum fermentasi.

Enzim dan Mikroorganisme dalam Proses Pengolahan

Penggunaan enzim dan mikroorganisme sangat membantu dalam mempercepat proses pengolahan ikan, seperti pada pembuatan produk turunan surimi, misalnya bakso ikan atau kamaboko. Cara ini dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperbaiki tekstur dan rasa produk akhir.

Produk Bioteknologi dari Hasil Perikanan

Beberapa produk bioteknologi yang dikenal masyarakat, antara lain surimi, terasi, dan kecap ikan. Produk-produk ini dihasilkan melalui serangkaian proses biologis yang terkontrol, sehingga menghasilkan mutu yang konsisten.

Dampak Penerapan Bioteknologi pada Industri Perikanan

Penerapan bioteknologi terbukti mampu meningkatkan efisiensi produksi dan memperbaiki mutu produk hasil perikanan. Selain itu, teknologi ini juga mendorong terciptanya inovasi produk baru yang lebih kompetitif di pasar global.

Kesimpulan dan Pentingnya Bioteknologi Perikanan

Bioteknologi perikanan berperan besar dalam mendukung kemajuan industri perikanan Indonesia. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperluas variasi produk olahan yang berkualitas.

Walaupun tantangan seperti kebutuhan teknologi dan sumber daya manusia masih ada, pengembangan bioteknologi tetap menjadi strategi utama untuk meningkatkan daya saing produk perikanan nasional. Dengan demikian, inovasi bioteknologi hasil perikanan sangat relevan untuk masa depan industri pangan Indonesia.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)