Konten dari Pengguna

Blast Freezer: Pengertian dan Kelebihan Air Blast Freezer

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kelebihan air blast freezer pada ikan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kelebihan air blast freezer pada ikan. Foto: Unsplash

Dalam industri makanan, proses pembekuan berperan besar dalam menjaga kualitas bahan baku, termasuk pada produk perikanan. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah blast freezer, khususnya tipe air blast freezer (ABF). Alat ini menawarkan proses pembekuan cepat dan efisien yang kini semakin diminati berbagai pelaku usaha.

Apa itu Air Blast Freezer?

Air blast freezer merupakan salah satu teknologi pembekuan modern yang banyak digunakan di industri makanan. Alat ini memanfaatkan aliran udara dingin berkecepatan tinggi untuk mempercepat proses pembekuan.

Menurut laporan Proses Pembekuan Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) dalam Bentuk Headless di PT. Hasil Alam Tani Nelayan Indonesia Kabupaten Lamongan, Jawa Timur oleh Nurkholifah Dwi Rahayu, air blast freezer merupakan alat pembeku yang menerapkan metode pemindahan panas secara konveksi. Pemindahan panas secara konveksi ini berlangsung pada jenis medium pembekuan yang bersifat seperti udara, gas, dan cairan.

Definisi Air Blast Freezer

Air blast freezer adalah alat pembeku yang bekerja dengan cara meniupkan udara dingin secara merata ke seluruh permukaan produk. Proses ini membantu menurunkan suhu bahan makanan secara signifikan dalam waktu singkat.

Cara Kerja Air Blast Freezer

Pada dasarnya, air blast freezer mengalirkan udara dingin dengan kecepatan tinggi di dalam ruangan tertutup. Produk yang akan dibekukan diletakkan di rak atau tray, lalu udara dingin akan bersirkulasi dan menurunkan suhu produk dengan cepat.

Berdasarkan jurnal Teknik Pembekuan Ikan Tongkol Bentuk Utuh dengan Metode Air Blast Freezer karya Siti Haya dan Ina Restuwati, prinsip teknologi air blast freezer adalah pembekuan terjadi dengan meniupkan udara dingin berkecepatan tinggi ke permukaan produk melalui tabung pendingin. Ada dua jenis material yang digunakan untuk menghasilkan udara dingin pada mesin ABF, yaitu amonia dan freon.

Perbedaan Air Blast Freezer dengan Freezer Konvensional

Berbeda dengan freezer biasa yang menggunakan suhu rendah tanpa aliran udara cepat, air blast freezer mampu membekukan makanan lebih merata dan dalam waktu yang jauh lebih singkat. Dengan demikian, kualitas dan tekstur produk lebih terjaga.

Kelebihan Air Blast Freezer

Teknologi air blast freezer menawarkan sejumlah keuntungan yang membuatnya unggul dibandingkan metode tradisional. Penggunaannya sangat populer terutama pada ikan dan makanan beku lain.

Proses Pembekuan yang Efisien dan Cepat

Blast freezer mampu membekukan produk dalam waktu singkat. Hal ini mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan pada makanan.

Menjaga Kualitas Produk

Pembekuan yang cepat membuat kandungan air di dalam makanan berubah menjadi kristal es berukuran kecil. Dengan begitu, tekstur, warna, dan rasa produk tetap terjaga setelah dicairkan.

Penghematan Energi dan Biaya

Meski tampak canggih, penggunaan blast freezer justru memungkinkan penghematan energi. Waktu pembekuan yang singkat berarti konsumsi listrik lebih rendah dibanding freezer konvensional.

Penerapan pada Produk Perikanan

Air blast freezer sangat efektif digunakan pada produk hasil laut (seafood) seperti udang. Metode ini mampu menjaga mutu fisik dan organoleptik produk perikanan.

Kesimpulan

Blast freezer, khususnya air blast freezer, menjadi solusi andalan dalam proses pembekuan makanan modern. Dengan kemampuan membekukan secara cepat dan efisien, alat ini memberikan perlindungan lebih baik terhadap kualitas produk. Tak heran jika air blast freezer semakin banyak digunakan pada industri makanan, terutama untuk produk yang mengutamakan kesegaran dan mutu, termasuk produk perikanan.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)