Chilling: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan dalam Pengawetan Ikan
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak strategi yang digunakan dalam proses pengawetan ikan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Salah satu metode yang sering diterapkan adalah chilling. Cara ini cukup populer di industri perikanan, karena relatif sederhana dan efektif untuk menjaga kesegaran ikan sebelum diproses lebih lanjut.
Apa itu Chilling dalam Pengawetan Ikan?
Metode chilling termasuk cara pengawetan yang mengandalkan suhu rendah. engan teknik ini, laju kerusakan ikan dapat diperlambat, sehingga kualitasnya tetap terjaga selama masa penyimpanan.
Menurut buku Diversifikasi dan Pengembangan Produk Hasil Perikanan karya Novi Luthfiyana dkk., chilling (pendinginan) adalah metode yang menghasilkan perubahan paling sedikit dalam mempertahankan kesegaran ikan. Pendinginan memiliki kelemahan, antara lain umur penyimpanan terbatas serta tergantung pada spesies ikan dan musim penangkapan.
Definisi Chilling
Chilling adalah proses menurunkan suhu ikan secara cepat hingga mendekati titik beku, tetapi tidak sampai membekukan dagingnya. Tujuannya untuk memperlambat aktivitas bakteri dan enzim alami yang menyebabkan kerusakan.
Proses Chilling pada Ikan
Langkah utama dalam chilling, meliputi penempatan ikan ke dalam media pendingin, seperti balok es atau air dingin. Proses ini dilakukan sesegera mungkin setelah penangkapan agar kesegaran bisa bertahan lebih lama.
Kelebihan Chilling untuk Pengawetan Ikan
Teknik chilling menawarkan sejumlah keunggulan dalam mempertahankan mutu ikan. Berikut ini beberapa manfaat utamanya:
Mempertahankan Kesegaran Ikan
Chilling membantu menjaga tekstur dan rasa ikan tetap segar. Penurunan suhu akan memperlambat proses pembusukan secara alami.
Proses yang Mudah dan Cepat
Teknik ini tidak memerlukan alat yang rumit, sehingga bisa diterapkan oleh pelaku usaha kecil hingga besar. Dalam waktu singkat, ikan sudah bisa masuk ke tahap penyimpanan.
Dampak pada Nilai Gizi
Penyimpanan dengan chilling mampu mempertahankan kandungan nutrisi ikan, karena suhu rendah menekan reaksi biokimia yang merusak protein dan vitamin.
Kekurangan Chilling pada Pengawetan Ikan
Meskipun efektif, chilling tetap memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya.
Masa Simpan Terbatas
Chilling hanya memperpanjang umur simpan ikan dalam hitungan hari, bukan minggu atau bulan. Oleh sebab itu, ikan tetap harus segera diolah atau dikonsumsi.
Potensi Pertumbuhan Mikroorganisme
Jika suhu tidak dijaga dengan benar, maka bakteri tetap bisa tumbuh dan menyebabkan ikan cepat rusak. Kontrol suhu menjadi faktor kunci dalam keberhasilan metode ini.
Berdasarkan jurnal Analisis Mutu Fillet Ikan Lele (Clarias sp.) pada Penyimpanan Suhu Chilling dan Digoreng karya Tika Aryanti Utami dkk., penyimpanan ikan yang terlalu lama pada suhu chilling dapat mengubah sensori ikan, struktur kimia, kandungan mikrobiologi, dan struktur daging. Penurunan mutu terjadi akibat adanya bakteri proteolitik yang hidup pada suhu rendah, yaitu sekitar 0-30 derajat Celcius.
Kebutuhan Pendinginan Berkelanjutan
Chilling mengandalkan alat pendingin yang bekerja tanpa henti dan suplai energi stabil. Hal ini bisa menjadi kendala di daerah dengan infrastruktur listrik terbatas.
Kesimpulan
Chilling merupakan metode pengawetan yang banyak dipilih, karena prosesnya sederhana dan efektif menjaga kesegaran ikan. Teknik ini sangat bermanfaat untuk memperlambat kerusakan dan mempertahankan nilai gizi produk perikanan. Namun, masa simpan yang terbatas dan kebutuhan akan pendinginan terus-menerus menjadi tantangan yang harus diperhatikan sebelum memilih chilling sebagai strategi utama pengawetan ikan.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)