Chitosan Coating: Asal Usul dan Manfaatnya untuk Pangan
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chitosan coating dikenal luas sebagai salah satu inovasi dalam pengawetan pangan yang ramah lingkungan. Dengan karakteristik alami dan multifungsi, bahan ini semakin banyak digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk makanan. Tidak hanya itu, chitosan juga menjadi pilihan, karena kemampuannya menjaga mutu produk selama penyimpanan.
Apa itu Chitosan Coating?
Chitosan coating merupakan lapisan tipis berbahan dasar chitosan yang diaplikasikan ke permukaan makanan. Lapisan ini berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap oksigen dan mikroba, sehingga dapat membantu mempertahankan kualitas makanan.
Menurut jurnal Pengaruh Aplikasi Kitosan sebagai Coating terhadap Mutu dan Umur Simpan Daging Giling Ikan Gabus (Channa striata) karya Sumantri John Toynbe dkk., kitosan sebagai bahan pengawet alami telah digunakan menjadi bahan pelapis dan antibakteri. Kitosan bermanfaat untuk memperpanjang umur simpan pada ikan utuh, fillet ikan, udang, dan daging ayam.
Chitosan Berasal dari Apa?
Chitosan coating berasal dari bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar kita. Proses pembuatannya terbilang sederhana, sehingga semakin banyak digunakan di berbagai industri.
Proses Pembuatan Chitosan
Chitosan dihasilkan melalui proses kimiawi dari kitosan, yaitu senyawa yang diperoleh dari kitin. Kitin sendiri didapat dari limbah cangkang udang, kepiting, atau hewan laut lainnya. Setelah mengalami proses deasetilasi, kitin berubah menjadi chitosan yang siap digunakan sebagai bahan pelapis.
Sumber Bahan Chitosan
Bahan utama untuk membuat chitosan adalah limbah hasil perikanan, khususnya dari kulit dan cangkang hewan laut. Sumber ini membuat chitosan coating menjadi solusi ekonomis dan ramah lingkungan, karena memanfaatkan limbah yang seharusnya terbuang.
Chitosan Gunanya untuk Apa?
Chitosan coating banyak diterapkan dalam industri pangan, karena manfaatnya yang luas. Selain menjaga mutu, bahan ini juga memperpanjang masa simpan produk makanan.
Manfaat Chitosan dalam Industri Pangan
Di industri pangan, chitosan digunakan sebagai pelapis alami yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada bahan makanan. Keunggulannya, chitosan mampu mempertahankan tekstur, rasa, dan warna produk lebih lama, sehingga konsumen tetap mendapatkan makanan dengan kualitas baik.
Pengaruh Chitosan Coating terhadap Mutu dan Umur Simpan Produk Ikan
Penggunaan chitosan coating pada produk berbahan ikan mampu mengurangi laju pembusukan dan mempertahankan kesegaran lebih lama selama penyimpanan. Efek ini sangat bermanfaat bagi produsen maupun konsumen, terutama untuk menjaga keamanan dan nilai gizi produk pangan berbahan dasar ikan.
Berdasarkan jurnal Pengaruh Konsentrasi Larutan Kitosan dan Lama Penyimpanan terhadap Karakteristik Mikrob dan Fisik Ikan Pindang Layang karya Muhammad Hauzan Arifin dkk., kitosan bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung di permukaan produk. Dengan demikian, penggunaannya dapat menghambat masuknya oksigen dan kelembapan.
Kesimpulan
Chitosan coating menjadi solusi efektif dalam memperpanjang masa simpan dan menjaga mutu produk pangan. Penggunaan bahan alami dari limbah perikanan membuatnya ramah lingkungan dan ekonomis. Dengan manfaat yang beragam, chitosan coating semakin diminati di industri pangan modern.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)