Konten dari Pengguna

Deodorisasi: Pengertian dan Tujuan Deodorisasi Minyak Ikan

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tujuan deodorisasi minyak ikan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tujuan deodorisasi minyak ikan. Foto: Pexels

Dalam industri pangan, minyak ikan dikenal memiliki aroma khas yang cukup tajam. Proses pengolahan modern memanfaatkan deodorisasi sebagai salah satu tahapan penting untuk menghasilkan minyak ikan dengan kualitas yang lebih baik. Melalui proses ini, minyak ikan menjadi lebih mudah diterima oleh konsumen, karena aroma dan rasanya yang lebih netral.

Apa itu Deodorisasi?

Deodorisasi merupakan proses pemurnian minyak yang bertujuan utama menghilangkan senyawa penyebab bau, terutama pada produk seperti minyak ikan. Deodorisasi dilakukan dengan memanaskan minyak pada suhu tertentu sambil mengalirkan uap air secara berkelanjutan.

Proses ini membantu menguapkan senyawa volatil, seperti aldehida dan keton yang menjadi sumber bau tak sedap. Dengan cara tersebut, minyak ikan yang dihasilkan terasa lebih bersih dan tidak menyengat.

Menurut jurnal Review Metode Deodorisasi pada Minyak Ikan karya Rhinard Valery Goethe Randang dkk., asam lemak tidak jenuh (Polyunsaturated Fatty Acids/PUFA) yang terdapat di dalam minyak ikan sangat mudah teroksidasi, sehingga menimbulkan peningkatan asam lemak bebas. Peningkatan ini memengaruhi kestabilan yang menyebabkan timbulnya bau amis berlebih, sehingga perlu dilakukan deodorisasi.

Tujuan Deodorisasi Minyak Ikan

Tujuan utama deodorisasi pada minyak ikan adalah untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari segi aroma hingga kandungan nutrisinya. Proses ini juga berperan besar dalam memperbaiki pengalaman konsumen saat mengonsumsi minyak ikan.

Menghilangkan Bau Tak Sedap

Salah satu kendala terbesar pada minyak ikan adalah bau amis yang kuat. Senyawa penyebab bau, seperti trimetilamina dan senyawa volatil lain, dapat dihilangkan melalui deodorisasi. Dengan begitu, minyak ikan menjadi lebih netral dan tidak mengganggu saat digunakan dalam makanan.

Berdasarkan jurnal Pengendalian Senyawa Trimetilamin (TMA) dan Amonia dalam Pembuatan Margarin dari Minyak Patin karya Fitri Hasanah dkk., proses deodorisasi dengan uap panas bertujuan untuk memisahkan asam lemak bebas dan senyawa-senyawa penyebab bau dengan trigliserida. Pemisahan ini terjadi karena adanya perbedaan volatilitas antara zat-zat tersebut.

Meningkatkan Kualitas Minyak Ikan

Deodorisasi juga berdampak pada peningkatan cita rasa dan warna minyak ikan. Proses ini dapat membersihkan minyak dari senyawa yang bisa mengubah rasa, sehingga produk akhir terasa lebih baik. Perubahan ini membuat minyak ikan lebih disukai dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Menjaga Kandungan Nutrisi

Selama proses deodorisasi, suhu dan waktu harus diatur agar kandungan gizi, seperti omega-3 tetap terjaga. Pengaturan proses yang tepat memastikan nutrisi penting tidak rusak, sehingga minyak ikan tetap bermanfaat bagi kesehatan.

Kesimpulan

Deodorisasi menjadi tahap penting dalam pengolahan minyak ikan modern. Melalui proses ini, minyak ikan tidak hanya bebas bau, tetapi juga memiliki kualitas rasa dan warna yang lebih baik, serta kandungan nutrisi yang tetap terjaga. Dengan demikian, deodorisasi dapat meningkatkan daya saing dan penerimaan minyak ikan di pasar.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)