Ektoparasit: Pengertian dan Jenis-Jenis Ektoparasit pada Ikan Tawar dan Laut
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ektoparasit menjadi salah satu tantangan utama dalam budi daya ikan, baik di kolam air tawar maupun laut. Organisme ini hidup di permukaan tubuh ikan dan dapat mengganggu kesehatan hingga menurunkan produktivitas. Memahami apa itu ektoparasit serta jenis-jenisnya penting agar langkah pencegahan dan pengendalian bisa dilakukan secara tepat.
Apa yang Dimaksud dengan Ektoparasit?
Ektoparasit adalah organisme parasit yang menempel dan hidup di bagian luar tubuh inangnya, dalam hal ini ikan. Keberadaan ektoparasit bisa menyebabkan stres, luka, hingga kematian pada ikan jika tidak segera ditangani.
Menurut pemaparan Rumondang dkk. dalam buku Penyakit pada Ikan, ektoparasit dapat menyerang bagian insang, kulit, dan juga sirip ikan. Infeksi yang dihasilkan oleh ektoparasit bisa menjadi faktor yang mengembangkan infeksi patogen yang lebih berbahaya.
Selain menurunkan daya tahan tubuh ikan, serangan ektoparasit juga dapat memperlambat pertumbuhan dan membuat ikan rentan terhadap penyakit lain. Oleh karena itu, deteksi dini sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan populasi ikan di kolam atau tambak.
Jenis-Jenis Ektoparasit pada Ikan Tawar
Ikan yang hidup di air tawar kerap menjadi sasaran beberapa jenis ektoparasit. Beberapa ektoparasit yang sering ditemukan, antara lain:
Ichthyophthirius multifiliis (white spot): parasit ini menyebabkan bintik-bintik putih di kulit dan sirip ikan.
Trichodina: menyebabkan iritasi pada permukaan tubuh dan insang ikan, sehingga membuat ikan tampak gelisah.
Dactylogyrus: parasit ini biasa menyerang insang, sehingga menurunkan kemampuan ikan untuk bernapas.
Gejala infeksi biasanya berupa perubahan perilaku, seperti ikan sering menggosokkan tubuhnya ke benda keras, muncul bercak putih, dan insang yang tampak pucat.
Jenis-Jenis Ektoparasit pada Ikan Laut
Selain di air tawar, ikan laut juga rentan terhadap serangan ektoparasit. Beberapa ektoparasit yang kerap menyerang ikan laut, antara lain:
Cryptocaryon irritans: memicu munculnya bercak putih mirip cacar pada kulit ikan.
Neobenedenia: sering ditemukan di kulit dan insang, menyebabkan luka dan iritasi.
Caligus: parasit ini dikenal sebagai kutu ikan, menyerang permukaan tubuh dan dapat menghambat pertumbuhan.
Gejala infeksi pada ikan laut biasanya berupa perubahan warna kulit, luka terbuka, dan penurunan nafsu makan. Jika tidak segera diatasi, maka kondisi ini bisa menurunkan kualitas hasil panen ikan.
Menurut Mirsa Nurul Layinah dkk. dalam jurnal Identifikasi Parasit pada Ikan Hias Air Laut di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Denpasar, Bali, pemeriksaan ektoparasit dilakukan dengan mengerok lendir (scrapping) dari permukaan tubuh, insang, sirip, dan operkulum ikan.
Kesimpulan
Ektoparasit merupakan ancaman nyata bagi kesehatan ikan tawar maupun laut. Dengan mengenali ciri dan gejala serangan ektoparasit, pembudidaya bisa melakukan tindakan pencegahan lebih awal. Pengelolaan lingkungan dan kontrol rutin menjadi kunci menjaga populasi ikan tetap sehat dan produktif.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)