Konten dari Pengguna

Fungsi dan Kekurangan Styrofoam Box untuk Penyimpanan Ikan

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi styrofoam box untuk ikan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi styrofoam box untuk ikan. Foto: Pexels

Penggunaan styrofoam box untuk menyimpan ikan telah menjadi praktik umum di industri perikanan. Wadah ini dianggap praktis dan efisien dalam menjaga kualitas hasil tangkapan selama distribusi. Namun, di balik keunggulannya, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih styrofoam sebagai media utama penyimpanan ikan.

Mengenal Styrofoam Box untuk Penyimpanan Ikan

Styrofoam box merupakan kotak berbahan polistirena yang sering dipilih untuk menyimpan dan mengangkut ikan. Penggunaannya banyak dijumpai di pasar ikan, tempat pelelangan, hingga pengiriman hasil laut.

Menurut laporan Studi Eksperimental Penggunaan Cool Box dan Kotak Styrofoam sebagai Media Pendingin untuk Penyimpanan Ikan di Kelurahan Lumpur oleh Muhammad Ivaldi Amiruddin, styrofoam sering dipilih sebagai tempat penyimpanan ikan dan es balok, karena mudah didapat dan harganya murah. Namun, kotak ini bisa digunakan beberapa kali saja, karena mudah rusak jika terpapar air secara terus-menerus.

Fungsi Styrofoam Box dalam Menyimpan Ikan

Styrofoam populer karena sifat isolasinya yang mampu menjaga suhu rendah dalam waktu tertentu. Namun, di balik keunggulannya dalam menjaga kesegaran ikan, material ini memiliki struktur pori yang sulit terurai secara alami.

Menjaga Suhu Dingin

Salah satu keunggulan utama styrofoam box terletak pada kemampuannya mempertahankan suhu dingin. Kondisi suhu rendah sangat penting agar ikan tetap segar dan tidak cepat rusak.

Kemudahan Transportasi

Selain ringan, styrofoam box mudah dipindahkan dan diangkut. Hal ini membantu mempercepat proses distribusi ikan dari nelayan hingga sampai ke konsumen akhir.

Harga yang Ekonomis

Banyak pelaku usaha memilih styrofoam box karena harganya terjangkau. Efisiensi biaya menjadi alasan utama styrofoam tetap diminati oleh pengusaha perikanan.

Kekurangan Styrofoam Box

Meskipun efektif dalam menjaga stabilitas suhu, penggunaan wadah styrofoam memiliki tantangan besar terkait daya tahan fisiknya. Selain itu, aspek keberlanjutan menjadi isu utama, karena material ini sulit didaur ulang dan berisiko mencemari ekosistem perairan.

Ketahanan Fisik yang Rendah

Meskipun praktis, styrofoam box mudah pecah atau rusak bila tertindih beban berat. Risiko ini membuatnya kurang cocok untuk pengiriman dalam jumlah besar atau jarak jauh.

Tidak Ramah Lingkungan

Styrofoam box dikenal sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Sampah styrofoam sering menjadi masalah serius di kawasan pesisir dan pelabuhan ikan.

Potensi Kontaminasi

Kotak styrofoam dapat menghasilkan serpihan kecil yang bisa saja tercampur dengan ikan. Hal ini tentu perlu diwaspadai, terutama untuk ikan konsumsi.

Kekurangan Styrofoam Box dalam Penyimpanan Ikan

Meskipun efektif menjaga suhu, penggunaan styrofoam box memiliki kelemahan utama pada struktur materialnya yang rapuh dan mudah retak saat terkena benturan fisik. Selain itu, sifatnya yang sulit terurai secara alami menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan bagi ekosistem perairan dalam jangka panjang.

Daya Isolasi Suhu yang Terbatas

Dibandingkan dengan cool box berbahan plastik, kemampuan styrofoam dalam mempertahankan suhu dingin tergolong terbatas. Cool box relatif lebih optimal menjaga kesegaran ikan.

Risiko Kerusakan Selama Pengiriman

Struktur styrofoam yang rapuh membuatnya rawan bocor atau retak saat terkena benturan selama perjalanan.

Alternatif Media Penyimpanan Ikan

Sebagai alternatif, cool box berbahan plastik kini semakin banyak dipilih. Selain lebih tahan lama, media ini juga dianggap lebih ramah lingkungan dan efisien.

Berdasarkan buku Prinsip Dasar Penyimpanan Pangan pada Suhu Rendah karya Nurul Asiah dkk., cool box yang umum digunakan terbuat dari styrofoam dan plastik HDPE (High Density Polyethylene). Khusus cool box berbahan HDPE, dilengkapi dengan bahan insulasi yang terbuat dari polyurethane.

Kesimpulan

Styrofoam box menawarkan solusi praktis dan ekonomis untuk penyimpanan ikan, terutama dalam menjaga suhu dingin dan kemudahan distribusi. Namun, kekurangan seperti ketahanan fisik yang rendah, dampak lingkungan, dan daya isolasi yang terbatas membuat pertimbangan pemilihan media penyimpanan ikan semakin penting. Alternatif seperti cool box plastik dapat menjadi solusi lebih baik untuk menjaga kualitas ikan dan mengurangi dampak lingkungan.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)