Konten dari Pengguna

Macam-Macam Jaring Ikan dan Alat Penangkap Ikan: Panduan Lengkap

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi macam-macam jaring ikan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi macam-macam jaring ikan. Foto: Pexels

Jaring ikan menjadi salah satu alat utama dalam aktivitas penangkapan ikan di perairan Indonesia. Penggunaan jaring sangat beragam, mulai dari metode sederhana hingga teknologi yang lebih kompleks. Selain jaring, sejumlah alat lain juga kerap digunakan untuk menangkap ikan, menyesuaikan dengan karakteristik perairan maupun jenis ikan yang ditargetkan.

Pengertian Jaring dan Fungsinya

Berdasarkan modul Metode Penangkapan Ikan karya Chandra Nainggolan, jaring (webbing or netting) merupakan salah satu bahan dasar pembuat alat tangkap ikan. Dari bahan jaring, berbagai jenis alat tangkap telah diciptakan dan digunakan, seperti jaring insang dan pukat cincin (purse seine).

Definisi Jaring dalam Penangkapan Ikan

Jaring adalah alat berbentuk jalinan benang atau tali yang direntangkan di air. Desainnya sengaja dibuat agar ikan yang bergerak melewatinya akan tersangkut atau terperangkap.

Fungsi Utama Jaring dalam Perikanan

Fungsi utama jaring adalah menangkap ikan secara massal dalam waktu relatif singkat. Selain itu, penggunaan jaring juga membantu menyortir hasil tangkapan berdasarkan ukuran lubang jaring yang digunakan.

Macam-Macam Jaring Ikan

Setiap jenis jaring memiliki karakter dan cara penggunaan tersendiri. Pemilihan jenis jaring biasanya menyesuaikan dengan kebiasaan ikan dan kondisi perairan.

Jaring Gill Net (Jaring Insang)

Jaring jenis ini bekerja dengan cara menjebak ikan pada bagian insangnya. Gill net umumnya digunakan di sungai atau perairan dangkal.

Jaring Purse Seine

Purse seine berbentuk seperti kantong besar yang dilingkarkan di sekitar kumpulan ikan. Alat ini sangat efektif untuk menangkap ikan pelagis di laut lepas.

Jaring Trammel Net

Trammel net terdiri dari tiga lapis jaring dengan ukuran berbeda, menciptakan perangkap yang efektif untuk berbagai ukuran ikan.

Jaring Drift Net

Drift net digunakan dengan membiarkan jaring melayang mengikuti arus. Jenis ini biasanya dimanfaatkan di laut terbuka untuk menangkap ikan migrasi.

Jaring Cantrang

Cantrang memiliki bentuk seperti kantong dan ditarik menggunakan perahu. Jaring ini banyak digunakan di pesisir utara Jawa untuk penangkapan ikan demersal. Namun, penggunaannya diatur oleh regulasi untuk menjaga kelestarian sumber daya laut.

Alat Penangkap Ikan Lain Selain Jaring

Selain jaring, nelayan juga mengandalkan alat lain dengan fungsi spesifik. Pemilihan alat biasanya tergantung pada lokasi, ukuran, dan perilaku ikan.

Alat Pancing

Pancing menjadi alat sederhana yang efektif untuk menangkap ikan satu per satu. Metode ini cocok digunakan di sungai, danau, maupun laut.

Perangkap (Trap)

Perangkap atau trap memanfaatkan wadah khusus yang dirancang agar ikan masuk, tetapi sulit keluar. Alat ini banyak digunakan di daerah perairan tenang.

Alat Serokan

Serokan adalah alat seperti jaring kecil dengan pegangan, biasa digunakan untuk menangkap ikan berukuran kecil di perairan dangkal.

Alat Penusuk

Alat penusuk, seperti tombak atau harpun, dipakai untuk menangkap ikan dengan cara menusuk secara langsung.

Bahan Utama Pembuatan Jaring dan Alat Tangkap

Kualitas bahan sangat memengaruhi daya tahan dan efektivitas alat penangkap ikan. Pemilihan bahan perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaan dan lingkungan perairan.

Menurut Eko Prasetyo Hadi dalam buku Bahan dan Alat Tangkap Penangkap Ikan, bahan alat penangkap ikan secara umum dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahan teksil dan bahan nontekstil. Kedua bahan tersebut dalam proses pembuatan alat tangkap ikan selalu dioperasikan secara bersama-sama, hanya saja besar kecil perbandingan penggunaan bahannya tergantung jenis alat tangkap yang akan dibuat.

Jenis Bahan Sintetis

Bahan sintetis seperti nilon dan polyethylene banyak digunakan, karena tahan lama, ringan, dan tidak mudah rusak di air.

Bahan Alami

Bahan alami seperti bambu dan rotan kerap dimanfaatkan untuk membuat perangkap atau alat tangkap tradisional. Kelebihan bahan ini adalah mudah ditemukan dan ramah lingkungan.

Tips Memilih Jaring dan Alat Tangkap Ikan yang Tepat

Memilih alat tangkap yang sesuai menjadi kunci keberhasilan dalam penangkapan ikan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan alat yang akan digunakan.

Sesuaikan dengan Jenis Ikan dan Lokasi

Pastikan alat yang dipilih cocok dengan jenis ikan yang akan ditangkap dan karakteristik perairan tempat menangkap.

Perhatikan Ukuran dan Bahan

Ukuran lubang jaring dan jenis bahan menentukan hasil tangkapan dan ketahanan alat. Pilihlah yang sesuai kebutuhan.

Pertimbangkan Peraturan dan Kelestarian Lingkungan

Selalu cek regulasi setempat dan prioritaskan alat tangkap yang ramah lingkungan agar sumber daya ikan tetap terjaga.

Kesimpulan

Jaring dan alat penangkap ikan lain merupakan bagian penting dalam aktivitas perikanan. Setiap alat memiliki keunggulan tersendiri, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan, jenis ikan, dan kondisi lingkungan. Dengan memahami macam-macam jaring ikan dan alat penangkap lainnya, hasil tangkapan bisa lebih optimal sekaligus tetap menjaga kelestarian sumber daya ikan di perairan Indonesia.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)