Memahami Biosekuriti: Pengertian dan Penerapannya dalam Budi Daya Perikanan
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biosekuriti merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam budi daya perikanan. Konsep ini bertujuan untuk menjaga kesehatan ikan dan mencegah penyebaran penyakit di lingkungan budi daya. Dengan memahami biosekuriti, para pelaku usaha perikanan dapat meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
Definisi Biosekuriti dalam Budi Daya Perikanan
Penerapan biosekuriti di sektor perikanan telah menjadi perhatian utama dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Tholibah Mujtahidah dkk. dalam buku Budidaya Perikanan, penerapan biosekuriti meliputi penggunaan benih; penggunaan pakan berkualitas dan obat yang terdaftar; pengelolaan lingkungan budi daya; desinfeksi peralatan, wadah media budi daya, kendaraan, dan tenaga kerja; serta pembatasan lalu lintas pekerja, peralatan, dan kendaraan di unit budi daya.
Pengertian Biosekuriti Menurut Regulasi
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Tindakan Tanggap Darurat dan Pengendalian Penyakit Ikan, biosekuriti merupakan semua tindakan, prosedur, dan kebijakan yang digunakan untuk mencegah masuk dan tersebarnya patogen seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Konsep ini melingkupi fasilitas budi daya pada suatu wilayah atau negara untuk mencegah terjadinya penyakit yang merugikan secara ekonomi dan lingkungan.
Tujuan dan Pentingnya Biosekuriti di Sektor Perikanan
Tujuan utama biosekuriti adalah mengurangi risiko wabah penyakit yang bisa menyebabkan kerugian besar. Selain itu, penerapan strategi ini membantu menjaga kualitas air dan lingkungan sekitar, sehingga produktivitas ikan tetap optimal.
Bagaimana Penerapan Biosekuriti dalam Budi Daya Perikanan?
Untuk mencapai hasil budi daya yang aman dan sehat, penerapan biosekuriti memerlukan strategi yang terencana. Setiap pelaku budi daya perlu memahami prinsip dasar dan langkah nyata di lapangan.
Prinsip-Prinsip Dasar Biosekuriti
Beberapa prinsip penting meliputi pencegahan infeksi, pengawasan ketat terhadap lalu lintas masuk-keluar, dan disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan budi daya perikanan.
Contoh Langkah Penerapan di Kolam atau Tambak
Penerapan biosekuriti bisa dimulai dari kegiatan sederhana, seperti sanitasi kolam, desinfeksi peralatan, hingga pengelolaan stok benih dan pakan yang terjamin mutunya. Selain itu, akses orang dan kendaraan ke area kolam perlu dibatasi agar sumber penyakit tidak mudah masuk.
Manfaat Penerapan Biosekuriti untuk Pembudidaya Ikan
Dengan menjalankan biosekuriti, pembudidaya ikan bisa menekan risiko kematian massal dan menjaga pertumbuhan ikan lebih stabil. Praktik ini juga mendukung keberlanjutan usaha dan meningkatkan keuntungan.
Tantangan dan Rekomendasi dalam Implementasi Biosekuriti
Meski penting, penerapan biosekuriti sering kali menghadapi tantangan di lapangan. Kendala seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pengetahuan, hingga kesadaran yang masih rendah perlu segera diatasi.
Kendala Umum di Lapangan
Di banyak daerah, pembudidaya ikan masih menghadapi hambatan, seperti akses informasi terbatas dan biaya operasional yang tinggi untuk menerapkan biosekuriti secara konsisten.
Rekomendasi Praktis
Penerapan biosekuriti harus dilakukan secara bertahap. Mulai dari edukasi pembudidaya, penyediaan fasilitas sanitasi, hingga pengawasan rutin dapat meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap penyakit.
Kesimpulan
Biosekuriti memiliki peran sentral dalam menjaga keberlanjutan budi daya perikanan. Dengan menerapkan strategi biosekuriti secara konsisten, pembudidaya ikan dapat meminimalisir risiko penyakit dan menjaga hasil panen tetap optimal. Langkah sederhana, tetapi terencana akan membantu sektor perikanan berkembang lebih sehat dan produktif.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)