Konten dari Pengguna

Mengenal Akuaponik: Pengertian dan Kelebihan Sistem Akuaponik

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sistem akuaponik. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sistem akuaponik. Foto: Pixabay

Dalam beberapa tahun terakhir, akuaponik mulai menarik perhatian masyarakat urban yang ingin menerapkan pertanian modern di lahan terbatas. Sistem ini menggabungkan budi daya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem, membuat produksi bahan pangan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Akuaponik kini banyak dipilih sebagai solusi pertanian masa depan, terutama di perkotaan yang minim ruang terbuka.

Pengertian Akuaponik

Konsep akuaponik lahir dari kebutuhan akan sistem pertanian yang efisien dan terintegrasi. Menurut Yudi Sastro dalam buku Teknologi Akuaponik Mendukung Pengembangan Urban Farming, akuaponik merupakan metode yang memadukan akuakultur (budi daya ikan) dengan hidroponik (bertanam tanpa tanah) dalam satu sistem tertutup.

Definisi Akuaponik

Akuaponik adalah metode menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan. Limbah dari ikan akan diubah oleh bakteri menjadi nutrisi, yang kemudian diserap oleh tanaman. Dengan demikian, air di kolam ikan tetap bersih dan tanaman mendapatkan asupan nutrisi secara optimal.

Cara Kerja Sistem Akuaponik

Sistem ini bekerja dengan mengalirkan air dari kolam ikan ke media tanam. Bakteri baik di media tersebut mengurai limbah ikan menjadi zat yang mudah diserap tanaman. Setelah itu, air yang sudah tersaring kembali ke kolam ikan, sehingga siklusnya berulang tanpa membuang banyak air.

Sejarah Singkat Perkembangan Akuaponik

Berdasarkan monograf Sistem Sirkulasi dan Bioremediasi Pada Teknologi Aquaponic Berbasis Lingkungan karya Ary Susatyo Nugroho dkk, konsep akuaponik tradisional berupa pemanfaatan feses ikan sebagai pupuk tanaman telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, di mana hal ini mulai berkembang di peradaban awal di Asia dan Amerika Selatan.

Kemudian, sistem ini berkembang sejak zaman Aztec, yang dinamakan Chinampas. Saat itu, konsep akuaponik sederhana hadir dengan cara menumbuhkan tanaman di atas pulau buatan di danau dangkal, serta material organik dan limbah perkotaan dijadikan media tanam. Kini, sistem ini telah diterapkan di berbagai negara untuk mendukung pertanian urban dan kebutuhan pangan berkelanjutan.

Kelebihan Akuaponik

Sistem akuaponik menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan metode pertanian konvensional. Penggunaan air yang hemat, efisiensi lahan, hingga dampak positif bagi lingkungan menjadi alasan utama popularitasnya meningkat.

Efisiensi Penggunaan Air dan Lahan

Akuaponik hanya membutuhkan sebagian kecil air dibandingkan pertanian biasa. Selain itu, sistemnya bisa diaplikasikan di lahan sempit, bahkan dalam ruangan, sehingga cocok untuk wilayah perkotaan yang minim lahan.

Produksi Pangan Berkelanjutan di Perkotaan

Akuaponik mendukung produksi sayuran dan ikan secara bersamaan sepanjang tahun. Hal ini membantu masyarakat kota menciptakan sumber pangan sendiri dengan kualitas yang segar dan sehat.

Dampak Lingkungan dan Ekonomi

Sistem ini ramah lingkungan, karena minim limbah dan tidak memerlukan pestisida. Selain itu, akuaponik dapat menciptakan peluang ekonomi baru, baik skala rumah tangga maupun usaha mikro.

Kesimpulan

Akuaponik menjadi solusi inovatif untuk pertanian masa kini, terutama di lingkungan perkotaan yang serba terbatas. Dengan menggabungkan budi daya ikan dan tanaman, sistem akuaponik mampu menghasilkan pangan secara efisien, hemat air, dan ramah lingkungan. Melalui kelebihan-kelebihan tersebut, akuaponik semakin sejalan untuk mendukung ketahanan pangan dan urban farming.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)