Mengenal Branchiomycosis dan Ciri-Ciri Ikan yang Terkena Jamur Branchiomyces
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia perikanan, kesehatan ikan menjadi hal yang sangat diperhatikan. Salah satu ancaman utama berasal dari infeksi jamur yang menyerang insang, salah satunya adalah Branchiomyces. Kasus branchiomycosis dapat berdampak serius pada budi daya, sehingga pemahaman tentang penyakit ini sangat dibutuhkan.
Apa itu Branchiomyces dan Branchiomycosis?
Branchiomyces merupakan jenis jamur patogen yang kerap ditemukan pada insang ikan air tawar. Branchiomycosis sendiri adalah istilah untuk penyakit insang yang disebabkan oleh infeksi jamur ini.
Menurut Rumondang dkk. dalam buku Penyakit pada Ikan, spora jamur Branchiomyces yang terlepas dari jaringan insang akan bertaburan di dalam air dan mengendap di dasar kolam serta mengakibatkan terjadinya penyebaran sumber infeksi yang cepat.
Penyebab dan Siklus Hidup Jamur Branchiomyces
Penyebab utama pertumbuhan jamur Branchiomyces berkaitan erat dengan kondisi air yang buruk. Lingkungan kolam yang kotor, tercemar, dan kepadatan ikan yang tinggi menciptakan situasi ideal bagi jamur ini berkembang.
Jamur ini menyebar melalui spora yang menginfeksi insang dan memicu gangguan pernapasan. Penularan terjadi dari ikan ke ikan, terutama saat kualitas air menurun dan daya tahan tubuh ikan melemah.
Ciri-Ciri Ikan yang Terinfeksi Branchiomyces
Infeksi Branchiomyces pada ikan dapat dikenali dari gejala yang cukup khas. Insang biasanya berubah warna menjadi keabuan hingga kecoklatan.
Selain itu, ikan kerap terlihat megap-megap di permukaan air akibat kesulitan bernapas. Nafsu makan pun menurun drastis. Sering kali terdapat bercak nekrosis atau bagian insang yang tampak mati, yang menjadi tanda utama infeksi jamur ini. Jika dibiarkan, maka infeksi dapat berakibat fatal bagi populasi ikan di kolam.
Pencegahan dan Penanganan Awal Branchiomycosis
Langkah pencegahan branchiomycosis dimulai dari menjaga kualitas air dan menghindari kepadatan ikan yang berlebihan. Jika terdapat ikan yang menunjukkan gejala infeksi, maka segera lakukan karantina dan pisahkan dari ikan sehat.
Penggunaan disinfektan tertentu bisa membantu membatasi penyebaran jamur. Namun, deteksi dini dan isolasi menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar dalam budi daya ikan.
Mengacu pada buku Paket Keahlian: Budidaya Kekerangan Kesehatan Biota Air oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bahan kimia yang digunakan sebagai obat untuk branchiomycosis adalah formalin 40 persen (dosis 0,12 ppm) dan cupri sulfat (dosis 0,25 ppm). Kedua bahan kimia ini dilarutkan pada media pemeliharaan ikan.
Kesimpulan
Branchiomyces merupakan jamur patogen berbahaya yang dapat menyebabkan branchiomycosis pada ikan. Penyakit ini menyerang insang dan berdampak pada kemampuan ikan dalam bernapas, sehingga dapat menyebabkan kematian massal bila tidak ditangani dengan cepat. Dengan menjaga kualitas air, mengontrol kepadatan ikan, dan melakukan pencegahan sedini mungkin, risiko infeksi Branchiomyces dapat dikendalikan dalam usaha budi daya ikan.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)