Mengenal Fish Nugget: Penjelasan, Jenis Ikan, dan Proses Pengolahan
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fish nugget menjadi salah satu olahan ikan yang semakin diminati, karena rasa gurih dan teksturnya yang renyah. Produk ini menawarkan variasi baru dalam konsumsi ikan, sehingga cocok untuk berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Selain praktis, fish nugget juga mudah ditemukan di pasaran dan bisa diolah sebagai lauk harian.
Apa itu Fish Nugget?
Menurut buku Paket Keahlian: Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan - Pengolahan Diversifikasi Hasil Perikanan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hampir semua jenis ikan dan hasil perikanan lainnya pada dasarnya dapat dimanfaatkan dagingnya untuk membuat nugget ikan. Beberapa jenis ikan yang bisa diolah menjadi nugget, yaitu ikan nila, lele, gurami, tongkol, udang, dan kepiting.
Pengertian Fish Nugget
Fish nugget merupakan makanan siap saji yang terbuat dari daging ikan yang telah digiling, dicampur tepung serta rempah, lalu dibentuk potongan kecil dan dilapisi tepung roti sebelum digoreng.
Perkembangan Fish Nugget
Olahan nugget awalnya populer di luar negeri. Namun, fish nugget kini berkembang pesat di Indonesia berkat kemudahan bahan baku dan proses pembuatannya.
Menurut Verly Dotulong dan Lita A. D. Y. Montolalu dalam jurnal PKM tentang Pengolahan Nugget dan Kaki Naga Ikan pada Kelompok Wanita Kaum Ibu (WKI) GMIM Solafide Kelurahan Girian Indah Kecamatan Girian Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, nugget ikan merupakan produk diversifikasi pengolahan hasil perikanan yang diadopsi dari luar Indonesia. Bahan-bahan yang digunakan berupa campuran daging ikan lumat dengan tepung tapioka, bumbu-bumbu, dan berbentuk lempeng atau empat persegi panjang yang dilapisi tepung roti.
Keunggulan Fish Nugget sebagai Produk Olahan Ikan
Fish nugget menawarkan kepraktisan dalam penyajian, daya tahan lebih lama, dan kandungan protein yang tetap terjaga selama proses pengolahan.
Ikan Apa Saja yang Digunakan untuk Membuat Nugget Ikan?
Fish nugget dapat dibuat dari berbagai jenis ikan, baik laut maupun air tawar. Pemilihan ikan yang tepat akan memengaruhi rasa dan kualitas produk akhir.
Jenis-Jenis Ikan yang Umum Digunakan
Ikan tenggiri, kakap, patin, dan lele sering digunakan, karena tekstur dagingnya padat dan mudah diolah.
Kriteria Pemilihan Ikan untuk Nugget
Ikan segar dengan daging berwarna cerah, tidak berbau, dan bebas dari duri menjadi pilihan utama agar fish nugget terasa lezat.
Contoh Ikan Lokal yang Potensial
Lele, nila, dan patin banyak dibudidayakan di Indonesia, sehingga menjadi alternatif ekonomis untuk membuat fish nugget.
Proses Pengolahan Fish Nugget
Pengolahan fish nugget meliputi beberapa tahapan sederhana, tetapi perlu perhatian pada kebersihan dan kualitas bahan.
Tahapan Pembuatan Fish Nugget
Daging ikan digiling halus, dicampur tepung, bumbu, dan telur, lalu dibentuk, dilapisi tepung roti, dan digoreng hingga matang keemasan.
Tips agar Nugget Ikan Tetap Lezat dan Bergizi
Gunakan ikan segar, jangan terlalu banyak tepung, dan pastikan proses penggorengan tidak terlalu lama agar nutrisi tetap terjaga.
Manfaat Diversifikasi Olahan Perikanan
Diversifikasi produk seperti fish nugget membawa dampak positif bagi sektor perikanan dan masyarakat luas.
Meningkatkan Nilai Tambah Ikan
Produk olahan seperti fish nugget mampu mendorong nilai ekonomi ikan, khususnya hasil budi daya lokal.
Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat
Fish nugget menjadi alternatif sumber pangan berprotein yang mudah dijangkau, sehingga membantu asupan gizi masyarakat.
Kesimpulan
Fish nugget hadir sebagai solusi praktis dalam mengolah dan menikmati ikan, dengan berbagai pilihan jenis ikan yang bisa disesuaikan kebutuhan. Proses pembuatannya yang sederhana dan manfaat gizi yang ditawarkan membuat fish nugget layak dijadikan menu favorit sehari-hari. Diversifikasi produk olahan ikan seperti ini juga mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)