Konten dari Pengguna

Mesin Seamer: Pengertian dan Pentingnya Proses Seaming dalam Industri

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mesin seamer. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mesin seamer. Foto: Pexels

Dalam industri pengemasan makanan dan minuman, menjaga kualitas dan keamanan produk menjadi prioritas utama. Salah satu alat yang banyak diandalkan untuk tujuan tersebut adalah mesin seamer. Teknologi ini berperan penting dalam proses penutupan kemasan kaleng agar aman sampai ke tangan konsumen.

Pengertian Mesin Seamer

Mesin seamer merupakan alat mekanis yang digunakan untuk menutup atau mengunci bagian atas kaleng dengan tutupnya secara rapat. Mesin ini memastikan tidak ada celah antara tutup dan badan kaleng, sehingga isi produk tetap terjaga mutunya.

Menurut laporan Proses Pengalengan Ikan Mackerel (Scomber japonicus) di PT Maya Food Industries Krapyak Lor Pekalongan Jawa Tengah oleh Widya Ines Pambudi, can seamer berfungsi sebagai alat bantu penutupan kaleng. Alat ini menggunakan tenaga listrik dan tekanan untuk dapat mengepres kaleng.

Definisi Mesin Seamer

Secara sederhana, mesin seamer adalah mesin yang menggabungkan dua bagian kaleng, yaitu badan dan tutup, dengan metode penguncian khusus. Proses ini disebut seaming, yakni penekukan dan pengepresan logam tutup ke bibir kaleng hingga benar-benar rapat.

Fungsi Utama Mesin Seamer dalam Industri Pengemasan

Peran utama mesin seamer adalah menjamin kemasan kaleng tertutup rapat. Hal ini sangat penting untuk mencegah udara, bakteri, maupun kontaminan lain masuk ke dalam produk. Industri makanan, minuman, hingga farmasi banyak mengandalkan alat ini agar produk tetap aman selama distribusi dan penyimpanan.

Proses Seaming: Kenapa Sangat Penting?

Proses seaming bukan hanya soal menutup kaleng, tetapi juga memengaruhi daya tahan dan kualitas produk di dalamnya. Proses ini kerap menjadi tolok ukur keberhasilan pengemasan produk kaleng di berbagai industri, termasuk perikanan.

Tujuan dan Manfaat Proses Seaming

Tujuan utama seaming adalah menciptakan segel yang benar-benar kedap udara. Manfaatnya, kualitas makanan atau minuman tetap terjaga, umur simpan produk lebih panjang, dan risiko kerusakan akibat kontaminasi bisa diminimalisir.

Dampak Seaming terhadap Keamanan dan Kualitas Produk

Seaming yang tepat mampu mencegah kebocoran dan masuknya mikroorganisme. Dengan begitu, produk tetap higienis dan tidak mudah rusak. Kualitas rasa, tekstur, dan nilai gizi makanan pun dapat dipertahankan hingga waktu konsumsi.

Risiko Jika Proses Seaming Tidak Optimal

Jika proses seaming tidak berjalan sempurna, maka minuman atau makanan kaleng bisa bocor atau terbuka sedikit. Hal ini berpotensi menimbulkan bahaya kontaminasi dan menurunkan mutu produk. Selain itu, resiko makanan menjadi cepat basi juga meningkat.

Berdasarkan jurnal Analisis Defect Rajungan (Portunus pelagicus) Kaleng Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PT. XYZ karya Nirmala Efri Hasibuan dkk., tahapan proses penutupan kaleng menggunakan mesin seamer dan proses pasteurisasi dapat menjadi penyebab kecacatan (defect) pada kaleng. Defect kaleng yang terjadi, seperti karat, penyok body, gelembung, bocor, serta pecah dan penyok pada tutup kaleng.

Kesimpulan: Peran Mesin Seamer dalam Industri Modern

Mesin seamer memiliki peran vital dalam menjaga mutu dan keamanan produk kemasan kaleng, seperti ikan sarden. Dengan proses seaming yang tepat, produsen dapat memastikan produk sampai ke konsumen dalam kondisi terbaik. Proses ini juga membantu memperpanjang masa simpan dan mencegah terjadinya kontaminasi yang merugikan.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)