Pempek: Bahan Dasar, Jenis, dan Karakteristik Kimianya
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pempek menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang digemari di berbagai daerah. Hidangan ini terkenal dengan tekstur kenyal dan rasa gurih khas, berkat perpaduan bahan utamanya. Selain lezat, pempek juga menarik dibahas dari segi bahan dasar hingga karakteristik kimianya yang mempengaruhi kualitas.
Apa Saja Bahan Dasar Pempek?
Bahan dasar pempek sangat memengaruhi cita rasa dan mutu produk akhir. Adonan utama pempek terdiri dari ikan tenggiri dan pati sagu. Kedua komponen ini berperan penting dalam membentuk tekstur serta nilai gizi pempek.
Menurut jurnal Karakteristik Mutu Kimia Pempek dan Potensi Cemaran Logam Berat (Pb dan Cd) di Kota Palembang karya Oby Dwijaya dkk., pempek terbuat dari daging ikan, tepung tapioka, air, dan garam yang dicampur menjadi satu adonan dan dibentuk. Kemudian, adonan direbus, dikukus, digoreng, atau dipanggang, dan dimakan dengan cuka.
Komponen Utama dalam Pembuatan Pempek
Ikan tenggiri menjadi pilihan utama, karena mengandung protein tinggi dan mempunyai cita rasa khas. Selain itu, penggunaan pati sagu memberikan tekstur kenyal yang disukai banyak orang.
Peran Ikan dan Sagu pada Kualitas Pempek
Kombinasi ikan segar dan sagu berkualitas menentukan warna, tekstur, dan rasa pempek. Ikan yang masih segar menghasilkan aroma sedap, tekstur kenyal, dan warna adonan yang cerah.
Pengaruh Proses Pembuatan terhadap Mutu Kimia Pempek
Teknik pengolahan juga ikut memengaruhi kandungan gizi dan keamanan produk. Proses yang tepat akan menjaga kandungan protein dan mengurangi risiko kontaminasi.
Jenis-Jenis Pempek yang Populer
Pempek hadir dalam berbagai bentuk dan isian yang unik. Setiap jenis biasanya memiliki ciri khas yang mudah dikenali dari bentuk maupun bahan tambahannya.
Pempek Kapal Selam
Jenis ini berisi telur ayam di bagian tengah dan sering menjadi pilihan utama di warung pempek.
Pempek Lenjer
Berbentuk memanjang dan polos, cocok disantap dengan cuko atau saus khas Palembang.
Pempek Adaan
Berbentuk bulat dan digoreng, memiliki tekstur lebih padat serta rasa gurih yang menonjol.
Pempek Keriting
Dibentuk dengan cara khusus, sehingga tampilannya unik dan sering menjadi daya tarik tersendiri.
Karakteristik Mutu Kimia Pempek
Karakteristik kimia pada pempek dapat dilihat dari kandungan gizi maupun keamanan pangan. Hal ini penting untuk memastikan pempek yang dikonsumsi tetap sehat.
Kandungan Protein dan Lemak pada Pempek
Pempek dikenal sebagai sumber protein dari ikan, meski biasanya juga mengandung lemak dalam jumlah sedang. Perpaduan ini menjadikan pempek cocok sebagai camilan atau lauk.
Potensi Cemaran Logam Berat pada Pempek
Selain kandungan gizi, keamanan pempek juga perlu diperhatikan. Pasalnya, terdapat potensi cemaran logam berat, seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd), yang bisa berasal dari bahan baku atau lingkungan produksi.
Berdasarkan jurnal Rasio Tepung Sagu (Metroxylon sagu Rottb) dan Pati Ganyong (Canna discolor) terhadap Karakteristik Pempek Ikan Rucah karya Eka Lidiasari dkk., Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan standar mutu pempek dengan nomor Standar Nasional Indonesia (SNI) 766.1:2013. Batas maksimal kandungan logam berat timbal pada pempek sebesar 0,3 mg/kg dan kadmium 0,1 mg/kg.
Kesimpulan: Pentingnya Memilih Pempek Berkualitas
Memilih pempek berkualitas menjadi langkah penting agar tetap sehat dan menikmati rasa ikan yang otentik. Selalu perhatikan bahan baku, aroma, dan warna sebelum membeli.
Untuk mendapatkan pempek terbaik, pilihlah yang menggunakan ikan segar dan diproses secara higienis. Ragam jenis pempek yang tersedia memberikan banyak pilihan sesuai selera, sehingga pengalaman menikmati pempek semakin beragam dan menyenangkan.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)