Pengemasan Shrink: Pengertian dan Kelebihan dalam Industri Pengolahan Perikanan
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengemasan shrink semakin populer di dunia industri pengolahan perikanan, karena kemampuannya menjaga kualitas dan daya saing produk. Metode ini menawarkan perlindungan yang efektif sekaligus memberikan tampilan produk yang lebih menarik. Tidak heran jika banyak pelaku usaha perikanan mulai mempertimbangkan untuk beralih ke sistem pengemasan shrink.
Apa itu Pengemasan Shrink?
Pengemasan shrink merupakan teknik membungkus produk menggunakan plastik tipis khusus yang akan menyusut saat dipanaskan. Metode ini banyak digunakan untuk menjaga keamanan serta memperpanjang umur simpan hasil laut dan produk olahan perikanan.
Menurut Buku Referensi Teknologi Pengolahan Perikanan Inovasi dan Aplikasi Modern karya Desry Natalia Manuhutu dkk., pengemasan shrink melibatkan penggunaan film plastik yang dipanaskan hingga menyusut dan membungkus produk dengan rapat. Teknik ini efektif dalam memperpanjang umur simpan produk perikanan dan menjaga kualitasnya selama distribusi.
Definisi Shrink Packaging
Shrink packaging adalah proses membungkus produk dengan plastik film yang kemudian dipanaskan, sehingga plastik mengecil dan menempel rapat pada permukaan produk. Cara ini menciptakan lapisan pelindung yang rapat dan higienis tanpa menambah beban pada produk.
Prinsip Kerja dan Proses Pengemasan Shrink
Dalam proses pengemasan shrink, produk ditempatkan dalam plastik khusus, lalu melalui mesin pemanas. Panas yang diberikan membuat plastik menyusut secara merata. Hasilnya, produk terlindungi secara menyeluruh dari kontaminasi, kelembaban, dan kerusakan fisik selama penyimpanan atau distribusi.
Berdasarkan laporan Pengolahan Daging Rajungan (Portunus sanguinolentus) dengan Metode Pasteurisasi di PT. Pan Putra Samudra Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah oleh Irama Dramawanti Pamungkas, mesin shrink labelling menggunakan proses pemanasan yang merata terhadap badan kemasan, khususnya bagian yang diberi label. Panas yang dihasilkan oleh mesin ini biasanya mengonsumsi daya di atas 2.000 watt dan umumnya dibuat untuk bekerja pada sumber tegangan 380 volt.
Contoh Penggunaan Shrink Packaging pada Produk Perikanan
Di industri perikanan, teknik ini biasanya diterapkan pada ikan beku, makanan laut siap saji, hingga produk olahan, seperti nugget atau fillet. Selain menjaga kualitas, shrink packaging juga memudahkan proses labeling dan mempercantik tampilan produk di rak toko.
Kelebihan Pengemasan Shrink
Pengemasan shrink memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya banyak dipilih oleh pelaku industri perikanan. Beberapa manfaat utama meliputi perlindungan produk, efisiensi distribusi, hingga peningkatan daya tarik visual.
Perlindungan Produk dan Daya Tahan
Lapisan plastik yang rapat mampu melindungi produk dari debu, air, dan kontaminan lainnya. Dengan perlindungan ini, daya tahan produk pun meningkat, sehingga risiko kerusakan selama penyimpanan dan transportasi bisa diminimalisir.
Efisiensi Distribusi dan Penyimpanan
Karena proses shrink membuat kemasan menempel erat pada produk, ruang penyimpanan menjadi lebih efisien. Produk lebih mudah ditumpuk atau diangkut tanpa risiko kemasan sobek atau berubah bentuk.
Keamanan dan Penampilan Produk
Shrink packaging juga berperan dalam mencegah upaya pembukaan tanpa izin, sehingga keamanan produk terjaga. Selain itu, kemasan yang transparan dan rapi dapat meningkatkan daya tarik konsumen di pasar modern.
Kesimpulan
Pengemasan shrink terbukti efektif dalam menjaga kualitas dan tampilan produk perikanan. Selain melindungi dari kontaminasi dan kerusakan, metode ini juga memberikan efisiensi dalam penyimpanan dan distribusi. Dengan keunggulannya, pengemasan shrink layak dipertimbangkan sebagai solusi modern di industri pengolahan perikanan.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)