Pengertian & Prinsip Kerja Sistem Resirkulasi Akuakultur (RAS) dalam Budi Daya
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem resirkulasi akuakultur atau lebih dikenal sebagai RAS kini semakin banyak digunakan dalam praktik budi daya ikan modern. Dengan pendekatan yang efisien, sistem ini menawarkan solusi pengelolaan air yang ramah lingkungan dan mendukung kesehatan ikan. Banyak pelaku budi daya mulai melirik metode ini untuk meningkatkan hasil produksi tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
Apa itu Sistem Resirkulasi Akuakultur (RAS)?
Sistem resirkulasi akuakultur atau Recirculation Aquaculture System (RAS) adalah metode pemeliharaan ikan yang memanfaatkan kembali air hasil budi daya melalui proses penyaringan dan sirkulasi. Tujuan utama penggunaan sistem ini adalah menjaga kualitas air, menghemat konsumsi air, dan menciptakan lingkungan budi daya yang stabil bagi ikan.
Menurut jurnal Efektivitas Pemanfaatan Sistem Resirkulasi Akuakultur (RAS) terhadap Kualitas Air dalam Budidaya Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) karya Miska Sanda Lembang dan Lie Kuing, RAS adalah sistem mengolah kembali air yang digunakan agar kualitasnya tetap terjaga untuk kegiatan budi daya. Teknologi RAS mampu menjaga kualitas air, seperti oksigen terlarut, amonia, nitrit, nitrat, pH, salinitas, dan padatan tersuspensi.
Prinsip Kerja Sistem RAS
RAS dirancang agar air yang digunakan tetap bersih dan layak pakai untuk jangka waktu yang lama. Selain itu, penggunaan RAS dapat meminimalisir limbah yang mencemari lingkungan.
Komponen Utama Sistem RAS
Sistem RAS terdiri dari beberapa bagian penting yang saling terhubung. Komponen utamanya meliputi tangki pemeliharaan ikan, filter mekanik, filter biologis, dan pompa air. Setiap bagian memiliki perannya masing-masing untuk menjaga kualitas air tetap optimal selama proses budi daya berlangsung.
Proses Penyaringan dan Sirkulasi Air
Air dari tangki ikan dialirkan menuju filter mekanik yang bertugas menyaring kotoran padat. Setelah itu, air bergerak ke filter biologis untuk mengurai limbah organik melalui aktivitas bakteri.
Pompa air kemudian mengalirkan air bersih kembali ke tangki. Proses ini berlangsung terus-menerus, sehingga kualitas air selalu terjaga dan ikan dapat tumbuh sehat.
Efektivitas RAS terhadap Kualitas Air Budi Daya
Penerapan sistem resirkulasi akuakultur dapat meningkatkan kualitas air secara signifikan dalam praktik budi daya ikan. Penggunaan RAS membantu menjaga kestabilan parameter air, seperti kadar oksigen, pH, dan amonia.
Dengan demikian, risiko stres dan penyakit pada ikan dapat diminimalisir. Hal ini memungkinkan pembudidaya memperoleh hasil panen yang lebih optimal dalam jangka panjang.
Berdasarkan jurnal Optimalisasi Budidaya Perikanan Berkelanjutan Melalui Integrasi Recirculating Aquaculture System (RAS) dan Pengembangan Pakan Tepung Maggot di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman karya Abraham Renjaro Tarigan dkk., RAS merupakan metode budi daya intensif modern dengan prinsip kerja yang sederhana, yakni mengurangi pergantian air. Metode ini memanfaatkan sistem biofiltrasi bertahap untuk mereduksi tingkat amonia, sehingga air di dalam kolam dapat digunakan secara terus-menerus.
Kesimpulan
Sistem resirkulasi akuakultur (RAS) menawarkan strategi efektif untuk menjaga kualitas air dalam budi daya ikan sekaligus menghemat sumber daya air. Dengan prinsip kerja yang terstruktur, sistem ini mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan stabil bagi pertumbuhan ikan. Bagi pembudidaya yang ingin beralih ke metode modern dan berkelanjutan, penggunaan RAS bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)