Pengertian dan 8 Aspek Utama SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure)
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Standar prosedur sanitasi atau yang dikenal dengan SSOP sangat penting dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan di industri makanan, termasuk perikanan. SSOP mengatur langkah-langkah sanitasi agar produksi makanan tetap higienis. Dengan penerapan yang konsisten, risiko kontaminasi dapat ditekan dan kepercayaan konsumen terhadap produk semakin meningkat.
Definisi dan Pentingnya SSOP dalam Industri Pangan
Menurut jurnal Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) pada Proses Pembuatan Amplang di BDS Snack, Balikpapan, Kalimantan Timur karya Adlina Ardhanawinata dkk., SSOP (Standard Sanitation Operating Procedure) merupakan pedoman yang memuat prosedur-prosedur operasional standar yang ada di dalam suatu badan usaha atau perusahaan industri. Pedoman ini digunakan untuk memastikan bahwa segala aspek, baik dari segi tindakan maupun penggunaan sarana, telah dilakukan sesuai standar melalui kegiatan sanitasi dan higienis.
Pengertian SSOP
SSOP merupakan panduan operasional yang mewajibkan pelaku industri makanan untuk menjaga kebersihan area produksi, peralatan, dan personal yang terlibat. Hal ini membantu dalam mencegah masuknya kontaminan ke dalam produk makanan.
Tujuan Utama Penerapan SSOP
Tujuan utama SSOP adalah memastikan setiap produk makanan dihasilkan dalam kondisi bersih dan aman dikonsumsi. SSOP juga berperan dalam mengurangi potensi penyakit akibat pangan yang terkontaminasi.
8 Aspek Utama dalam SSOP
Agar penerapan SSOP berjalan efektif, ada delapan aspek yang menjadi fokus utama. Setiap aspek saling mendukung untuk menjaga integritas proses produksi makanan dari awal hingga akhir.
Daftar 8 Aspek SSOP
Keamanan air.
Kondisi dan kebersihan permukaan kontak.
Pencegahan kontaminasi silang.
Fasilitas sanitasi.
Perlindungan produk dari kontaminan.
Pelabelan, penyimpanan, dan penggunaan toksin.
Kesehatan karyawan.
Pengendalian limbah.
Penjelasan Singkat Setiap Aspek
Aspek keamanan air diperlukan untuk memastikan air yang digunakan bebas dari mikroba berbahaya. Lalu, permukaan kontak harus selalu bersih sebelum digunakan. Sedangkan pencegahan kontaminasi silang dilakukan dengan memisahkan bahan mentah dan matang selama proses produksi.
Kemudian, fasilitas sanitasi harus dibersihkan secara rutin. Perlindungan produk dari kontaminan pun harus dilakukan dengan inspeksi dan tindakan preventif.
Begitu pula dengan pelabelan, penggunaan, dan penyimpanan toksin harus terpisah dari area produksi. Kesehatan karyawan juga dijaga lewat pemeriksaan rutin dan pelatihan. Terakhir, pengendalian limbah segera dilakukan untuk mencegah sumber penyakit.
Contoh Penerapan SSOP pada Industri Makanan
Penerapan SSOP di industri makanan dapat menjaga kualitas produk. Dengan menjalankan setiap aspek SSOP, perusahaan dapat menghasilkan produk yang higienis dan aman untuk dikonsumsi.
Berdasarkan jurnal Implementasi Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) pada Proses Pembekuan Ikan Kakatua (Stanis frenalis) di PT. Perikanan Indonesia Kabupaten Simeulue karya Yuni Sartika Amiria dkk., hasil laut merupakan salah satu produk yang mudah mengalami penurunan mutu, sehingga perlu penanganan dan pengolahan yang baik sesuai persyaratan SSOP untuk memperlambat aktivitas enzim dan bakteri patogen.
Kesimpulan: Pentingnya Kedisiplinan dalam Penerapan SSOP
Penerapan SSOP dalam industri pangan merupakan langkah strategis untuk menjaga keamanan dan mutu produk, termasuk perikanan. Setiap aspek SSOP saling melengkapi dan perlu dilakukan dengan konsisten. Jika disiplin diterapkan, maka risiko kontaminasi dapat ditekan dan kepercayaan konsumen terhadap produk semakin kokoh.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)