Pengertian dan Pentingnya Critical Control Point dalam Proses Produksi Pangan
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Industri pangan menuntut standar keamanan yang tinggi agar produk sampai ke tangan konsumen tetap aman dan layak konsumsi. Salah satu konsep kunci yang digunakan untuk memastikan hal ini adalah critical control point. Melalui pengawasan titik-titik kritis, potensi bahaya pada proses produksi dapat ditekan secara efektif.
Apa yang Dimaksud dengan Critical Control Point?
Critical control point (CCP) merupakan bagian penting dalam sistem keamanan pangan. Penerapan CCP tidak terbatas pada satu produk saja, melainkan berlaku di berbagai lini industri makanan, mulai dari pengolahan daging, produk susu, hingga makanan kaleng.
Menurut jurnal Penentuan Critical Control Point (CCP) pada Proses Pengalengan Ikan Lemuru (Sardinella sp.) di PT Sarana Tani Pratama, Bali karya Hasriani dkk., CCP adalah salah satu prinsip dari Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang sangat krusial dalam mengontrol bahaya pada produk. Penentuan CCP perlu dilakukan agar produk tidak merugikan konsumen dan produsen serta aman dikonsumsi.
Definisi Critical Control Point (CCP)
Secara singkat, CCP adalah titik atau prosedur pada rantai produksi, di mana kendali sangat diperlukan agar bahaya pangan tidak terjadi. Contohnya bisa berupa proses pemanasan, pendinginan, atau pengemasan yang harus dipantau dengan seksama.
Mengapa Critical Control Point Penting dalam Industri Pangan?
Keberadaan critical control point berperan besar dalam menjaga keamanan pangan. Dengan pengawasan yang konsisten, produsen dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak membahayakan konsumen. Selain itu, sistem ini juga memberi landasan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan mutu produk mereka.
Manfaat Critical Control Point
Melindungi konsumen dari risiko kontaminasi bahan berbahaya.
Menjamin mutu dan keamanan produk sampai ke konsumen.
Membantu perusahaan memenuhi standar regulasi pangan nasional maupun internasional.
Dampak Jika Critical Control Point Diabaikan
Jika titik kritis dalam proses produksi tidak diawasi dengan baik, maka risiko pencemaran dan penyebaran penyakit lewat pangan bisa meningkat. Selain membahayakan kesehatan masyarakat, reputasi perusahaan bisa terancam, hingga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
Studi Kasus: Penentuan Critical Control Point pada Pengalengan Ikan
Konsep critical control point juga diterapkan dalam proses pengalengan ikan. Identifikasi CCP dilakukan pada tahapan-tahapan penting, seperti sterilisasi dan pengemasan akhir. Pengawasan pada titik ini sangat membantu dalam mengeliminasi risiko kontaminasi bakteri dan menjaga keamanan produk hingga sampai ke pasar.
Berdasarkan laporan Analisis Critical Control Point (CCP) pada Proses Pengalengan Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) di PT. Maya Food Industries Kota Pekalongan Propinsi Jawa Tengah oleh Umi Nadhiro, penerimaan bahan baku, penutupan kaleng (seaming), dan sterilisasi merupakan CCP yang diidentifikasi. Penentuan batas kritis pada tiga titik CCP tersebut mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kesimpulan
Critical control point memegang peranan vital dalam industri pangan, terutama dalam memastikan keamanan dan mutu produk, termasuk di industri perikanan. Dengan penerapan yang tepat, risiko bahaya pangan dapat diminimalisir dan kepercayaan konsumen terhadap produk tetap terjaga. Sistem ini juga menjadi acuan penting bagi perusahaan untuk terus berinovasi dalam menjaga standar produksi.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)