Konten dari Pengguna

Penyebab dan Ciri-Ciri Borok pada Ikan: Mengenal Aeromonas hydrophila

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri ikan terkena Aeromonas hydrophila. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri ikan terkena Aeromonas hydrophila. Foto: Pexels

Borok pada ikan merupakan masalah serius dalam budi daya perikanan. Luka ini biasanya muncul di permukaan tubuh ikan dan kerap menyebabkan penurunan kesehatan, bahkan kematian jika tidak ditangani. Mengetahui penyebab dan ciri-ciri borok sangat penting agar penanganan bisa dilakukan tepat waktu.

Pengertian Borok pada Ikan

Borok pada ikan adalah luka terbuka yang tampak jelas di kulit atau jaringan otot. Luka ini sering kali mengganggu aktivitas dan nafsu makan, sehingga berdampak pada pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan.

Berdasarkan laporan Efikasi Infusa Daun Berenuk (Crescentia cujete L) terhadap Hambatan Pertumbuhan Aeromonas hydrophila secara in Vitro oleh Pebrianti Putri, adanya luka borok menjadi salah satu gejala yang dialami ikan terinfeksi Aeromonas hydrophila. Selain itu, terdapat pula gejala lain, seperti kerusakan sirip dan warna tubuh ikan yang menjadi gelap.

Penyebab Borok pada Ikan

Borok pada ikan umumnya dipicu oleh bakteri patogen yang berkembang di lingkungan perairan.

Peran Aeromonas hydrophila

Aeromonas hydrophila dikenal sebagai agen utama penyebab borok pada berbagai jenis ikan air tawar. Bakteri ini dengan mudah menyerang jika kondisi ikan sedang lemah atau lingkungan tidak mendukung. Infeksi oleh bakteri ini menyebabkan luka yang sulit sembuh dan memperburuk kesehatan ikan secara keseluruhan.

Faktor Pendukung Infeksi

Beberapa faktor yang memperbesar risiko infeksi, antara lain kualitas air yang buruk, stres akibat penanganan kasar, atau padat tebar ikan yang terlalu tinggi. Jika kondisi ini dibiarkan, maka imunitas ikan akan menurun sehingga bakteri lebih mudah menyerang.

Ciri-Ciri Ikan Terkena Aeromonas

Ikan yang terserang Aeromonas hydrophila menunjukkan berbagai perubahan yang bisa dikenali dengan kasat mata.

Gejala Klinis pada Ikan

Gejala utama berupa luka atau borok di permukaan kulit, terkadang disertai pendarahan. Selain itu, perilaku ikan bisa berubah menjadi lebih pasif atau sering berdiam di dasar kolam. Luka pada kulit dan otot menjadi ciri utama infeksi ini.

Perubahan Fisik yang Terlihat

Selain borok, kerusakan pada sirip, warna tubuh yang cenderung menjadi lebih gelap, dan mata yang menonjol (exophthalmia) juga bisa ditemukan. Perubahan fisik ini menandakan infeksi sudah cukup berat dan memerlukan penanganan segera.

Upaya Pengendalian Aeromonas hydrophila

Mengatasi borok pada ikan memerlukan langkah yang terintegrasi, mulai dari pengobatan hingga pencegahan.

Pemanfaatan Infusa Daun Berenuk

Infusa daun berenuk memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan Aeromonas hydrophila secara in vitro. Penggunaan bahan alami ini mulai banyak dipertimbangkan sebagai alternatif pengobatan yang ramah lingkungan.

Langkah Pencegahan Lainnya

Menjaga kualitas air tetap bersih dan stabil, memberikan pakan yang bergizi, serta segera mengisolasi ikan yang sakit menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran infeksi. Semua upaya ini penting dilakukan secara rutin agar kesehatan ikan tetap terjaga.

Berdasarkan hasil penelitian Fadityas Desi Aniputri dkk. dalam jurnal Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Tingkat Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila dan Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis niloticus), ekstrak bawang putih dapat digunakan untuk mencegah infeksi bakteri A. hydrophila pada ikan nila. Dosis ekstrak bawang putih yang ditambahkan dalam pakan ikan sebesar 1,25 persen.

Kesimpulan

Borok pada ikan umumnya disebabkan infeksi Aeromonas hydrophila yang berkembang pada kondisi lingkungan buruk. Mengenali ciri-ciri fisik dan gejala klinis sejak awal sangat membantu dalam penanganan infeksi sebelum menjadi lebih parah. Pencegahan melalui perawatan lingkungan dan penguatan imunitas ikan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan budi daya.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)