Konten dari Pengguna

Penyebab Mata Menonjol (Exophthalmia) pada Ikan: Gejala dan Penanganannya

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gejala ikan terkena exophthalmia atau mata menonjol. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gejala ikan terkena exophthalmia atau mata menonjol. Foto: Pexels

Mata menonjol atau exophthalmia merupakan masalah kesehatan yang cukup sering dijumpai pada ikan hias maupun ikan konsumsi. Kondisi ini bukan hanya mengurangi penampilan ikan, tetapi juga dapat mengancam kesehatannya. Memahami penyebab, gejala, dan cara menanganinya sangat penting agar ikan tetap sehat dan aktif.

Apa itu Mata Menonjol (Exophthalmia) pada Ikan?

Mata menonjol pada ikan, atau sering disebut Popeye, adalah kondisi di mana satu atau kedua mata ikan tampak ke luar dari rongganya. Gangguan ini bisa terjadi pada berbagai jenis ikan air tawar maupun laut.

Menurut keterangan dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), exophthalmia disebabkan oleh penumpukan cairan di belakang bola mata ikan, sehingga mata tampak membengkak dan menonjol. Hal ini menjadi indikasi bahwa ada masalah kesehatan yang harus diatasi.

Penyebab Mata Menonjol pada Ikan

Ada beberapa faktor yang dapat memicu mata menonjol pada ikan. Setiap penyebab memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kondisi kesehatan ikan.

Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri merupakan pemicu utama exophthalmia, terutama pada ikan air tawar, salah satunya akibat Aeromonas hydrophila. Bakteri menyerang jaringan sekitar mata, sehingga menyebabkan peradangan dan pembengkakan.

Cedera Fisik

Benturan dengan benda keras di akuarium atau perlakuan kasar saat menangkap ikan bisa melukai mata. Cedera ini kemudian memicu pembengkakan dan menonjolnya bola mata.

Kualitas Air yang Buruk

Kadar amonia atau nitrit yang tinggi dalam air dapat mengiritasi mata dan jaringan di sekitarnya. Kondisi air yang buruk juga mempercepat infeksi dan memperparah gejala pada ikan yang sudah terpapar.

Faktor Internal (Gangguan Organ Dalam)

Masalah pada organ dalam, seperti gangguan ginjal atau hati, bisa menimbulkan penumpukan cairan yang akhirnya menyebabkan mata menonjol. Pada umumnya, kondisi ini terjadi bersamaan dengan gejala lain pada tubuh ikan.

Gejala Ikan Terkena Exophthalmia

Setiap pemilik ikan sebaiknya mengenali tanda-tanda exophthalmia agar bisa melakukan tindakan sejak dini.

Perubahan Fisik pada Mata

Gejala utama adalah mata ikan tampak menonjol, bengkak, atau bahkan berawan. Dalam beberapa kasus, mata juga tampak lebih besar dari biasanya.

Perilaku Ikan yang Tidak Normal

Ikan yang mengalami exophthalmia cenderung menjadi pasif, tampak stres, dan sulit berenang secara normal. Terkadang, ikan lebih sering bersembunyi atau enggan makan.

Tanda-Tanda Tambahan

Selain perubahan pada mata, bisa muncul luka di sekitar mata atau perubahan warna. Infeksi sekunder juga kerap terlihat, seperti munculnya bercak putih atau lendir berlebih pada permukaan mata.

Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan

Mendeteksi exophthalmia sejak awal sangat penting agar proses pemulihan lebih cepat dan komplikasi bisa dicegah. Langkah awal penanganan, meliputi isolasi ikan yang sakit, perbaikan kualitas air, dan pemberian obat sesuai petunjuk. Penanganan yang cepat mampu mencegah kerusakan organ lain dan meningkatkan peluang kesembuhan ikan secara menyeluruh.

Melansir laman Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Airlangga (Unair), beberapa upaya penanganan meliputi karantina ikan, pemberian antibiotik ikan dan garam ikan, serta penggantian air selama kurang lebih tiga hari sekali.

Kesimpulan

Mata menonjol (exophthalmia) pada ikan merupakan gangguan yang dapat menurunkan kualitas hidup ikan jika tidak segera diatasi. Dengan mengenali penyebab dan gejalanya, pemilik ikan dapat lebih sigap dalam mengambil tindakan pencegahan maupun perawatan. Deteksi dini dan penanganan tepat sangat membantu mengurangi risiko komplikasi serta menjaga kesehatan ikan dalam jangka panjang.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)