Konten dari Pengguna

Superchilling: Apa itu Metode Pendinginan Super dan Berapa Suhunya?

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi metode pendinginan super (superchilling) dalam industri perikanan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi metode pendinginan super (superchilling) dalam industri perikanan. Foto: Pexels

Superchilling semakin dikenal sebagai salah satu cara modern untuk menjaga kesegaran makanan, terutama produk laut dan daging. Dengan metode ini, makanan bisa bertahan lebih lama tanpa mengalami perubahan tekstur atau rasa yang berarti. Inovasi ini menjadi solusi di tengah permintaan akan produk segar yang tetap berkualitas tinggi.

Pengertian Superchilling

Superchilling merupakan metode pendinginan yang membuat suhu bahan pangan turun sedikit di bawah titik bekunya, tetapi belum sampai membeku seluruhnya. Metode ini mulai digunakan luas sejak 1990-an sebagai strategi pengawetan baru di industri pangan.

Melansir laman Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, superchilling berarti menurunkan suhu ikan hingga sedikit di bawah suhu saat es mencair. Tujuannya untuk memperpanjang masa penyimpanan ikan.

Definisi Superchilling

Superchilling berarti mendinginkan makanan hingga suhunya sekitar satu hingga dua derajat Celcius di bawah titik beku alami produk tersebut. Meski sebagian air di dalam makanan mulai membeku, teksturnya tetap terjaga dan tidak sepenuhnya keras seperti pada proses pembekuan total.

Tujuan dan Sejarah Singkat

Tujuan utama superchilling adalah memperpanjang umur simpan makanan tanpa mengorbankan kualitas. Penerapan metode ini berawal dari kebutuhan industri untuk menjaga hasil laut tetap segar saat pengiriman ke berbagai negara.

Bagaimana Proses Pendinginan Super Bekerja?

Proses superchilling menjaga suhu makanan tetap stabil, sedikit di bawah titik beku. Hal ini penting untuk mencegah terbentuknya kristal es berlebih yang bisa merusak tekstur atau cita rasa produk. Dalam praktiknya, superchilling efektif diterapkan pada produk dengan kadar air tinggi, seperti ikan dan daging.

Prinsip Dasar Superchilling

Suhu dijaga sangat dekat dengan titik beku alami makanan, biasanya antara minus satu hingga minus dua derajat Celsius. Dengan cara ini, sebagian air di dalam bahan pangan membeku, tetapi tidak seluruhnya.

Perbedaan dengan Pendinginan Konvensional

Berbeda dengan pendinginan biasa yang hanya menurunkan suhu tanpa membekukan, superchilling menahan suhu tepat di ambang pembekuan. Pendinginan konvensional sering kali tidak cukup efektif untuk menekan pertumbuhan bakteri dalam waktu lama.

Suhu Ideal untuk Superchilling

Suhu optimal untuk superchilling berada pada kisaran minus satu hingga minus dua derajat Celsius. Jika suhu terlalu rendah, maka makanan bisa membeku total dan mengalami perubahan tekstur. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi tidak cukup efektif untuk memperlambat proses pembusukan.

Rentang Suhu Superchilling

Pada umumnya, superchilling diterapkan pada suhu antara -1 derajat Celsius hingga -2 derajat Celsius. Rentang ini dianggap paling aman dan efektif menjaga kualitas makanan.

Pengaruh Suhu pada Kualitas Produk

Suhu superchilling yang tepat membantu menjaga tekstur alami dan rasa segar produk. Selain itu, masa simpan produk pangan pun menjadi lebih panjang tanpa perlu bahan pengawet tambahan.

Manfaat dan Aplikasi Superchilling

Penerapan superchilling memberikan banyak manfaat, khususnya untuk industri pangan yang menuntut kualitas dan kesegaran maksimal. Metode ini juga mulai dilirik pelaku usaha kecil menengah sebagai solusi pengawetan modern.

Manfaat Utama Metode Superchilling

Superchilling dapat memperpanjang umur simpan produk makanan hingga dua kali lipat dibanding penyimpanan dingin biasa. Selain itu, produk tetap aman dikonsumsi dan tidak kehilangan nilai gizinya.

Berdasarkan buku Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Terapan karya Sarifah Nurjanah dkk., superchilling atau pembekuan parsial diterapkan untuk memperpanjang umur simpan makanan segar di industri makanan modern. Proses ini diketahui dapat mengurangi pembentukan es dalam makanan.

Aplikasi pada Industri Pangan

Metode ini banyak digunakan untuk ikan, hasil laut, hingga daging segar. Dengan superchilling, produk tetap segar saat distribusi jarak jauh dan kualitasnya tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Kesimpulan

Superchilling adalah metode pendinginan modern yang menawarkan solusi efisien untuk menjaga kesegaran dan mutu makanan, terutama hasil perikanan dan daging. Dengan suhu ideal antara -1 derajat Celsius hingga -2 derajat Celsius, superchilling mampu memperpanjang masa simpan tanpa mengubah karakteristik produk. Inovasi ini kian diminati industri pangan yang membutuhkan distribusi produk berkualitas tinggi dalam waktu lama.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)