Tingkat Kecerahan Surimi: Ciri-Ciri Surimi yang Bagus & Fungsi Penambahan Garam
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surimi dikenal sebagai bahan dasar berbagai produk olahan laut, mulai dari bakso ikan hingga crab stick. Salah satu faktor penting dalam menilai kualitas surimi adalah tingkat kecerahan warnanya. Memahami ciri-ciri surimi yang bagus dan peran garam akan membantu konsumen memilih produk terbaik.
Apa itu Surimi dan Tingkat Kecerahan Surimi?
Surimi merupakan daging ikan yang telah dihaluskan serta dicuci berulang kali untuk menghilangkan bau, protein sarkoplasma, dan senyawa larut air lainnya. Tingkat kecerahan surimi menjadi penanda utama mutu produk ini.
Surimi yang cerah menandakan proses pengolahan yang baik dan bahan baku berkualitas. Kecerahan juga berpengaruh pada penerimaan konsumen secara visual.
Menurut buku Diversifikasi dan Pengembangan Produk Hasil Perikanan karya Novi Luthfiyana dkk., surimi merupakan produk olahan perikanan setengah jadi berupa hancuran daging ikan yang mengalami proses pencucian dengan air dingin (leaching). Selain itu, surimi juga melewati tahap pengepresan, penambahan bahan tambahan, pengemasan, dan pembekuan.
Pengertian Surimi
Surimi adalah pasta daging ikan yang diolah dengan cara mencuci dan menambahkan bahan tambahan tertentu. Proses ini menghasilkan tekstur yang kenyal dan warna yang lebih putih, sehingga cocok digunakan dalam berbagai olahan makanan laut.
Mengapa Kecerahan Penting pada Surimi?
Tingkat kecerahan surimi mencerminkan kualitas dan kesegaran bahan baku. Surimi yang cerah biasanya lebih disukai, karena tampilannya menggoda dan menandakan proses pengolahan yang higienis. Selain itu, warna yang cerah juga memudahkan identifikasi kualitas di pasaran.
Ciri-Ciri Surimi yang Bagus Berdasarkan Tingkat Kecerahan
Kecerahan warna menjadi indikator utama surimi yang bermutu. Tidak hanya dari tampilan, ciri-ciri lain juga dapat dikenali secara mudah oleh konsumen.
Warna dan Penampilan Surimi Berkualitas
Surimi berkualitas memiliki warna putih cerah, tidak tampak kusam, dan tidak kekuningan. Permukaan surimi terlihat halus dan terasa kenyal ketika disentuh. Ciri-ciri ini menandakan surimi diolah dengan bahan baku segar dan teknik yang tepat.
Indikator Lain Surimi Berkualitas
Selain warna, surimi yang bagus tidak berbau amis menyengat dan tidak mengandung air berlebih. Konsistensi adonan pun stabil, sehingga tidak mudah rusak saat diolah menjadi produk akhir. Ciri-ciri tersebut penting sebagai strategi memilih produk surimi unggulan.
Fungsi Penambahan Garam pada Surimi
Garam memiliki lebih dari satu fungsi dalam pembuatan surimi. Selain memperbaiki rasa, garam juga berperan langsung dalam meningkatkan kualitas visual dan tekstur.
Menjaga Konsistensi dan Struktur Visual Surimi
Penambahan garam pada proses pengolahan berperan vital dalam mengekstraksi protein miofibril untuk membentuk jaringan gel yang kokoh. Struktur gel yang terbentuk dengan baik akan memberikan tampilan surimi yang lebih solid, sehingga secara visual produk terlihat lebih menarik dan berkualitas tinggi.
Berdasarkan jurnal Efektivitas Pencucian dengan Air Tambahan Garam terhadap Karakteristik Surimi Ikan Lemadang (Coryphaena hippurus) karya Andi Aksan dkk., penambahan garam berpengaruh terhadap mutu surimi, khususnya tingkat kekenyalan. Untuk mendapatkan surimi kualitas baik, perlu dicuci dengan larutan garam dengan konsentrasi 0,1% dan waktu pencucian dibatasi 10 menit.
Fungsi Lain Penambahan Garam
Garam membantu melarutkan protein miofibril yang penting untuk pembentukan tekstur kenyal. Garam juga meningkatkan daya gel, menjaga elastisitas, dan memperkuat daya ikat air pada surimi. Semua efek ini mendukung kualitas akhir produk yang lebih baik.
Kesimpulan
Tingkat kecerahan surimi menjadi kunci dalam menilai mutu dan daya tarik produk olahan ikan. Surimi yang cerah, bertekstur halus, dan tidak berbau amis menandakan kualitas yang baik.
Penambahan garam juga sangat berperan, bukan hanya dalam rasa, tetapi juga menjaga tekstur surimi agar tetap optimal. Dengan memahami ciri-ciri ini, konsumen dapat memilih surimi yang terbaik untuk kebutuhan kuliner.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)