Tiram: Klasifikasi dan Cara Makan Tiram Crassostrea cucullata
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tiram merupakan salah satu biota laut yang kerap ditemui di berbagai perairan Indonesia. Keunikan bentuk cangkang dan peran ekologisnya menjadikan tiram Crassostrea cucullata menarik untuk dipelajari, baik dari segi klasifikasi hingga cara makannya. Artikel ini membahas lebih dalam mengenai tiram dan peran pentingnya di lingkungan pesisir.
Mengenal Tiram dan Klasifikasinya
Tiram dikenal sebagai moluska bercangkang keras dan bertubuh lunak. Menurut laporan dari Ridwan Riskiriyan Agustri dalam dokumen berjudul Studi Populasi Tiram Crassostrea cuculata di Sekitar Perairan Pelabuhan PPI Mayangan Kota Probolinggo Jawa Timur, tiram memiliki dua cangkang (bivalvia) dengan ukuran berbeda.
Definisi dan Karakteristik Tiram
Tiram termasuk hewan air dengan tubuh lunak serta terlindungi oleh dua cangkang asimetris dan kasar. Ciri khas utamanya adalah kemampuannya menempel kuat pada permukaan keras di lingkungan laut.
Klasifikasi Ilmiah Tiram Crassostrea cucullata
Secara ilmiah, tiram Crassostrea cucullata dikategorikan sebagai Kingdom Animalia, Filum Mollusca, Kelas Bivalvia, Ordo Ostreoida, Famili Ostreidae, Genus Crassostrea, dan Spesies Crassostrea cucullata. Tiram jenis ini dikenal tahan terhadap perubahan lingkungan.
Studi Populasi Tiram Crassostrea cucullata di Probolinggo
Di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Mayangan, Probolinggo, tiram Crassostrea cucullata menjadi salah satu penghuni utama ekosistem pesisir. Penelitian pada area ini memberikan gambaran tentang kondisi populasi tiram di wilayah perairan pelabuhan.
Habitat dan Persebaran di Perairan PPI Mayangan
Tiram banyak ditemukan menempel pada batu, kayu, atau struktur buatan di perairan dangkal. Sebaran populasi umumnya terkonsentrasi di area dengan arus sedang dan air yang relatif tenang.
Faktor yang Memengaruhi Populasi
Beberapa faktor utama yang memengaruhi kelimpahan tiram, meliputi tingkat salinitas atau kadar garam terlarut, jenis substrat (dasar perairan), dan aktivitas manusia di sekitar habitat. Ketersediaan substrat keras dan kualitas air juga sangat menentukan.
Cara Makan Tiram Crassostrea cucullata
Tiram Crassostrea cucullata memiliki cara makan unik yang berkontribusi pada proses penyaringan air di ekosistem laut.
Proses Filtrasi Makanan
Tiram memanfaatkan insangnya untuk memfilter air laut. Melalui proses ini, tiram menyaring plankton dan partikel organik yang terbawa arus.
Jenis Makanan Tiram
Makanan utama tiram terdiri dari plankton, detritus, dan partikel organik mikroskopis. Semua nutrisi tersebut diperoleh secara pasif melalui mekanisme filtrasi alami.
Peran Ekologis Tiram dalam Ekosistem Perairan
Aktivitas makan tiram membantu menjaga kejernihan air dan mengurangi partikel organik berlebih. Selain itu, tiram juga berperan sebagai indikator kesehatan lingkungan perairan.
Berdasarkan laporan dari Suryanto dalam dokumen berjudul Profil Hemosit Tiram Crassostrea cucullata di Wilayah Pantαi Pasuruan dan Situbondo Jawa Timur, tiram mampu mengakumulasi konsentrasi logam berat yang terkandung di dalam air laut, sehingga dapat dimanfaatkan untuk uji pemantauan tingkat akumulasi logam berat di perairan.
Kesimpulan
Tiram Crassostrea cucullata merupakan spesies moluska bercangkang yang banyak ditemukan di pesisir Indonesia, termasuk di Probolinggo. Dengan mekanisme makan yang unik, tiram tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga membantu menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem perairan. Memahami klasifikasi dan cara makan tiram ini dapat memperkaya pengetahuan tentang keanekaragaman hayati laut Indonesia.
Baca Juga: Ternak Ikan: Sistem Budidaya, Kesehatan, dan Keberlanjutan Perikanan Modern
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)