Konten dari Pengguna

Traceability System: Pentingnya Sistem Pelacakan dalam Industri Pengolahan Tuna

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi manfaat sistem traceability perikanan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manfaat sistem traceability perikanan. Foto: Pexels

Sistem traceability semakin banyak diterapkan dalam industri pangan, terutama pada produk ekspor seperti ikan tuna. Dengan sistem ini, pelaku usaha dapat memantau asal-usul, proses produksi, hingga distribusi produk secara transparan. Teknologi ini pun menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga kualitas dan daya saing di pasar global.

Apa itu Traceability System?

Traceability system merupakan sistem pelacakan yang mampu merekam dan memantau perjalanan produk sejak bahan baku hingga sampai ke konsumen akhir. Sistem ini juga memudahkan pelaku industri untuk menelusuri setiap tahapan jika terjadi masalah terkait keamanan atau mutu produk.

Menurut jurnal Penerapan Traceability Pengolahan Tuna (Thunnus albacares) Loin Beku di PT. Bahari Prima Manunggal Jakarta Barat karya Nirmala Efri Hasibuan dkk., sistem ketertelusuran (traceability) adalah sistem untuk menjamin kemampuan menelusuri riwayat, aplikasi, atau lokasi dari suatu produk atau kegiatan. Tujuannya untuk mendapatkan kembali data dan informasi melalui suatu identifikasi terhadap dokumen yang terkait.

Mengapa Traceability Penting dalam Industri Pengolahan Tuna?

Industri pengolahan tuna memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga mutu dan memenuhi persyaratan ekspor. Traceability system menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut dengan berbagai manfaat signifikan.

Menjamin Keamanan dan Kualitas Produk

Melalui traceability, perusahaan dapat memantau setiap tahap produksi. Jika terjadi masalah pada produk, maka proses penelusuran sumber masalah menjadi lebih mudah, sehingga keamanan pangan dan kualitas produk tetap terjaga.

Mengacu pada jurnal Analisis Sistem Traceability Produk Tuna Ditinjau dari Aspek Supply Chain PT Hatindo Makmur karya Pande Ditha Prasatia dkk., traceability diartikan sebagai sebuah manajemen risiko bagi organisasi bisnis untuk menarik kembali produk yang teridentifikasi tidak aman. Faktor yang berperan sangat penting dalam sistem traceability, yaitu supply chain atau alur untuk mengintegrasikan semua proses pada sebuah produk.

Memenuhi Standar Ekspor dan Regulasi

Banyak negara tujuan ekspor mengharuskan adanya pelacakan produk secara ketat. Traceability system membantu pelaku usaha memenuhi regulasi dan standar ekspor, sehingga produk tuna bisa bersaing di pasar internasional.

Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Sistem pelacakan yang transparan memberikan rasa aman bagi konsumen. Selain meningkatkan kepercayaan, hal ini juga memperkuat loyalitas pelanggan dan reputasi merek di tengah persaingan industri pangan.

Studi Kasus: Penerapan Traceability pada Pengolahan Tuna di PT Bahari Prima Manunggal

Berdasarkan jurnal Penerapan Traceability Pengolahan Tuna (Thunnus albacares) Loin Beku di PT. Bahari Prima Manunggal Jakarta Barat, pengamatan traceability di PT Bahari Prima Manunggal dibagi menjadi dua bagian, yaitu pengamatan ketertelusuran internal dan eksternal.

Ketertelusuran internal mencakup keseluruhan input dan proses dalam kegiatan pembekuan tuna loin. Sementara itu, ketertelusuran eksternal mencakup praproduksi dengan identifikasi sumber bahan baku dan identifikasi distribusi pemasaran produk akhir.

Kesimpulan

Traceability system terbukti menjadi langkah penting dalam industri pengolahan ikan tuna. Dengan sistem pelacakan yang terintegrasi, pelaku usaha dapat memenuhi standar keamanan pangan, mematuhi regulasi ekspor, dan membangun kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, adopsi traceability system menjadi strategi kunci untuk meningkatkan daya saing dan menjaga kualitas produk di pasar global.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)