Konten dari Pengguna

Apa Itu Pertanian Urban? Jenis-Jenis Pertanian Urban dan Manfaatnya di Perkotaan

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penerapan pertanian urban. Foto by Taras Yasinski from Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penerapan pertanian urban. Foto by Taras Yasinski from Pixabay

Pertanian perkotaan atau pertanian urban semakin dikenal di perkotaan karena mampu menjawab kebutuhan pangan secara lokal. Konsep ini menawarkan cara bercocok tanam yang menyesuaikan keterbatasan ruang dan gaya hidup masyarakat kota yang identik dengan lahan sempit. Melalui berbagai inovasi, pertanian urban menjadi strategi penting dalam menjaga ketersediaan pangan, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menjadi penyumbang oksigen di tengah padatnya pemukiman dan polusi kota.

Pengertian Pertanian Urban

Pertanian urban merupakan sistem bercocok tanam dan budidaya yang dilakukan di area perkotaan. Menurut Marni Putri Gea dkk. dalam jurnal Flora: Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan berjudul Pertanian Perkotaan, Solusi Inovatif untuk Ketahanan Pangan di Tengah Kota, pertanian urban adalah solusi inovatif untuk memproduksi pangan lokal menggunakan lahan terbatas dengan teknik modern. Sementara itu, Gunawan Adi Pratio dkk. dalam Jurnal Bengawan Solo berjudul Konsep Urban Farming Pada Kota Tanpa Lahan Pertanian menekankan bahwa konsep ini sangat relevan untuk kota yang minim atau bahkan tanpa lahan pertanian tradisional.

Ciri-ciri Pertanian Urban

Ciri-ciri utama pertanian urban adalah lokasinya di area pemukiman, penggunaan lahan alternatif seperti atap gedung (rooftop), halaman, dinding, balkon apartemen, hingga kolong jalan layang. Aktivitas ini berfokus pada produksi pangan segar seperti sayuran semusim (selada, bayam, sawi) dan sering melibatkan komunitas atau keluarga sebagai pelaku utama guna mendukung kemandirian pangan

Pentingnya Pertanian Urban di Lingkungan Perkotaan

Pertanian urban sangat relevan untuk mendukung ketersediaan pangan di kota yang mengalami tekanan urbanisasi pesat. Dengan sistem ini, masyarakat kota dapat mengakses produk segar secara langsung, mengurangi biaya distribusi, serta menurunkan jejak karbon akibat transportasi pangan dari luar daerah.

Jenis-Jenis Pertanian Urban

Setiap kota memiliki karakteristik berbeda sehingga metode pertanian urban pun beragam. Beberapa pendekatan populer antara lain:

  • Urban Farming (Pertanian Perkotaan): Kegiatan bercocok tanam di lingkungan kota yang lebih intensif, mencakup budidaya tanaman hingga ternak (seperti ikan atau unggas) di tengah belantara beton.

  • Urban Gardening: Lebih menekankan pada taman keluarga atau komunitas untuk menciptakan keindahan dan kesejukan, biasanya menggunakan pot atau sudut halaman rumah.

  • Vertikultur: Memanfaatkan ruang vertikal menggunakan rak bertingkat atau pipa yang ditata ke atas. Metode ini sangat efektif untuk area yang benar-benar terbatas lahannya.

  • Hidroponik: Menggunakan air dan nutrisi sebagai media tanam tanpa tanah, sangat cocok untuk lokasi yang minim air dan lahan.

  • Akuaponik dan Budikdamber: Inovasi budidaya ikan sekaligus tanaman (seperti kangkung) dalam wadah terbatas seperti ember, yang dikenal sebagai Budikdamber (Budi daya Ikan dalam Ember).

Manfaat Pertanian Urban di Kota

Manfaat dari pertanian urban mencakup aspek pangan, ekonomi, lingkungan, dan sosial:

  • Mendukung Ketahanan Pangan: Menyediakan sumber pangan sehat dan segar dalam radius dekat bagi warga kota.

  • Memanfaatkan Lahan Terbatas dan Alternatif: Memaksimalkan lahan tidur, atap bangunan, hingga saluran air (selokan) untuk budidaya ikan.

  • Meningkatkan Kualitas Lingkungan: Membantu menyerap polusi, menurunkan suhu lingkungan, dan menjadi sarana pengelolaan sampah organik melalui pembuatan kompos atau budidaya maggot.

  • Aspek Sosial dan Ekonomi: Menjadi sarana rekreasi keluarga, edukasi anak-anak, serta menciptakan peluang kerja atau pendapatan tambahan bagi warga.

Tantangan dan Solusi Pengembangan Pertanian Urban

Meski manfaatnya besar, pertanian urban dihadapkan pada sejumlah kendala yang perlu diatasi.

Tantangan Utama

Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya seperti air dan nutrisi, minimnya pengetahuan teknologi pertanian pada warga kota, masalah regulasi pemerintah, serta polusi udara dan panas ekstrem di perkotaan. Okky Steviano dan Eni Kustanti dalam buku Urban Farming Solusi Bertani di Perkotaan menyebutkan bahwa warga kota umumnya tidak berlatar belakang petani, sehingga memerlukan bimbingan khusus.

Solusi dan Inovasi yang Diterapkan

Solusi yang diterapkan meliputi pelatihan teknis dan praktik langsung bagi masyarakat, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta dukungan kebijakan pemerintah melalui penyediaan ruang terbuka hijau. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal menjadi kunci untuk menciptakan kebijakan yang mendukung keberlanjutan pertanian perkotaan.

Kesimpulan

Pertanian urban mampu menjadi solusi inovatif bagi ketahanan pangan di kota tanpa lahan pertanian tradisional. Dengan memaksimalkan lahan terbatas dan mengadopsi metode seperti hidroponik, vertikultur, atau akuaponik, masyarakat dapat menikmati pangan sehat sekaligus menciptakan kota yang lebih hijau, sehat, dan tangguh (resilien). Kolaborasi dan inovasi teknologi tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pengembangan di masa depan

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar