Bagian-Bagian dan Bentuk Bakal Biji pada Tumbuhan
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bakal biji (ovulum) merupakan bagian penting dalam siklus hidup tumbuhan berbiji. Organ ini bertanggung jawab dalam proses pembentukan biji sebagai hasil reproduksi generatif. Memahami struktur serta bentuk bakal biji membantu mengenal lebih jauh mekanisme reproduksi pada tumbuhan.
Pengertian Bakal Biji
Definisi Bakal Biji
Bakal biji adalah struktur yang berkembang menjadi biji setelah proses pembuahan. Bakal biji terletak di dalam organ reproduksi betina dan menjadi tempat berlangsungnya fertilisasi. Menurut Agnie Airul Akira, dkk. dalam Struktur Internal Organ Reproduksi Tumbuhan Berbiji, alat perkembangbiakan tumbuhan berbiji ini terdiri dari bunga pada Angiospermae atau strobilus pada Gymnospermae.
Bakal biji dijelaskan sebagai struktur yang mengandung sel telur (ovum) dan jaringan pendukungnya. Setelah terjadi pembuahan atau fertilisasi antara sel telur dan sel sperma, bagian ini akan berkembang menjadi biji matang yang mengandung lembaga (embrio)
Fungsi Bakal Biji pada Organ Reproduksi Tumbuhan
Fungsi utama bakal biji adalah sebagai tempat terjadinya proses fertilisasi dan wadah pembentukan embrio. Selain itu, bakal biji berfungsi melindungi calon individu baru dan menyediakan cadangan makanan bagi perkembangannya.
Bagian-Bagian Bakal Biji
Setiap bakal biji memiliki beberapa bagian utama yang mendukung fungsinya dalam reproduksi. Struktur ini memberikan perlindungan dan memastikan proses perkembangan berlangsung dengan baik.
Kulit Bakal Biji (Integumen): berfungsi melindungi jaringan dalam dan nantinya akan berubah menjadi kulit biji (spermodermis) saat biji sudah matang.
Nukelus: jaringan di dalam bakal biji yang mengelilingi kantung embrio. Bagian ini sering kali berfungsi dalam penyediaan nutrisi bagi perkembangan embrio.
Kantung embrio (embryo sac): berperan sebagai tempat sel telur berada. Di dalamnya, proses pembuahan berlangsung hingga membentuk zigot yang akan menjadi embrio.
Mikrofil dan Kalaza: liang atau lubang kecil tempat masuknya sel kelamin jantan (serbuk sari), sedangkan kalaza adalah bagian dasar bakal biji yang merupakan titik awal pertumbuhan integumen.
Penjelasan Struktur Internal Bakal Biji
Bentuk-Bentuk Bakal Biji
Bakal biji pada tumbuhan memiliki variasi posisi yang berbeda-beda. Ada beberapa tipe bentuk yang umum ditemukan berdasarkan letak mikrofil dan kalaza.
Anatropis: bakal biji anatropis memiliki posisi terbalik sehingga mikrofil terletak sangat dekat dengan tali pusar (funiculus).
Ortotropis (Atropis): bakal biji berdiri tegak lurus (lurus) sehingga mikrofil, nukleus, dan kalaza berada pada satu garis lurus dengan tali pusar.
Kampilotropis: memiliki bentuk melengkung sehingga nukleus dan kantung embrio membengkok, yang mengakibatkan posisi mikrofil mendekati kalaza.
Ciri-ciri Masing-Masing Bentuk Bakal Biji
Menurut Dra. Eny Dwi Pujawati, M.Si. dan Ir. Damaris Payung, M.S. dalam Buku Ajar Bagian 1 Morfologi Tumbuhan, masing-masing bentuk bakal biji dapat dikenali dari arah tumbuh dan hubungan posisi antara mikrofil, kalaza, serta tali pusarnya.
Peran Bakal Biji dalam Reproduksi Tumbuhan
Bakal biji memegang peran sentral dalam kelangsungan hidup tumbuhan berbiji karena mengandung lembaga sebagai calon tanaman baru. Seluruh proses regenerasi generatif berawal dari kesiapan struktur ini menerima pembuahan
Proses Pembentukan dan Perkembangan Bakal Biji
Bakal biji terbentuk di dalam ovarium (pada Angiospermae) dan berkembang seiring terjadinya pembuahan. Setelah fertilisasi sukses, bakal biji bertransformasi menjadi biji yang siap disebarkan untuk tumbuh menjadi individu baru.
Perbedaan Bakal Biji pada Angiospermae dan Gymnospermae
Bakal biji pada Angiospermae terlindungi oleh daun buah (karpel) di dalam ovarium, sedangkan pada Gymnospermae bakal biji bersifat terbuka dan terletak di atas permukaan makrosporofil.
Kesimpulan
Bakal biji terdiri dari komponen vital seperti integumen, nukleus, dan kantung embrio. Variasi bentuknya meliputi anatropis, ortotropis, dan kampilotropis yang akan menunjukkan adaptasi morfologi yang beragam pada tumbuhan berbiji. Pemahaman mendalam mengenai struktur dan bentuk ini sangat penting dalam studi botani untuk menjelaskan mekanisme keberhasilan reproduksi tumbuhan.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar